Cegah Kanker Kulit Akibat Matahari

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 1 menit
Cegah Kanker Kulit Akibat Matahari

Dalam menjalankan aktifitas sehari-hari Anda, mau tidak mau, memaksa Anda untuk terpapar panasnya sinar matahari, misalnya, saat Anda sedang menunggu angkutan umum dijalan atau saat berolahraga. Sadarkah Anda dengan bahaya sinar matahari tersebut?

Terlalu sering terpapar sinar matahari, secara perlahan dapat merusak mata dan serat pada kulit Anda yang disebut juga dengan elastin. Saat serat itu rusak, kulit Anda akan mengendur, merenggang dan menyebabkan keriput, bintik-bintik bahkan kanker kulit (melanoma). Penggelapan warna kulit juga merupakan salah satu bentuk dari reaksi kulit terhadap sinar matahari.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Adapun akibat lain dari terlalu sering terpapar sinar matahari adalah :

  • Tumor jinak.
  • Warna kulit tidak merata.
  • Melebarnya pembuluh darah.
  • Penuaan dini.

Berikut beberapa cara untuk mencegah kerusakan kulit dan kanker akibat sinar matahari, yaitu :

  • Selalu menggunakan tabir surya, terutama pada bagian wajah, tangan dan kaki, bagian-bagian tubuh ini adalah yang paling sering terkena sinar matahari. Gunakan tabir surya yang memiliki kandungan SPF tigapuluh atau lebih, limabelas hingga tigapuluh menit sebelum Anda keluar dari rumah. Oleskan kembali setiap sekitar tiga jam sekali, karena keringat bisa menghapus tabir surya tersebut.
  • Jika Anda mengalami kebotakan, oleskan pula pada kulit kepala Anda, atau gunakan topi.
  • Gunakan kosmetik yang juga mengandung tabir surya. Umumnya keterangan mengenai kandungan tabir surya, tertera pada kemasan.
  • Gunakan pakaian tertutup atau payung.
  • Hindari terkena sinar matahari langsung selama jam sepuluh hingga jam empat sore.
  • Hindari menggunakan tanning bed atau tanning lamp.

Perhatikan jika ada bintik atau bercak yang melebar, berubah bentuk, berubah warna dan terasa sakit pada kulit Anda, bisa saja itu adalah gejala dari kanker kulit. Segera periksakan kesehatan Anda.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Skin Cancer Prevention - The Skin Cancer Foundation. The Skin Cancer Foundation. (https://www.skincancer.org/skin-cancer-prevention/)
How to Stay Safe in the Sun to Prevent Skin Cancer. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/sun-safety-101-3010829)
Reducing the Risk of Skin Cancer - The Surgeon General's Call to Action to Prevent Skin Cancer. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK247163/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app