Penyebab Bisul pada Bayi dan Cara Mengatasi

Dipublish tanggal: Agu 17, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 10, 2020 Waktu baca: 3 menit
Penyebab Bisul pada Bayi dan Cara Mengatasi

Bisul pada bayi ditandai dengan adanya benjolan berwarna merah disertai nanah yang sering kali disebabkan infeksi dari bakteri bernama Staphyloccocus aureus. Bisul tersebut umumnya muncul di bagian tubuh yang berambut, berkeringan serta sering kali mengalami gesekan. 

Area tubuh bayi yang sering ditumbuhi dengan bisul meliputi wajah, leher, daerah ketiak, paha, hingga sekitar bokong. 

Penyebab bisul pada bayi

Bakteri Staphylococcus aureus atau bisa juga disebut dengan staph secara khusus akan menyerang bagian folikel rambut. Tak hanya dapat hidup di dalam mulut, bakteri ini juga bisa bertahan di dalam hidung, atau pun kulit manusia, tetapi biasanya tidak berbahaya. 

Walau demikian, ketika kulit bayi tergores atau mengalami luka terbuka, hal inilah yang menjadi cela bagi bakteri untuk masuk ke dalam kulit sehingga menyebabkan infeksi. Infeksi tersebut kemudian menggiring sel-sel darah putih untuk menangkal infeksi yang sudah terjadi. 

Berkumpulnya sel darah putih, sel kulit mati serta bakteri yang sudah mati membentuk cairan nanah dan memicu terbentuknya bisul pada bayi.

Secara umum cukup mudah mengenali bisul yang diderita bayi, hal ini terlihat dari adanya benjolan kecil yang tertutup lapisan tipis kulit. Setelah beberapa hari berlalu bisul tersebut bisa pecah sewaktu kulit yang menutupinya terkelupas dan mengeluarkan cairan berupa nanah. 

Selain itu, area yang ditumbuhi bisul akan terasa lebih hangat bila dibandingkan dengan daerah lain yang tidak memiliki bisul.

Kondisi bisul pada bayi yang patut Anda waspadai

Para orang tua memang sangat dianjurkan untuk cuci tangan secara rutin menggunakan sabun terlebih ketika hendak kontak langsung dengan bayi. Hal ini tentu dilakukan demi meminimalisir terjadinya penularan bisul. 

Sediakanlah sejumlah handuk bersih dan cuci semua perlengkapan mandi bayi dengan sabun untuk memutuskan rantai penularan tersebut. Pasalnya bisul yang terjadi pada bayi bisa menular ke area tubuh yang lain maupun orang-orang yang ada di sekitar.

  • Bisul bisa tumbuh di sekitar area wajah, terutama jika terletak di area sekitar mata.
  • Bisul pada bayi yang tidak kunjung sembuh bahkan setelah 2 minggu atau malah semakin bertambah banyak disebut dengan karbunkel.
  • Adanya gejala lain yang muncul seperti demam.
  • Pada kulit bagi yang terkena bisul akan terasa lebih kenyal dan lembut sewaktu disentuh.
  • Si bayi tentunya akan menderita karena rasa sakit yang diakibatkan oleh timbulnya bisul.

Bila Anda memiliki bayi dengan kondisi yang sudah disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara mengatasi bisul pada bayi

Anda tak perlu langsung panik ketika menemukan bisul yang tumbuh di area tubuh bayi. Pasalnya, gangguan bisul bisa sembuh dengan sendirinya. Walau begitu, Anda tentu bisa mempercepat proses penyembuhan bisul dengan beberapa tindakan tepat yang bisa dilakukan di rumah berikut ini:

  • Siapkan kompresan lalu rendamlah di dalam air hangat. Setelah itu, letakkan kompresan tersebut di daerah bisul yang diderita oleh bayi. Silahkan lakukan langkah ini setidaknya 2 – 3 kali dalam sehari.
  • Ketika kulit yang melapisi bisul pecah dan keluar nanah, bersihkan area tersebut dengan menggunakan sabun antiseptik guna menghilangkan nanah dan mencegah timbulnya infeksi. Kemudian langkah berikutnya tutup luka dengan perban yang steril.
  • Satu hal lagi yang perlu dilakukan adalah, Anda harus memastikan tangan selalu dalam keadaan bersih dengan mencucinya memakai sabun sebelum melakukan kontak langsung dengan si buah hati.
  • Selain itu, jangan pernah memecah bisul dengan alat bantu apa pun. Sebab hal tersebut bisa memperburuk kondisi infeksi pada kulit bayi. Sebaliknya biarkan saja bisul tersebut pecah dengan alami.

Seperti yang kita tahu, mencegah memang lebih baik dari pada mengobati. Oleh karena itu, penting sekali menjaga kebersihan tubuh Anda dan si buah hati agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Bagi ibu yang tengah menyusui, perbanyak asupan makanan yang mengandung nutrisi agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Dengan ibu yang sehat, si buah hati tentunya akan ikut menjadi sehat.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
How To Treat & When To Seek Help For Boils. KidsHealth New Zealand. (https://www.kidshealth.org.nz/how-treat-when-seek-help-boils)
Peptic Ulcers (for Parents). Nemours KidsHealth. (https://kidshealth.org/en/parents/peptic-ulcers.html)
Symptoms and Treatment of Stomach Ulcers in Children. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/peptic-ulcers-in-children-1742814)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app