Penyebab Psikopat, Benarkah Karena Bawaan Lahir?

Dipublish tanggal: Okt 23, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Nov 7, 2019 Waktu baca: 3 menit
Penyebab Psikopat, Benarkah Karena Bawaan Lahir?

Psikopat adalah salah satu gangguan kejiwaan dimana si penderitanya sering kali meresahkan orang lain. Bahkan, mereka tidak segan untuk menghabisi nyawa orang lain tanpa pikir panjang. Para orang psikopat ini sangat pandai menutupi dirinya dan berperilaku normal seperti orang pada umumnya. Anda mungkin bertanya-tanya, apa penyebab psikopat? Mungkinkah ada faktor bawaan lahir? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. 

Apa penyebab psikopat?

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang sebenarnya membuat seseorang menjadi psikopat. Namun, para ahli kesehatan mengatakan bahwa penyebab psikopat bisa jadi karena adanya faktor genetik dari orangtuanya. 

Selain itu, pengaruh trauma masa lalu juga bisa membuat seseorang tumbuh menjadi psikopat. Para psikopat ini sering kali memperlihatkan perilaku dan tindakan yang membuat orang-orang di sekelilingnya jadi tidak nyaman dan takut.

Namun pada umumnya, seseorang bisa menjadi psikopat karena adanya ketidakharmonisan dalam keluarganya dan menciptakan trauma yang mendalam. Ditelantarkan oleh orang tua, melihat orang tua berkelahi secara terus-menerus, bahkan mendapatkan perilaku kekerasan dari orangtua pada saat kecil bisa menjadi penyebab psikopat. Penelitian mengatakan bahwa psikopat sering ditemukan pada kaum pria dibandingkan dengan wanita.  

Gejala dan ciri-ciri psikopat

Para ahli kesehatan sepakat untuk tidak akan mendiagnosis seseorang sebagai psikopat. Mereka memilih menyebut orang-orang yang dicurigai psikopat dengan sebutan penderita gangguan kepribadian antisosial.

Namun, ada beberapa tanda dan gejala yang sering dialami oleh penderita psikopat. Ciri-ciri psikopat adalah:

  • Tidak memiliki rasa empati. Seorang psikopat tidak akan memiliki hati nurani seperti manusia pada umumnya. Mereka tidak memiliki rasa kasihan dan moral, sehingga apa yang dilakukan dianggap tidak merugikan orang lain. 
  • Ketika melakukan kesalahan, orang psikopat tidak akan merasa bersalah. Bahkan jika mereka menghabisi nyawa orang lain, mereka masih dapat tersenyum.
  • Sangat jarang memperlihatkan emosi dan sikap. Mereka jarang menunjukkan rasa malu atau bersalah kepada orang lain. 
  • Ketika dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dikerjakan, mereka malah tidak mau bertanggung jawab dan justru menyalahkan dan melimpahkan kesalahan mereka kepada orang lain. 
  • Tidak pernah mengucapkan dan melakukan sesuatu secara tulus.
  • Terlalu sombong, tidak mawas diri, dan tidak punya tujuan yang jelas
  • Pandai membuat penipuan yang konsisten dan dipercayai oleh orang lain. 
  • Sering berbohong dan sangat egois.
  • Sering mengintimidasi orang, salah mengartikan banyak kejadian, memiliki rasa superioritas yang tinggi, serta merasa paling unggul dibandingkan dengan yang lainnya. 
  • Sering melakukan tindakan yang berbahaya dan merugikan orang lain tanpa pikir panjang. 

Gejala psikopat biasanya muncul sejak usia kanak-kanak. Namun, gejalanya akan semakin jelas ketika mereka memasuki usia 20 hingga 30 tahun. Bahkan, terhadap binatang pun mereka bisa berperilaku kejam. 

Baca Selengkapnya: 11 Tanda dan Ciri-Ciri Orang Psikopat yang Dapat Anda Kenali

Bagaimana cara mengetahui bahwa seseorang adalah psikopat?

Seorang psikopat adalah orang yang memiliki pemahaman yang rendah terhadap dirinya sendiri. Mereka bahkan merasa dirinya baik-baik saja dan tidak perlu konsultasi ke dokter atau psikiater. Mereka biasanya baru akan menjalani pemeriksaan saat sudah telanjur melakukan pelanggaran hukum, sehingga harus diperiksa kejiwaannya. 

Memang tidak sembarangan orang bisa mendiagnosis apakah orang tersebut merupakan seorang psikopat atau bukan. Dokter akan melakukan pemeriksaan tertentu untuk memastikan orang tersebut seorang psikopat atau bukan. 

Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan oleh dokter, antara lain:

  • Mencari tahu tentang riwayat keluarganya, apakah terdapat keluarga yang juga memiliki perilaku yang sama atau tidak.
  • Melakukan evaluasi psikologis untuk mengetahui bagaimana perasaan dan perilaku penderita. Dokter juga akan menanyakan apakah mereka memiliki keinginan untuk bunuh diri dan menyakiti orang lain. 
  • Memeriksa gejala-gejala lain yang mungkin berkaitan dengan gangguan mental

Seperti telah disinggung sebelumnya, psikopat sangat pintar untuk mengelabui orang dengan berbohong. Mereka bisa saja tampil normal dan tenang, padahal baru saja melakukan kejahatan dan merugikan orang lain. Maka dari itu, jika seseorang memiliki tanda-tanda kejiwaan yang menyimpang, segera konsultasikan ke dokter.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Psikopat dan Sosiopat


2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Psychotic vs. Psychopathic: Different Symptoms and Causes. WebMD. (https://www.webmd.com/mental-health/psychotic-psychopath-difference)
Psychopath: Meaning, Signs, and vs. Sociopath. Healthline. (https://www.healthline.com/health/psychopath)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app