ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Mengenal Manfaat dan Aturan Minum Teh Jati Cina

Dipublish tanggal: Okt 20, 2020 Update terakhir: Okt 28, 2020 Waktu baca: 3 menit
Mengenal Manfaat dan Aturan Minum Teh Jati Cina

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Teh jati cina adalah herbal yang terbuat dari polong, buah, dan daun tanaman senna. Tersedia dalam bentuk daun kering (teh), suplemen, bubuk, hingga minuman sehat;
  • Senna mengandung sennosida, zat kimia yang mampu mengiritasi lapisan usus besar dan merangsang buang air besar dalam waktu 6-12 jam;
  • Terlalu banyak konsumsi teh jati cina hanya akan membuat tubuh kehilangan banyak air, bukan lemak tubuh. Teh jati cina tidak cocok untuk menurunkan berat badan;
  • Anda dapat mengonsumsi 15-30 mg suplemen senna per hari sebagai obat pencahar, maksimal 1 minggu untuk meminimalkan risiko efek samping;
  • Dalam bentuk teh, gunakan 1-2 gram daun senna kering dan seduh dengan air panas selama 10 menit. Batasi konsumsinya sebanyak 1-2 kali sehari;
  • Klik untuk mendapatkan teh jati cina atau asupan makanan dan minuman lainnya ke rumah Anda di HDMall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Berbicara soal teh, Anda mungkin lebih mengenal varian teh hijau, teh hitam, atau teh oolong. Bagaimana dengan teh jati cina? Bagi yang sudah awam, teh jati cina ternyata sering digunakan sebagai obat diet alami untuk menurunkan berat badan. Meskipun manfaat teh jati cina tampak menggiurkan, Anda harus menggunakannya dengan hati-hati agar tetap aman bagi tubuh.

Apa itu teh jati cina?

Teh jati cina adalah herbal yang terbuat dari polong, buah, dan daun tanaman senna. Itulah sebabnya, teh ini juga dikenal dengan sebutan teh senna.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diet via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 38

Teh jati cina mengandung senyawa antrakuinon yang memberikan efek pencahar kuat. Berkat kandungannya tersebut, tanaman asal Mesir ini telah lama dipercaya sebagai obat pencahar, bahkan kerap dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan.

Teh jati cina tersedia dalam bentuk teh seduhan yang dapat dikonsumsi oleh dewasa dan anak-anak. Kalau ingin yang lebih praktis, Anda dapat menggunakan varian suplemen, bubuk, hingga minuman sehat sesuai kebutuhan.

Baca juga: Panduan Cara Aman Minum Obat Herbal

Manfaat teh jati cina untuk kesehatan

FDA di Amerika Serikat (setara BPOM di Indonesia) telah menyetujui teh jati cina sebagai obat pencahar. Pasalnya, daun ini mengandung zat sennosida yang mampu mengiritasi lapisan usus besar. Begitu masuk ke dalam tubuh, kandungan tersebut akan merangsang gerakan peristaltik di otot-otot usus dan membantu mengeluarkan kotoran dari sistem pencernaan.

Hanya dengan sekali minum saja, Anda akan merasa mulas dan ingin buang air besar dalam waktu 6-12 jam setelah minum teh jati cina. Berkat cara kerjanya yang cepat itulah, banyak orang memanfaatkan teh jati cina untuk menurunkan berat badan. 

Baca juga: 12 Obat Pelangsing Badan di Apotik yang Manjur dan Aman

Iklan dari HonestDocs
Fat Freezing By Cristal Cryosculpt Di Genese Clinic

Perawatan ini berfungsi untuk mengurangi kadar lemak pada tubuh sehingga tubuh lebih langsing dan ideal. Perawatan ini di lakukan oleh dokter.

Fat freezing by cristal cryosculpt di genese clinic

Mengonsumsi teh senna memang akan mengeluarkan lebih banyak kotoran dan cairan tubuh lewat buang air kecil maupun buang air besar. Namun, perlu diketahui bahwa terlalu banyak konsumsi teh jati cina hanya akan membuat tubuh kehilangan banyak air, bukan lemak tubuh.

Sekilas, berat badan Anda tampak menurun dan tubuh terlihat lebih langsing dari biasanya. Namun, kenyataannya, tubuh Anda sebenarnya kehilangan banyak air dan elektrolit sehingga berisiko mengalami dehidrasi.

Ketika Anda kembali minum banyak air untuk mencegah dehidrasi, angka timbangan Anda justru akan kembali naik. Hal ini membuktikan bahwa manfaat teh jati cina tidak terbukti dapat menurunkan berat badan. 

Lain halnya bila Anda menggunakan teh jati cina untuk meredakan sembelit yang masih masuk akal. Yang terpenting, hindari konsumsi teh senna untuk melangsingkan badan karena malah bisa bikin tubuh Anda dehidrasi.

Cara mengonsumsi teh jati cina yang benar

Tidak perlu bersikeras menurunkan berat badan hanya untuk terlihat langsing. Selama berat badan ada di angka ideal, Anda sebetulnya tak perlu khawatir karena, toh, sebetulnya Anda tergolong sehat.

Seseorang dikatakan memiliki berat badan ideal ketika berat badannya cukup proposional dengan tinggi badannya. Hal ini bisa dibuktikan dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT). Jika IMT berada pada rentang 18,5-24,9, maka berat badan Anda tergolong normal alias ideal. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Baca juga: Menghitung Berat Badan Ideal Bisa Dengan 2 Cara Ini

Oleh karena itu, hindari mengandalkan teh jati cina hanya untuk mendapatkan badan langsing. Jika ingin menurunkan berat badan, sebaiknya perbaiki pola makan Anda dan berolahragalah secara rutin.

Sedangkan untuk meraup manfaat teh jati cina sebagai obat pencahar, Anda dapat mengonsumsi 15-30 mg suplemen senna per hari. Suplemen ini hanya boleh dikonsumsi maksimal 1 minggu untuk meminimalkan risiko efek samping.

Bila tertarik ingin menikmati seduhan tehnya, gunakan 1-2 gram daun senna kering dan seduh dengan air panas selama 10 menit. Anda boleh menambahkan sedikit madu atau stevia untuk menambah rasa manis pada teh. Batasi konsumsinya maksimal 1-2 cangkir sehari.

Apa pun produk teh jati cina yang Anda pilih, pastikan untuk selalu mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan. Ikuti dosis yang disarankan supaya manfaat teh jati cina menjadi maksimal dalam tubuh dan menghindari risiko efek samping yang merugikan tubuh.

Baca juga: 4 Fakta Teh Detoks yang Harus Anda Ketahui

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app