HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Memperbaiki Kualitas Sperma dengan Rutin Berolahraga

Berdasarkan hasil penelitian, pria yang melakukan olahraga 3-5 kali seminggu akan memiliki sperma yang lebih berkualitas dibandingkan dengan pria yang tidak berolahraga. Jenis olahraga yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas sperma adalah olahraga yang sedang.
Dipublish tanggal: Jul 11, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Memperbaiki Kualitas Sperma dengan Rutin Berolahraga

Setiap pria pasti menginginkan kesuburan yang baik. Kesuburan pada pria ditandai dengan kualitas sperma yang dihasilkan. Sperma yang sehat dan berkualitas memiliki bentuk, jumlah, dan gerak yang normal. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sperma adalah melakukan olahraga. 

Olahraga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh juga akan lancar. Hal inilah yang menyebabkan olahraga secara rutin dapat meningkatkan kualitas sperma.

Iklan dari HonestDocs
Beli AFOLAT TAB 100S via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Afolat tab 100s 1

Berdasarkan hasil penelitian, pria yang melakukan olahraga 3-5 kali seminggu akan memiliki sperma yang lebih berkualitas dibandingkan dengan pria yang tidak berolahraga. Jenis olahraga yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas sperma adalah olahraga yang sedang. 

Pria yang rutin melakukan olahraga sedang mengalami peningkatan volume sperma sebesar 18%, mortalitas meningkat 12% dan morfologi meningkat 17%.

Olahraga untuk meningkatkan kualitas sperma

Olahraga yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas sperma adalah olahraga kardio dan yoga.

1. Olahraga kardio

Olahraga kardio bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan paru-paru. Selain itu, rutin olahraga kardio juga akan meningkatkan stamina, sehingga tubuh menjadi lebih bugar. Olahraga kardio juga dapat membakar lemak dalam jumlah yang banyak, sehingga cepat menurunkan berat badan.

Bagi pria, melakukan olahraga kardio juga dapat meningkatkan kualitas sperma. Berdasarkan hasil penelitian, pria yang melakukan olahraga kardio memiliki kualitas mani yang lebih baik dibandingkan pria yang tidak berolahraga. 

Beberapa olahraga kardio yang dapat dilakukan adalah joging, berenang, lompat tali, jalan cepat, sepeda, hingga hiking.

Iklan dari HonestDocs
Beli AFOLAT TAB 100S via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Afolat tab 100s 1

Jogging ringan

Olahraga termudah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas sperma adalah joging ringan. Selain dapat meningkatkan kesuburan, jogging juga efektif menurunkan berat badan. Sebaiknya lakukan jogging secara rutin dengan durasi 30-45 menit. Melakukan jogging ringan secara rutin lebih efektif meningkatkan kesuburan dibandingkan melakukan jogging berat atau lari tetapi tidak teratur.

Berenang

Salah satu olahraga kardio yang menyenangkan saat dilakukan adalah berenang. Selain menyehatkan, berenang juga efektif membakar kalori serta menghasilkan hormon endorfin yang dapat menyebabkan perasaan gembira. Berenang juga aman dilakukan, karena tidak akan membebani siku, lutut, dan sendi.

2. Yoga

Yoga juga dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas sperma. Selain itu, yoga juga bermanfaat untuk mengurangi stres dan racun di dalam tubuh. Melakukan yoga secara rutin juga akan meningkatkan fleksibilitas tubuh, menguatkan otot, serta membakar kalori dalam jumlah yang banyak.

Hal yang perlu diperhatikan saat berolahraga

Berolahraga memang dapat meningkatkan kualitas sperma. Namun, melakukan olahraga yang salah justru dapat merusak sperma. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berolahraga.

1. Melakukan olahraga secara teratur

Agar sperma yang dihasilkan tetap berkualitas, maka olahraga yang dilakukan juga harus teratur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kesuburan pria akan berhenti setelah seminggu berhenti berolahraga. 

Bahkan jika olahraga dilakukan secara tidak teratur, maka kualitas sperma yang dihasilkan juga tidak mengalami peningkatan.

2. Hindari melakukan olahraga berat

Melakukan olahraga dengan intensitas tinggi justru dapat merusak sperma. Melakukan olahraga dengan intensitas sedang justru lebih efektif untuk meningkatkan kualitas sperma. Disarankan melakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 3 kali seminggu dengan durasi minimal 30 detik.

3. Melakukan gaya hidup sehat

Untuk meningkatkan kualitas sperma, melakukan olahraga harus diimbangi dengan gaya hidup yang sehat. Menghentikan kebiasaan merokok penting untuk dilakukan. Rokok mengandung zat berbahaya yang dapat mempengaruhi kualitas sperma. 

Selain itu, menjaga berat badan juga perlu dilakukan untuk menghasilkan sperma yang berkualitas.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
How to increase sperm count: 14 tips to boost fertility naturally. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/320010.php)
Exercise Might Boost Men's Sperm Counts, Study Finds. WebMD. (https://www.webmd.com/men/news/20131014/exercise-might-boost-mens-sperm-counts-study-finds)
Healthy sperm: Improving your fertility. Mayo Clinic. (http://www.mayoclinic.com/health/fertility/MC00023)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app