Menentukan Efektivitas Alat KB untuk Mencegah Kehamilan

Dipublish tanggal: Mei 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Menentukan Efektivitas Alat KB untuk Mencegah Kehamilan

Pilihan menggunakan alat kontrasepsi oleh pasangan suami istri memiliki berbagai macam alasan. Ada yang memang belum siap memiliki anak, ada juga yang membutuhkan waktu jeda untuk selanjutnya memiliki anak. 

Berbagai alasan tersebut sama-sama merujuk pada penggunaan alat KB yang dikenal bisa menekan jumlah anak dalam keluarga. Kita mengenal KB atau keluarga berencana sejak zaman Pak Soeharto.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Birth Control (Kontrasepsi) via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket birth control (kontrasepsi) hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h12 birth control %28kontrasepsi%29

Terdapat banyak alat KB yang diperkenalkan, satu di antaranya yang paling populer dan dianggap sangat simple adalah pil KB. Banyak yang menggunakan pil KB karena sangat merakyat sampai merambah ke pedesaan. Cara ini memang amat sederhana, namun akan beresiko ketika istri lupa meminum pil KB. 

Selain pil KB, yang biasanya terlupakan untuk kembali digunakan adalah kondom dari pihak laki-laki.

Tingkat efektivitas KB pada 100 pasangan

Untuk tingkat efektivitas berbagai jenis KB yang digunakan, kita bisa menilainya dari beberapa penggambaran kurang lebih 100 pasangan di bawah ini. Anda akan tahu seberapa efektif alat KB jika kondisinya adalah:

  • Alat KB tergolong benar-benar manjur atau benar-benar efektif apabila tidak ada satu pun pasangan yang hamil selama menggunakan pil KB.
  • Sementara untuk kategori sangat efektif terjadi apabila dari 100 pasangan terdapat 1 sampai 2 pasangan hamil ketika menggunakan alat KB.
  • Kemudian bila kondisinya dari 100 pasangan terdapat sebanyak 2 sampai 12 pasangan yang hamil, otomatis kategori tersebut tergolong efektif.
  • Terbilang cukup efektif juga apabila dari 100 pasangan pengguna KB terdapat sebanyak 13 sampai 20 pasangan yang hamil.
  • Selanjutnya kategori kurang efektif apabila dari 100 pasangan ternyata ada 20 sampai 40 pasangan yang hamil padahal sedang menggunakan alat KB.
  • Terakhir sama sekali tidak efektif karena kondisinya semua pasangan hamil saat menggunakan KB.

Perbandingan efektivitas alat KB

Setelah melihat efektivitas berbagai alat KB yang diterapkan pada 100 pasangan di atas, selanjutnya kita buat perbandingan dari sekian banyak metode kontrasepsi yang digunakan.

  • Misalkan Anda dan pasangan konsisten tidak melakukan seks maka otomatis kemungkinan hamil nihil dan metode ini tergolong amat efektif serta bisa melindungi Anda dari penyakit kelamin.
  • Jika yang digunakan adalah metode KB koyo maka kemungkinan jumlah pasangan yang hamil dari 100 adalah 8. Metode ini masih efektif, namun tidak menjamin Anda aman dari paparan penyakit kelamin. Demikian juga dengan metode pil KB dan cincin vagina.
  • Lantas jika alat KB yang digunakan adalah kondom wanita maka kemungkinan hamil adalah 20 berbanding 100, di mana terbilang kurang efektif dan tidak mengamankan Anda dari penyakit kelamin.
  • Sementara untuk penggunaan kondom pria, tingkat kemungkinan hamil mencapai 18 dari 100 pasangan. Untuk metode ini terbilang cukup efektif, namun tidak menjamin Anda bersih dari kemungkinan penyakit menular.
  • Untuk suntikan KB terbilang KB yang efektif karena disinyalir dari 100 pasangan hanya aka nada 3 pasangan yang hamil. Lagi-lagi, bersih dari penyakit kelamin bukan jaminan.

Hal-hal yang harus dipertimbangkan ketika menentukan KB

Jika memperhatikan hal di atas tentu Anda akan tergiur untuk menggunakan alat kontrasepsi dengan tingkat akurasi paling tinggi. Tapi, nyatanya menentukan penggunaan pil KB tidak bisa hanya dari hal di atas saja. Ada berbagai penilaian lainnya yang harus Anda perhatikan, seperti:

  • Kemudahan mendapatkan alat KB bersangkutan.
  • Biaya yang dibutuhkan untuk menggunakan KB tertentu.
  • Seberapa fit kondisi pengguna KB dengan jenis KB yang dipilih.

Dari berbagai hal di atas Anda bisa memilih untuk menggunakan alat KB yang dalam artian sesuai dengan kondisi tubuh Anda sendiri. Yang terpenting adalah konsultasikan dulu dengan dokter.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Family planning/Contraception. World Health Organization (WHO). (Accessed via: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/family-planning-contraception)
Contraception - Reproductive Health. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (Accessed via: https://www.cdc.gov/reproductivehealth/contraception/index.htm)
EFFECTIVENESS OF FAMILY PLANNING METHODS. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (Accessed via: https://www.cdc.gov/reproductivehealth/contraception/unintendedpregnancy/pdf/Family-Planning-Methods-2014.pdf)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app