Pentingnya Buang Air Kecil Setelah Berhubungan Seks Bagi Wanita

Dipublish tanggal: Jun 21, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 5, 2019 Waktu baca: 2 menit
Pentingnya Buang Air Kecil Setelah Berhubungan Seks Bagi Wanita

Banyak wanita yang belum mengetahui bahwa buang air kecil usai berhubungan seks sangat dianjurkan. Kebiasaan menunda kencing justru akan membawa dampak negatif. Sebaiknya setelah berhubungan intim dengan pasangan, buang air kecil secepatnya dan jangan malas-malasan. Mengapa demikian? Buang air kecil setelah melakukan seks bisa mencegah infeksi saluran kencing.

Profesor obstetrik dan ginekologi dari New York University, dr. Frederick Naftolin, menyatakan bahwa wanita rentan terkena infeksi saluran kencing ketimbang pria. Hal ini karena letak vagina dekat dengan uretra dan anus. Dengan begitu bakteri dari anus akan lebih mudah menyebar sebab jaraknya yang memang cukup dekat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Berbeda untuk kasus pria, mereka tidak perlu buru-buru buang air kecil setelah melakukan seks. Kaum pria memiliki pembuluh yang lebih panjang sehingga risiko terkena infeksi sangat kecil. Disamping itu tidak ada bakteri yang berpotensi menyakiti kandung kemih pada pria, sehingga meski tidak buang air kecil secepatnya, infeksi tidak akan terjadi.

Karena risiko wanita terkena infeksi saluran kencing cukup besar, sangat dianjurkan supaya buang air kecil setelah berhubungan intim. Hal tersebut bertujuan agar bakteri bisa langsung keluar melalui air kencing sebelum masuk dan menyebar kedalam tubuh.

Sekilas Mengenai Infeksi Saluran Kencing

Seberapa bahayakah infeksi saluran kencing bagi wanita? Jenis penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang organ saluran kencing seperti kandung kemih, ginjal, dan uretra. Gejalanya cukup menyiksa yaitu timbul rasa perih saat kencing dan sering buang air kecil namun yang keluar hanya sedikit. Selain itu punggung bagian bawah terasa nyeri dan kondisi air kencing berdarah.

Infeksi yang terjadi pada saluran kencing erat kaitannya dengan kegiatan seks. Bakteri penyebab penyakit tersebut dapat masuk kedalam tubuh melalui hubungan seks. Selanjutnya bakteri akan menjalar ke uretra dan memicu infeksi. Lantas darimana bakteri-bakteri tersebut berasal? Sumbernya bisa berasal dari jari dan tangan, kondom, sex toy, penis, dan objek lainnya. Untuk mencegah bakteri masuk kedalam kandung kemih dan uretra, wanita dianjurkan untuk buang air kecil secepatnya setelah melakukan kegiatan seks.

Sebenarnya infeksi saluran kencing juga bisa menyerang pria, meski kasusnya hanya 20% saja. Meski jarak antara penis dan kandung kemih pada pria tidak berdekatan, tetap disarankan untuk buang air kecil untuk mencegah penyebaran bakteri. Jadi baik wanita maupun pria, sama-sama dianjurkan untuk membersihkan organ intim usai melakukan aktivitas seks.

Bolehkah Menunda Buang Air Kecil Setelah Seks? Berapa Lama Toleransinya?

Setelah melakukan hubungan intim, pasangan kadang enggan untuk beranjak dari tempat tidur. Walaupun buang air kecil setelah seks menjadi keharusan terutama bagi wanita. Namun tidak terlalu buru-buru juga. Ada jeda yang bisa digunakan namun juga tidak boleh terlalu lama. Jika desakan untuk buang air kecil sudah muncul, sebaiknya jangan ditahan. Buang air kecil dengan segera bisa mencegah masuknya bakteri kedalam tubuh. Tapi jika sudah beberapa jam tidak muncul keinginan untuk kencing, minum air putih yang banyak atau konsumsi makanan yang dapat menambah cairan tubuh.

Jadi meski buang air kecil setelah seks terlihat sepele, namun efeknya cukup besar bagi kesehatan tubuh khususnya organ saluran kencing. Mencegah infeksi pada organ intim yang disebabkan oleh bakteri, kuman, dan mikroorganisme lainnya juga bisa dilakukan dengan rutin membersihkan area tersebut. Untuk wanita, bersihkan vagina dengan air hangat dan hindari pemakaian pembersih yang mengandung pewangi agar keseimbangan pH vagina tetap terjaga.  

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Health behavior and urinary tract infection in college-aged women. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2324774)
Why You Should Pee After Sex. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/why-you-should-pee-after-sex-4172822)
Peeing after sex: Benefits, UTI prevention, and more. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/327380.php)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Ketahui Kondisi Kesehatan Tubuh Anda Melalui Warna Urin
Ketahui Kondisi Kesehatan Tubuh Anda Melalui Warna Urin

Banyak faktor yang bisa menyebabkan perubahan warna urin seperti makanan atau minuman yang Anda konsumsi seharian, serta karena suatu kondisi atau penyakit tertentu. Oleh karena itu, perhatikan juga penyebab dan gejala lain yang mengikuti perubahan warna urin Anda, terutama jika perubahan warna urin diiringi dengan rasa panas, nyeri seperti terbakar, nyeri saat buang air kecil, atau perih.

Buka di app