Ruam Popok - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: May 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 612.191 orang

Ruam popok merupakan suatu kondisi yang menyebabkan iritasi pada kulit. Sebagian besar ruam popok terjadi pada bayi, dan kondisi tersebut sering kali terjadi. 

Di Amerika Serikat, ruam popok mempengaruhi hingga 35 persen anak di bawah dua tahun. Sebagian besar anak mengalami ruam popok setidaknya satu kali sebelum mereka dilatih toilet training (Medscape, 2012).

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Ruam popok juga dikenal sebagai dermatitis popok, ruam popok menyebabkan rasa tidak nyaman seperti terbakar dan kemerahan pada area kulit yang bersentuhan dan bergesekan dengan popok.

Jenis Ruam Popok

Artikel secara umum akan fokus pada ruam popok, atau dermatitis popok, yang merespons pada pengobatan dasar termasuk penggantian popok yang sering.

Jenis ruam kulit lainnya mungkin gelisah saat mengenakan popok. Ruam ini termasuk bentuk lain dari dermatitis, psoriasis, dan ruam yang disebabkan oleh kondisi seperti sifilis, HIV, dan impetigo bulosa.

Apa Penyebab Ruam Popok?

Ruam popok terjadi ketika bayi atau anak-anak duduk terlalu lama pada popok yang kotor. Diare dapat memperburuk masalah terjadinya ruam popok. Kadang-kadang seorang anak pertama kali akan mengalami ruam popok saat memulai mengkonsumsi makanan padat atau minum obat antibiotik. Anak-anak yang diberi ASI dapat mengalami diare dari apa yang ibunya konsumsi.

Kotoran di popok bayi yang terjadi setiap tiga hingga empat jam, mengharuskan ibu untuk rajin menggantinya. Sifat asam dari kotoran manusia memungkinkan bakteri dan ragi untuk berkembang. Semua elemen ini dapat mengiritasi kulit bayi.

Terkadang, popok yang terlalu ketat atau tidak pas akan menyebabkan lecet pada kulit bayi. Bahan kimia dari deterjen atau produk lain yang menyentuh kulit bayi, termasuk popok itu sendiri, juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Siapa yang Beresiko Mengalami Ruam Popok?

Sebanyak satu dari tiga anak pernah mengalami ruam popok. Bayi yang diberi ASI berisiko lebih rendah terkena ruam popok, karena berkurangnya keasaman dalam makanan mereka. Semua bayi dan balita yang memakai popok dapat mengalami ruam popok. 

Biasanya, ruam popok tidak akan menjadi masalah sampai anak usia tiga minggu. Risiko tertinggi untuk terkena ruam popok biasanya pada bayi yang berusia antara tiga bulan hingga satu tahun. Kadang-kadang, ruam popok juga dapat ditularkan dari bayi ke bayi.

Apa Gejala dari Ruam Popok?

Ruam popok akan menyebabkan kulit terlihat merah dan teriritasi. Kulit yang terkena juga akan terasa hangat saat disentuh. Orang tua dan pengasuh harus menghubungi dokter jika ruam popok menjadi merah terang dan berlangsung lebih lama dari 48 jam atau disertai dengan bau urin yang kuat, yang mungkin mengindikasikan suatu dehidrasi (Rumah Sakit Anak Cincinnati, 2012).

Carilah juga bantuan medis ketika ruam nampak seperti melepuh atau mengeluarkan cairan, atau jika bayi mengalami demam (Mayo Clinic, 2012).

Bagaimana Mendiagnosis Ruam Popok ?

Ruam popok merupakan kondisi yang sering terjadi. Kebanyakan orang yang merawat anak-anaknya akan sadar ketika mereka melihatnya. Terkadang penting untuk mengkonsultasikan ruam popok ke dokter Anda, dokter akan menawarkan pengobatan berdasarkan resep dan barang bayi lainnya.

Ruam popok yang disebabkan oleh infeksi jamur kadang-kadang terjadi ketika bayi minum obat antibiotik. Jenis ruam tersebut tidak akan membaik tanpa salep yang diresepkan oleh dokter.

Ketika Anda berbicara dengan dokter Anda, bersiaplah untuk mendiskusikan merek-merek popok, lotion, deterjen, dan barang-barang rumah tangga lain yang berhubungan dengan bayi Anda.

Pengobatan untuk Ruam Popok

Penelitian yang diterbitkan dalam Scientific World Journal pada 2012 menunjukkan bahwa krim yang terbuat dari tanaman, termasuk lidah buaya dan calendula, dapat membantu melawan ruam popok (Panahi, et al., 2012). Secara khusus, calendula dapat melawan peradangan dan bakteri, yang merupakan dua masalah terbesar pada ruam popok.

Krim dan salep topikal biasanya dapat digunakan untuk mengobati ruam popok. Krim atau salep tersebut termasuk:

  • hidrokortison untuk mengurangi pembengkakan
  • krim antijamur atau antibiotik untuk mengatasi infeksi (dokter mungkin juga akan meresepkan obat antibiotik oral)
  • seng oksida
  • krim dan salep yang mengandung steroid harus digunakan hanya atas rekomendasi dokter.

Perawatan di rumah

Merupakan suatu hal yang mudah untuk mengobati ruam popok dengan obat-obatan bebas dan melakukan penerapan di rumah. Pencegahan terbaik juga merupakan obat terbaik, termasuk:

  • Sering mengganti popok.
  • Pastikan popok anak Anda pas dan tidak terlalu kencang. Popok harus memungkinkan udara masuk ke area yang sensitif. Cobalah membiarkan bayi tidak menggunakan popok selama tidur siang.
  • Jangan gunakan banyak sabun atau tisu yang mengandung alkohol atau parfum. Bahan ini dapat menyebabkan kulit kering , yang dapat memperburuk gejala.
  • Jangan gunakan bedak talcum. Bedak tersebut bisa berbahaya bagi bayi saat dihirup.

Prognosis

Ruam popok umumnya bisa hilang dengan pengobatan di rumah dalam satu atau dua hari. Jika ruam popok tidak kunjung hilang,segera hubungi dokter.

Pencegahan

Ruam popok dapat menyebabkan bayi rewel dan kesakitan. Kondisi ini biasanya dapat dicegah jika Anda mengikuti beberapa tips di bawah ini:

  • Cucilah bokong anak Anda dengan air selama setiap penggantian popok. Keringkan dengan handuk yang lembut. Jangan gunakan tisu yang mengandung alkohol atau parfum.
  • Gunakan popok yang longgar. Pertimbangkan untuk membiarkan anak Anda tidak menggunakan popok sesering mungkin.
  • Simpan obat seng oksida dan petroleum jelly di rumah. Obat ini merupakan obat rumahan yang penting dalam mengatasi ruam popok.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit