Pengaruh Merokok terhadap Penurunan Daya Tahan Tubuh

Dipublish tanggal: Mei 29, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Pengaruh Merokok terhadap Penurunan Daya Tahan Tubuh

Merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis seperti kanker paru, jantung koroner, stroke dan penyakit lainnya. Bahkan yang mungkin kurang diketahui adalah bahwa merokok sebenarnya dapat menurunkan daya tahan tubuh. Akibatnya perokok menjadi lebih rentan terkena penyakit.

Bahan berbahaya yang ada di dalam Rokok

Untuk mengetahui mengapa rokok berbahaya, maka sebelumnya anda harus mengetahui bahan apa saja yang terkandung dalam sebatang rokok. Rokok sendiri mengandung 4000 zat di dalamnya dimana 200 di antaranya merupakan zat berbahaya yang seharusnya tidak masuk ke dalam tubuh. Kandungan zat inilah yang membuat rokok menjadi berbahaya. Kandungan zat ini seperti:

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19
  • Asam asetat: bahan ini adalah bahan untuk cat rambut
  • Amonia: bahan untuk pembersih rumah
  • Arsenik: untuk racun tikus
  • Aseton: untuk cairan pembersih kuku/kuteks
  • Benzene: ada pada semen karet
  • Butane: merupakan zat yang ada di cairan korek
  • Formaldehida: cairan pengawet
  • Hexamine: ada di cairan korek barbekyu
  • Karbon monoksida
  • Kadmium: merupakan komponen asam baterai
  • Lead (timbal)
  • Methanol: bahan bakar roket
  • Naftalena: zat untuk kapur barus
  • Nikotin
  • Tar

Penyebab rokok mempengaruhi sistem Daya Tahan Tubuh

Kandungan racun (karsinogen) pada rokok menjadi penyebab utama masalah kesehatan pada tubuh. Racun karsinogen merupakan penyebab kanker sementara karbon monoksida dalam rokok akan mengikat oksigen yang seharusnya diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. 

Penyakit yang ditimbulkan dari rokok ini membuat tubuh kesulitan untuk melawan berbagai bibit penyakit di lingkungan dikarenakan harus berjuang melawan racun dari asap rokok dan mengatasi kerusakan organ.

Rokok dapat menyebabkan jumlah antibodi dalam tubuh berkurang. Antibodi merupakan protein darah yang berperan untuk melawan bibit penyakit yang masuk dalam tubuh.

Rokok juga menyebabkan sel darah putih dalam tubuh meningkat. Dimana sel darah putih diperlukan untuk melawan infeksi dalam tubuh. Sayangnya, pada tubuh seorang perokok, sel darah putih ini bekerja ekstra karena harus melawan kerusakan dan radang yang ada dalam tubuh. 

Akibatnya sel darah putih akan diproduksi lebih banyak. Sel darah putih ini pun akan menjadi kurang responsif terhadap berbagai penyakit yang datang.

Kondisi penyakit lainnya yang disebabkan oleh Kebiasaan Merokok

1. Menghambat Aliran Darah

Rokok menghambat aliran darah karena kandungan zat nikotin dalam rokok dapat menyebabkan pengentalan darah. Akibatnya mineral, oksigen dan berbagai nutrisi dalam darah tidak dapat diserap optimal dalam tubuh. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Dampak selanjutnya adalah peradangan pada bagian dalam dan luar tubuh menjadi lebih lama untuk sembuh

2. Kadar Antioksidan Berkurang

Radikal bebas adalah senyawa berbahaya yang kemudian akan ditangkal oleh keberadaan antioksidan yang berasal dari vitamin C. Antioksidan juga berfungsi untuk memperbaiki kerusakan organ. 

Namun, pada tubuh perokok, kandungan zat antioksidan ini akan semakin berkurang dibanding orang yang tidak merokok.

3. Kerusakan Saluran Pernapasan

Efek rokok paling awal terhadap kesehatan adalah kerusakan saluran pernapasan. Racun yang terdapat dalam rokok menyebabkan iritasi dan timbul lendir di dalam saluran pernapasan. Akibatnya terjadi infeksi pada tenggorokan hingga paru-paru.

Tips untuk mengurangi dampak buruk Rokok

Untuk mengurangi dampak buruk merokok tentunya dengan berhenti merokok. Hanya saja, tubuh akan memerlukan waktu ekstra agar dapat mendetoksifikasi racun-racun yang sudah dihirup ke dalam tubuh. Untuk itu tips berikut berguna untuk mengurangi bahaya dari rokok yang sudah terlanjur terhirup:

  • Olahraga teratur
  • Memperbaiki Pola Makan
  • Makan-makanan kaya nutrisi dan Vitamin
  • Menghindari sumber penularan penyakit

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Paul, Jibi & Rahman, Khairul. (2017). The effects of physical exercise on Cardiac Endurance among smokers. International Journal of Pharma and Bio Sciences. 8. 10.22376/ijpbs.2017.8.3.b678-685. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/318288885_The_effects_of_physical_exercise_on_Cardiac_Endurance_among_smokers)
Cigarette smoking: an underused tool in high-performance endurance training. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3001541/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app