Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
AHMAD MUHLISIN

Psikopat: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: OCT 21, 2019 Tinjau pada OCT 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.677.264 orang

Seringkali kita mendengar istilah psikopat atau mengatakan seseorang memiliki kepribadian psiko. Tetapi beberapa istilah dalam psikologi, kata psikopat masih menimbulkan pertanyaan karena umumnya memang digunakan untuk menggambarkan seseorang dengan penyakit mental, tetapi psikopat sebenarnya bukan diagnosis resmi.

Apakah psikopat itu?

Pengertian psikopat adalah salah satu gangguan kepribadian antisosial (ASPD) yang ditandai dengan karakteristik emosi yang khas, seperti tidak memiliki rasa bersalah, tidak berempati terhadap sesama, dan tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Hal ini terkadang menunjukkan pola manipulasi dan kekerasan terhadap orang lain. Selain itu, perilaku psikopat sendiri dapat meningkatkan risiko angka kematian yang lebih tinggi.

Dalam dunia medis, dokter tidak menyebut seseorang dengan istilah psikopat karena biasanya untuk menggambarkan orang dengan karakteristik tersebut digunakan istilah gangguan kepribadian antisosial (ASPD). Tetapi ketika berbicara mengenai antisosial dalam ASPD sendiri, itu berarti seseorang telah melakukan hal yang bertentangan dengan perilaku masyarakat ataupun aturan yang umumnya terjadi.

Mengenai psikopat

Berdasarkan beberapa hasil penelitian, pria lebih cenderung mengalami psikopat dibanding wanita. Diagnosis psikopat umumnya diberitahukan setelah usia 18 tahun, tetapi indikator gejala awal umumnya sudah dapat diketahui sejak usia 11 tahun. Gejala psikopat yang semakin cepat ditangani akan memperbaiki kondisi penderita karena pengobatan psikopat jangka panjang juga tentunya membutuhkan biaya yang cukup banyak. 

Penyebab psikopat

Penyebab terjadinya psikopat atau psychopath tidak diketahui secara pasti, namun diduga ada pengaruh dari faktor genetik, lingkungan dan interpersonal (kepribadian setiap individu). Selain itu, beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab psikopat antara lain kurangnya kasih sayang orang tua, kesalahan pola asuh orang tua, penelantaran anak, kekerasan fisik pada anak, hingga faktor perceraian orang tua.

Gejala psikopat

Tanda-tanda seseorang mengalami psikopat antara lain:

  • Tidak memiliki rasa bersalah atau penyesalan
  • Tidak dapat bertanggung jawab secara sosial
  • Sering berbohong atau tidak jujur
  • Tidak mampu membedakan tindakan yang benar dan yang salah
  • Tidak dapat berempati dan cenderung melanggar hak orang lain
  • Memiliki sifat nekat, gegabah, dan impulsif
  • Suka memanipulasi dan cenderung melakukan sesuatu yang berisiko tinggi

Penderita psikopat terkadang terlihat tenang dari tampak luar sehingga tidak mudah mendiagnosis seseorang sebagai psikopat. Mereka juga cenderung tampil sebagai pribadi yang menarik dan pandai memikat seseorang padahal kenyataannya mereka sama sekali tidak peduli (tidak memiliki empati).

Para peneliti berpendapat bahwa struktur otak psikopat berbeda dengan orang normal. Perbedaan struktur otak inilah yang menyebabkan perilaku berbeda dan mempengaruhi fungsi fisiologis tubuhnya jika dibandingkan dengan orang normal. Sebagai contoh, pada saat melihat adegan horor biasanya orang normal akan berdebar-debar atau telapak tangan menjadi basah, namun berbeda pada orang psikopat yang akan tetap tampak biasa saja dan tenang.

Pencegahan psikopat

Hingga saat ini belum ada metode pencegahan terjadinya gangguan kepribadian antisosial (ASPD) yang dapat menyebabkan seseorang mengalami psikopat. Namun ketika muncul gejala yang mengarah ke tanda-tanda seseorang menderita psikopat, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Pengobatan psikopat

Penanganan psikopat sebaiknya dilakukan pada usia dini ketika anak sudah mulai dicurigai memiliki tanda-tanda seperti di atas. Walaupun terapi yang diberikan belum terbukti dapat menyembuhkan, namun setidaknya dapat mengurangi gejala dan faktor risiko yang lebih parah di kemudian hari.

Beberapa contoh terapi yang dapat dilakukan untuk menangani psikopat antara lain:

  • Psychoanalysis
  • Terapi berkelompok
  • Psychodrama
  • Psychosurgery
  • Electroconvulsive Therapy (ECT)
  • Obat-obatan

Penanganan penderita psikopat tidak dapat dilakukan hanya dalam sekali terapi, melainkan harus dipantau secara berkelanjutan. 


Referensi

Healthline. Psychopath

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit