Kesehatan Fisik

Memahami Nilai Normal Leukosit Pada Dewasa dan Anak

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mei 29, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Fungsi leukosit adalah memberikan perlindungan bagi tubuh dengan melawan kuman penyebab infeksi atau penyakit atau infeksi.
  • Nilai leukosit normal pada bayi baru lahir sekitar 9.000-30.000 sel/mm3, sedangkan pada bayi-balita adalah 5.700-18.000 sel/mm3.
  • Nilai leukosit normal pada anak usia 10 tahun adalah 4.500-13.500 sel/mm3, sementara pada orang dewasa adalah 4.500-10.000 sel/mm3,.
  • Khusus untuk wanita, nilai leukosit normal pada ibu hamil sekitar 6.000-17.000 sel/mm3, sedangkan setelah melahirkan mencapai 9.700-25.700 sel/mm3.
  • Jika jumlah leukosit di atas batas normal (leukositosis), ini bisa jadi pertanda adanya infeksi atau reaksi radang akut dalam tubuh. Sedangkan jika kadar leukosit lebih rendah (leukopenia) dapat disebabkan oleh virus dan parasit malaria atau penggunaan alkohol dan obat-obatan.
  • Lakukan pemeriksaan tes darah di laboratorium untuk mengetahui normal atau tidaknya jumlah sel darah putih atau leukosit Anda.

Agar dapat berfungsi dengan optimal sebagaimana mestinya, maka komponen apapun dalam tubuh kita harus berada dalam ambang yang normal, termasuk leukosit atau sel darah putih. Karena beberapa hal, jumlah leukosit bisa saja terlalu tinggi atau rendah. Memangnya, berapa nilai normal leukosit pada orang dewasa dan anak-anak? Berikut jawabannya.

Berapa jumlah leukosit yang normal?

Leukosit atau sel darah putih merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Fungsi leukosit adalah memberikan perlindungan bagi tubuh dengan melawan kuman penyebab infeksi atau penyakit atau infeksi, sel tumor, maupun zat asing lainnya yang berbahaya.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Leukosit dihasilkan oleh sistem hematopoietik dan beredar di dalam tubuh sebagai bagian dari komponen darah. Ada beberapa jenis penilaian yang digunakan untuk menyatakan normal tidaknya leukosit.

Pada dasarnya, nilai leukosit yang normal akan berbeda-beda pada anak maupun orang dewasa. Berikut nilai normal leukosit sesuai usia:

  • Leukosit normal neonatus adalah 9.000-3.0000 sel/mm3
  • Leukosit normal bayi-balita adalah 5.700-18.000 sel/mm3
  • Leukosit normal pada anak 10 tahun adalah 4.500-13.500/mm3
  • Leukosit normal pada orang dewasa adalah 4.500-10.000 sel/mm3
  • Leukosit normal pada ibu hamil adalah 6.000-17.000 sel/mm3
  • Leukosit normal ibu setelah melahirkan 9.700-25.700 sel/mm3

Apa penyebab jumlah leukosit meningkat?

Jika terjadi peningkatan jumlah leukosit di atas batas normal, maka kondisi ini disebut dengan leukositosis. Leukosit yang meningkat bisa menjadi pertanda adanya suatu proses infeksi atau reaksi radang akut, seperti:

  • Pneumonia atau radang paru-paru
  • Meningitis atau radang selaput otak
  • Apendisitis atau radang usus buntu
  • Tonsilitis
  • Tuberkulosis (TBC), dan peradangan lainnya

Pada keadaan tertentu peningkatan juga dapat disebabkan oleh peggunaan sejumlah obat-obatan seperti aspirin, prokain, alopurinol, dan antibiotik terutama golongan ampisilin, eritromisin, streptomisin, dan kanamisin.

Baca Juga: 7 Penyebab Leukosit Tinggi (Leukositosis)

Bagaimana jika kadar leukosit rendah, apakah berbahaya?

Penurunan jumlah leukosit disebut sebagai leukopenia. Kondisi ini dapat terjadi pada infeksi tertentu, terutama yang disebabkan oleh virus dan parasit malaria. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Selain itu, penurunan juga dapat disebabkan oleh penggunaan alkohol dan sejumlah obat-obatan seperti:

  • Parasetamol
  • Obat kemoterapi kanker
  • Obat antidiabetika oral
  • Antibiotik terutama golongan penisillin, cephalosporin, kloramfenikol, dan sulfonamid.

Baca Selengkapnya: Leukosit Rendah, Apa Artinya?

Cara menghitung tiap jenis leukosit

Normal atau tidaknya leuksoit hanya bisa didapatkan lewat pemeriksaan laboratorium. Perhitungan jenis leukosit disebut differential count, atau biasa disingkat diff count.

Diff count adalah penghitungan jumlah tiap jenis leukosit yang terdapat di dalam dalam darah. Hitung jenis sel darah putih dilakukan berdasarkan proporsi tiap jenis yang dibandingkan dengan seluruh jumlah leukosit dalam darah. Hal ini dinyatakan dalam persentase.

Berikut ini beberapa presentase normal hitung jenis leukosit :

  • Basofil memiliki presentase 0-1%, peningkatannya disebut sebagai Basofilia
  • Eosinofil memiliki presentase 1-3%, peningkatannya disebut sebagai Eosinofilia
  • Netrofil batang memiliki presentase 3-5% ,peningkatannya disebut sebagai Netrofilia
  • Netrofil segmen memiliki prestase 50-70%, peningkatannya disebut sebagai Netrofilia
  • Limfosit memiliki presentase 25-35%, peningkatannya disebut sebagai limfositosis
  • Monosit memiliki presentase 4-6%, peningkatannya disebut sebagai monositosis

Peningkatan jumlah netrofil yang relatif terhadap limfosit dan monosit disebut sebagai hitung jenis leukosit shift to the left. Hal ini biasa terjadi pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan parasit malaria.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Selain infeksi, beberapa kondisi noninfeksi juga dapat menyebabkan shift to the left seperti pada asma dan penyakit alergi lainnya, keadaan luka bakar, keracunan merkuri (raksa), anemia pernisiosa, dan polisitemia vera.

Peningkatan jumlah limfosit dan monosit yang terhadap netrofil disebut sebagai hitung jenis leukosit shift to the right. Hal ini biasa terjadi pada infeksi yang disebabkan oleh virus. Selain infeksi, beberapa kondisi noninfeksi juga dapat menyebabkan shift to the right seperti keracunan timbal, aspirin, dan fenitoin.

Penilaian hitung jenis leukosit secara tunggal jarang sekali dapat memberikan nilai diagnostik. Kecuali pada beberapa penyakit alergi di mana kadar eosinofil yang sering ditemukan mengalami peningkatan.

Namun apabila hasil pemeriksaan jumlah leukosit dan hitung jenis leukosit digunakan secara bersamaan, ini tidak hanya menunjukkan nilai normal, tetapi jauh daripada itu dapat memberikan gambaran yang spesifik mengenai kejadian dan proses penyakit yang terjadi di dalam tubuh terutama pada penyakit infeksi. 

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
WBC (White Blood Cell) Count: Purpose, Procedure, and Results. Healthline. (https://www.healthline.com/health/wbc-count)
White blood cells: Function, ranges, types, and more. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/327446.php)
Complete Blood Count (CBC) Test: Purpose & Normal Range of Results. WebMD. (https://www.webmd.com/a-to-z-guides/complete-blood-count)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Leukosit Tinggi: Ini Penyebab dan Gejalanya
Leukosit Tinggi: Ini Penyebab dan Gejalanya

Pola hidup yang tidak sehat seperti merokok dapat memicu peningkatan leukosit. Konsumsi obat-obatan seperti kortikosteroid, epinefrin, dan myelofibrosis yang merupakan kelainan sumsum tulang yang menganggu produksi sel darah normal.

Buka di app