Mungkinkah Virus Corona COVID-19 Menular Lewat Udara (Airborne)?

Dipublish tanggal: Mar 20, 2020 Update terakhir: Mar 26, 2021 Waktu baca: 3 menit
Mungkinkah Virus Corona COVID-19 Menular Lewat Udara (Airborne)?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Virus corona COVID-19 adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh novel coronavirus, dan bersifat menular.
  • Ada 2 cara penularan virus corona, yaitu menghirup droplet berisi virus dan kontak langsung dengan pasien positif corona.
  • Daya tahan virus corona di benda berbeda-beda, tergantung sifat permukaan.
  • WHO mengungkapkan bahwa virus corona COVID-19 dapat bertahan hidup di udara selama 3 jam.
  • Belum bisa dipastikan apakah virus corona dapat ditularkan lewat udara (airborne).
  • Social distancing, cuci tangan pakai sabun, dan memakai masker dapat membantu mencegah penularan virus corona.
  • Dapatkan paket tes COVID-19 dengan promo menarik dan dokter berpengalaman melalui HDmall;
  • Gunakan fitur chat untuk berkonsultasi dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan.

Anjuran social distancing atau memberikan jarak antara perorangan dilakukan untuk mencegah penularan virus corona. Pasalnya, virus yang dikenal dengan COVID-19 ini diketahui mudah menular lewat droplet berisi virus atau kontak langsung dengan penderita. Namun, WHO baru-baru ini mengungkapkan bahwa virus corona COVID-19 berpotensi menular lewat udara. 

Awal mula penularan virus corona

Virus corona COVID-19 adalah penyakit pernapasan yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain. Penyebab COVID-19 berasal dari infeksi novel coronavirus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Melansir dari CDC, ada 2 cara penularan virus corona, yaitu:

  • Kontak langsung dengan orang yang positif virus corona COVID-19 (berdekatan kurang dari 1-1,8 sentimeter)
  • Menghirup droplet berisi virus saat penderita batuk atau bersin

Ketika terhirup, droplet yang mengandung virus corona tadi akan masuk dan mulai menginfeksi tubuh. Hal serupa juga bisa terjadi ketika Anda memegang benda-benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Baca Selengkapnya: Agar Tak Tertular Virus Corona, Segera Cuci Tangan Setelah Menyentuh Benda Ini

Seberapa lama virus corona bertahan di permukaan benda?

Selain dengan menghirup droplet berisi virus, seseorang juga dapat terjangkit COVID-19 apabila ia menyentuh benda-benda yang terkontaminasi. Selanjutnya, orang tersebut memegang mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Hal ini menunjukkan bahwa benda di sekitar memungkinkan untuk menjadi media penularan virus corona.

Faktor kelembapan, suhu, dan cahaya ultraviolet memengaruhi seberapa lama virus corona mampu bertahan di permukaan yang berbeda. Secara lengkap, berikut daya tahan virus corona saat berada di permukaan:

  • Aluminium: 2-8 jam
  • Sarung tangan bedah: 8 jam
  • Baja: 2 hari
  • Kayu: 4 hari
  • Gelas atau kaca: 4 hari
  • Kertas: 4-5 hari
  • Plastik: 5 hari

Baca Juga: 8 Jenis Obat Corona yang Diklaim Ampuh Redakan Gejala

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Mungkinkah COVID-19 menular lewat udara?

Meski awalnya sempat dibantah, baru-baru ini WHO mengungkapkan bahwa ada potensi virus corona COVID-19 bisa menular lewat udara (airborne). Itulah sebabnya, orang yang sehat sekalipun juga dianjurkan untuk memakai masker untuk mencegah risiko penularan - tapi tetap diprioritaskan orang yang sakit dan para petugas medis.

Dr. Maria Van Kerkhove, kepala unit penyakit dan zoonosis WHO melaporkan bahwa coronavirus disebut dapat bertahan hidup di udara selama 3 jam. Informasi penting ini disampaikan lewat konferensi pers secara virtual pada Senin (16/3).

Van Kerkhove menuturkan bahwa hal ini tidak perlu dikhawatirkan oleh masyarakat umum. Akan tetapi, yang menjadi perhatian utama adalah para tim medis yang rentan tertular virus corona dari pasien.

Contohnya pada saat melakukan intubasi, yaitu meletakkan tabung di tenggorokan pasien sebagai jalan napas untuk membantu pernapasan. Prosedur intubasi tersebut menghasilkan partikel aerosol yang dapat bertahan di udara lebih lama, sehingga berisiko membuat tim medis terinfeksi.

Akan tetapi, daya tahan virus corona di udara juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti panas dan kelembapan. Jadi, mungkin saja virus corona akan mati lebih cepat atau lambat tergantung kondisi di lingkungan.

Meskipun virus corona COVID-19 dapat hidup di udara, belum bisa dipastikan apakah seseorang dapat terinfeksi dengan menghirup virus tersebut secara langsung dari udara. Hal ini juga bukanlah cara utama penyebaran virus corona di masyarakat.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Oleh karena itu, pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah Anda memegang benda-benda di tempat umum. Gunakanlah masker bila Anda sedang sakit untuk mencegah penularan pada orang lain.

Selain itu, penting juga untuk memberikan jarak dengan orang lain (social distancing) saat berada di tempat umum, minimal satu lencang depan. Dengan langkah sederhana ini, diharapkan dapat menekan angka penyebaran dan penularan virus corona COVID-19 di Indonesia.

Baca Juga: Pentingnya Social Distancing Agar Virus Corona Tak Makin Genting

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.  
  

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The New England Journal of Medicine. Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-2 as Compared with SARS-CoV-1. (https://www.nejm.org/doi/10.1056/NEJMc2004973). 17 Maret 2020.
Medscape. Coronavirus Stays in Aerosols for Hours, on Surfaces for Days. (https://www.medscape.com/viewarticle/926929). 17 Maret 2020.
CDC. How COVID-19 Spreads. (https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prepare/transmission.html). 4 Maret 2020.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app