Bercanda Tarik Kursi Bisa Bikin Patah Tulang Belakang, Kok Bisa?

Dipublish tanggal: Sep 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 16, 2019 Waktu baca: 2 menit
Bercanda Tarik Kursi Bisa Bikin Patah Tulang Belakang, Kok Bisa?

Kasus patah tulang belakang akibat bercanda tarik kursi bukanlah kasus pertama yang terjadi di sekolah. Bukannya berakhir dengan saling tertawa, kebanyakan korban 'bercandaan' justru harus menahan sakit seumur hidup akibat cedera yang dialaminya.

Bercanda bersama teman memang menjadi hal paling mengesankan di kelas. Namun juga harus hati-hati dan tak boleh kelewatan. Seperti kasus yang satu ini, tindakan yang awalnya dicap sebagai bercandaan malah berujung malapetaka bagi korban.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Fisioterapi via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket fisioterapi hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia p01 fisioterapi

Kenapa bercanda tarik kursi bisa sebabkan patah tulang belakang?

Di dalam tubuh manusia, ada sekitar 33 tulang yang membentuk struktur tulang belakang. Kumpulan tulang tersebut berperan untuk melindungi sumsum tulang belakang. 

Ketika seseorang mengalami patah tulang belakang, berarti ada salah satu atau lebih tulang belakang yang mengalami fraktur. Melansir dari Cleveland Clinic, sekecil apa pun hantaman atau trauma di area tulang belakang bisa menyebabkan cedera hingga patah tulang.

Contohnya ketika seseorang ingin duduk kemudian temannya menarik kursi tersebut, korban tentu akan reflek jatuh ke belakang dan biasanya dalam posisi duduk. Sepanjang tulang ekor hingga tulang belakang secara spontan akan merasakan tekanan yang kuat melebihi kapasitasnya menahan beban tubuhnya sendiri.

Akibatnya, tulang tidak kuat menahan tekanan berlebih sehingga berisiko memicu tulang retak sampai patah. Bila sampai mengenai saraf di tulang ekor, maka nyeri yang ditimbulkan bisa sampai berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Bahkan kalau korban jatuh ke belakang dengan keras, maka tidak menutup kemungkinan hal ini menyebabkan tulang belakang retak. Dampak fatalnya, korban dapat mengalami kelumpuhan jika trauma yang terjadi sampai merobek saraf di sekitar pinggang hingga kaki - meskipun kemungkinannya sangat kecil.

Apa tanda dan gejala patah tulang belakang?

Nyeri parah di lokasi patah tulang merupakan gejala patah tulang yang paling utama. Jika punggung terasa semakin sakit saat bergerak, maka ini juga bisa jadi kemungkinan seseorang mengalami patah tulang belakang.

Iklan dari HonestDocs
Fisioterapi Pasca Stroke 5 Kali Visit di NK Health

Untuk Pemulihan Pasien, pasca pemulihan dari rawat inap stroke. Latihan termasuk Anamnesa dan Tes Khusus, dengan terapi Bobath Method, Breathing Exercise, PNF (Procioceptive Neuromuscular Stabilization), Modality dan Exercise Therapy. Paket in untuk single visit (5x) dan tidak termasuk konsultasi dokter & Pemeriksaan Penunjang ( Rontgen, MRI, CT-Scan).

Fisioterapi pasca stroke 1x visit di nk health

Penderita juga dapat merasakan sensasi mati rasa, kesemutan, hingga nyeri di sepanjang tulang belakang. Kondisi ini umumnya dirasakan bila tulang yang patah sampai menekan saraf tulang belakang.

Bisakah patah tulang belakang disembuhkan?

Jika nyeri di sekitar pinggang hingga tulang belakang tidak sembuh-sembuh, apalagi Anda baru saja terjatuh dalam posisi duduk, segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan melakukan foto rontgen untuk mengecek kondisi tulang Anda.

Fraktur atau patah tulang ringan bisanya bisa sembuh sendiri dan tidak butuh operasi. Pasien dapat diberikan ibuprofen atau naproxen untuk membantu meredakan nyerinya.

Namun kalau ditemukan patah tulang belakang yang cukup parah, dokter dapat menyarankan tindakan operasi untuk memperbaiki kondisi tulang. Kemudian pasien akan diberikan brace penyangga tulang belakang guna membantu mengurangi rasa sakit dan mencegah deformitas tulang.

Oleh karena itu, mulai sekarang jangan lagi melakukan bercandaan tarik kursi kalau tidak ingin mengalami cedera. Alih-alih mengundang tawa, malah jadi malapetaka.

8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Spoonamore M. (n.d.). Thorocolumbar spine fractures. (http://www.uscspine.com/conditions/spine-fractures.cfm)
Spoonamore M. (n.d.). Cervical spine fractures and dislocations. (http://www.uscspine.com/conditions/neck-fractures.cfm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app