Mengenal Prosedur Sleeve Gastrectomy Untuk Mengurangi Berat Badan

Dipublish tanggal: Feb 23, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 11, 2019 Waktu baca: 4 menit
Mengenal Prosedur Sleeve Gastrectomy Untuk Mengurangi Berat Badan

Apakah Prosedur Sleeve Gastrectomy?

Mungkin Anda sudah mencoba segala macam jenis diet, dan tak ada satupun diet yang efektif untuk menurunkan berat badan anda. Disaat yang bersamaan Anda sudah pasrah dan menyerah dengan kondisi genetik anda. 

Jika hal ini terjadi dan Anda tetap ingin mendapatkan tubuh ideal, Anda dapat mencoba suatu prosedur bedah yang dikenal dengan sebutan Sleeve Gastrectomy.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Sleeve Gastrectomy adalah suatu prosedur bedah yang menginduksi penurunan berat badan dengan membatasi asupan makanan. Prosedur ini dilakukan oleh dokter bedah dengan cara menghilangkan sekitar 75% lambung Anda. 

Prosedur ini dikenal dengan sebutan sleeve (lengan baju), karena pada akhirnya lambung Anda akan berbentuk seperti lengan baju yang hanya menyimpan lebih sedikit makanan. 

Sleeve Gastrectomy sekarang umumnya dapat berhasil digunakan sebagai prosedur yang bertujuan untuk menurunkan berat badan pada orang dengan BMI lebih dari 40.

Secara statistik penurunan berat badan yang dilaporkan dengan melakukan prosedur ini berkisar dari 60% dari berat berlebih; hasil yang lebih baik diperoleh dengan kepatuhan yang baik terhadap pedoman diet dan pola hidup yang sehat. 

Dengan olahraga teratur, dan kebiasaan makan yang baik, pasien yang menjalani Sleeve Gastrectomy akan menikmati dan mempertahankan penurunan berat badan yang baik.

Kebanyakan pasien menemukan bahwa setelah proses pemulihan, mereka dapat dengan nyaman memakan berbagai macam makanan, termasuk daging dan sayuran berserat. Tidak seperti pita lambung dan bypass lambung, Sleeve Gastrectomy adalah prosedur permanen.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Menghilangkan sebagian lambung akan mengurangi tingkat hormon yang disebut ghrelin, yang biasa disebut sebagai "hormon kelaparan". Jadi, banyak orang menemukan bahwa mereka jauh lebih sedikit lapar setelah bedah gastrektomi.

Kelebihan melakukan Sleeve Gastrectomy

Sleeve Gastrectomy menginduksi penurunan berat badan yang cepat dan efektif sebanding dengan operasi bypass lambung. Pasien dapat kehilangan 50% atau lebih dari kelebihan berat badan mereka dalam tiga tahun. 

Prosedur ini tidak memerlukan implantasi band, juga tidak merutekan ulang proses pencernaan. Perubahan hormonal setelah prosedur membantu pasien merasa kenyang, makan lebih sedikit, serta memperbaiki kondisi diabetes.

Kekurangan Sleeve Gastrectomy

Seperti prosedur bedah lainnya, Sleeve Gastrectomy adalah prosedur bedah yang permanen. Tingkat komplikasi bedah Sleeve Gastrectomy sebanding dengan bypass lambung tradisional. Pasien beresiko mengalami kekurangan nutrisi jangka panjang.

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

Meso slimming treatment di reface clinic

Makanan yang tidak boleh dimakan setelah menjalani prosedur Sleeve Gastrectomy

Untuk mendapatkan hasil yang sempurna, setelah Anda melakukan Sleeve Gastrectomy, Anda perlu menjaga pola makan Anda, agar penurunan berat badan dapat terjadi secara efektif. 

Setelah melakukan prosedur Sleeve Gastrectomy, ada 4 fase, dimana pada tiap tiap fase ada tahapan-tahapan makanan-makanan yang tidak bisa Anda makan.

Diet pada orang post operasi Sleeve Gastrectomy terdiri dari 4 fase. Keempat fase tersebut dilakukan dengan tujuan orang yang baru melakukan operasi Sleeve Gastrectomy dapat beralih ke makanan padat. 

Beberapa dokter juga memerlukan diet pra-operasi khusus untuk mengoptimalkan kesehatan menjelang operasi. Setiap orang harus mendiskusikan rincian diet pra-operasi yang sehat dengan dokter mereka karena diet yang tepat bervariasi dari orang ke orang.

Fase 1

Fase 1 biasanya berlangsung selama sekitar satu minggu setelah operasi. Selama waktu ini, hanya boleh mengonsumsi cairan bening. Tetap terhidrasi dengan baik agar dapat mempercepat proses penyembuhan dan membantu dengan gejala, seperti mual dan muntah.

Meskipun sulit untuk tetap pada diet cairan yang jernih, kebanyakan orang merasa sedikit atau tidak ada rasa lapar di hari-hari pertama setelah melakukan operasi. Mereka juga harus menghindari mengkonsumsi:

  • Minuman berkafein, seperti teh dan kopi
  • Minuman manis, seperti jus buah
  • Minuman berkarbonasi
  • Soda

Fase 2

Pada fase 2, bubuk protein bebas gula harus ditambahkan ke dalam diet.

Seminggu hingga 10 hari setelah operasi, kebanyakan orang yang telah menjalani operasi Sleeve Gastrectomy akan mulai merasa lapar kembali.

Selama tahap ini, mereka beralih ke diet cair lengkap yang kaya protein. Tujuannya harus memenuhi berbagai nutrisi yang sehat tetapi untuk menghindari makanan mengandung tinggi gula dan makanan dengan nilai gizi rendah. Makanan yang harus dihindari adalah:

  • Makanan manis
  • Makanan tinggi lemak, seperti yogurt whole-milk
  • Makanan chunky, seperti sup sayuran

Fase 3

Transisi ke fase 3 dapat termasuk menambahkan makanan lunak padat nutrisi, seperti telur orak-arik. Orang-orang yang telah mengalami transisi operasi Sleeve Gastrectomy dapat mulai mengkonsumsi makanan lunak pada fase 3.

Mereka harus terus memenuhi 60 g hingga 80 g protein setiap hari dan tetap terhidrasi dengan baik. Anda dapat mengkonsumi makanan lunak, tetapi ada baiknya untuk menghindari berbagai makanan seperti:

  • Makanan manis
  • Roti
  • Kulit dan biji-bijian dari sayuran dan buah-buahan
  • Makanan berlemak, terutama minyak dan mentega
  • Sayuran mentah yang keras
  • Pasta putih dan nasi

Fase 4

Sekitar 4 minggu setelah operasi, aman bagi seseorang untuk beralih ke makanan padat. Setiap orang harus terus minum protein shake, untuk memenuhi 60 g hingga 80 g protein per hari. 

Mereka harus memastikan mereka tetap terhidrasi tetapi usahakan untuk minum 30 menit setelah makan, karena volume lambung yang kecil.

Mengambil multivitamin bariatric harian, seperti yang direkomendasikan oleh dokter, juga bisa menjadi bagian dari fase ini. Makan dalam porsi kecil namun sering. Beberapa makanan lain yang harus dihindari harus mencakup:

  • Roti dan biji-bijian putih
  • Camilan manis
  • Makanan kemasan, seperti keripik kentang
  • Minyak goreng
  • Gorengan
  • Soda
  • Makanan penutup (kue dan makanan manis lainnya)
  • Makanan yang sangat tinggi kalori 

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Riggin EA. Allscripts EPSi. Mayo Clinic, Rochester, Minn. Jan. 26, 2017.
Cameron JL. Laparoscopic surgery for morbid obesity. In: Current Surgical Therapy. Philadelphia, Pa.: Elsevier; 2017. http://www.clinicalkey.com.
Khatri VP. Laparoscopic sleeve resection with duodenal switch. In: Atlas of Advanced Operative Surgery. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2013. http://www.clinicalkey.com.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app