Manfaat dan Cara Melakukan Senam Kegel

Dipublish tanggal: Sep 10, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Apr 2, 2020 Waktu baca: 3 menit
Manfaat dan Cara Melakukan Senam Kegel

Senam kegel adalah gerakan yang bisa Anda lakukan untuk mengencangkan otot panggul bagian bawah. Ada berbagai manfaat yang akan kita dapat dengan melakukan gerakan senam kegel. 

Misalnya saja memperbaiki kondisi yang bisa menurunkan kekuatan otot panggul bawah akibat persalinan, penuaan, hingga kelebihan berat badan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Pengelolaan urine hingga hubungan intim

Pada umumnya berbagai manfaat senam kegel bisa dirinci sebagai berikut ini:

  • Senam kegel yang kita lakukan bisa membantu menjaga kontrol otot untuk buang air.
  • Senam kegel yang dilakukan oleh seorang pria juga akan membantunya meningkatkan performa seksual. Dengan mengencangkan otot panggul bagian bawah selama berhubungan intim, hal ini akan membantu dalam mengelola ekresi maupun menunda ejakulasi dini.
  • Manfaat lain juga akan dirasakan oleh ibu hamil. Senam kegel bisa memperlancar proses persalinan. Dengan memiliki otot panggul yang kuat dan elastis, kondisi ini akan bermanfaat membuka jalan bayi.
  • Bila ingin mendapatkan hasil yang maksimal, Anda bisa melakukan senam kegel selama kehamilan atau pascapersalinan. 

Melakukan senam kegel juga sangat bermanfaat bagi seseorang yang tengah mengalami masalah sebagai berikut ini:

  • Ketika batuk, tertawa atau bersin, Anda tidak sengaja mengeluarkan urine. Namun, senam kegel tidak cukup untuk mengatasi bila kondisi tersebut sudah tergolong parah.
  • Melemahnya otot-otot tubuh yang bertugas mengontrol buang air besar.
  • Kondisi otot panggul yang melemah dan melebar setelah melalui proses persalinan dan menyebabkan rahim menjadi turun. Seseorang dapat mencegah kondisi ini terjadi bila rutin melakukan senam kegel selama masa kehamilan.

Cara melakukan Senam Kegel

Senam kegel sejatinya tidak membutuhkan sebagai tahapan maupun instruksi yang rumit. Anda juga tidak perlu menyiapkan pakaian atau ruang yang khusus. 

Sebagai langkah awal, Anda bisa melakukan senam kegel sembari berbaring dengan melakukan tahapan sebagai berikut ini:

  • Identifikasi terlebih dahulu bagian mana yang disebut dengan otot panggul bagian bawah. Caranya Anda harus mencoba menghentikan keluarnya urine sewaktu ingin buang air kecil.  Otot yang Anda rasakan bisa menahan air seni tersebut merupakan otot panggul bawah. Pada pria, saat seseorang mengencangkan otot panggul sembari berkaca, penis bagian bawah secara alami akan bergerak ke arah perut sementara testis akan naik. 
  • Langkah ke-2 adalah dengan mengosongkan kandung kemih. Silahkan ambil posisi berbaring. Setelah itu kencangkan otot panggul bagian bawah, tahan hingga 5 detik kemudian lepaskan perlahan. Ulangi langkah ini 4 atau 5 kali. Anda bisa meningkatkan durasi dari 5 detik ke 10 detik.
  • Sewaktu mengencangkan otot panggul bagian bawah, Anda tidak boleh mengencangkan otot perut, paha maupun bokong. Lakukan langkah ini dengan tetap bernapas yang santai.
  • Ulangi gerakan yang sudah dibahas di atas sebanyak 3 kali sehari dengan durasi pengulangan setidaknya 3 kali 10 kali. Namun Anda tak boleh melakukan gerakan ini untuk menahan kencing. Pasalnya hal tersebut justru akan melemahkan otot pada bagian panggul serta meningkatkan resiko mengidap infeksi saluran kencing.

Untuk memperoleh hasil yang maksimal, cobalah gerakan senam kegel setiap hari. Terlebih Anda juga tidak perlu menyiapkan waktu maupun ruang khusus untuk melakukan latihan. 

Gerakan senam kegel bahkan bisa Anda lakukan ketika tengah beraktivitas seperti mengetik atau duduk. Begitu otot panggul terasa semakin kencang, Anda bisa mencoba melakukan senam ini dengan berdiri atau berjalan.

Berikut beberapa hal yang dapat Anda terapkan untuk memaksimalkan manfaat dari senam kegel:

  • Selalu ingat manfaat besar yang didapat dari senam kegel sehingga Anda semakin termotivasi dan rutin melakukan senam kegel.
  • Lakukanlah gerakan senam kegel di waktu yang sama. Misalnya saja saat menonton TV, mengosok gigi, atau ketika Anda mengetik di pagi hari.
  • Selalu perhatikan perkembangan apapun yang Anda rasakan selama melakukan senam kegel.

Perlu diingat, sama seperti olahraga lainnya, manfaat senam kegel tidak bisa seketika langsung kita rasakan. 

Bila Anda secara rutin dan teratur melakukan gerakan senam kegel sebanyak 3 kali sehari, manfaat yang akan Anda rasakan biasanya sekitar empat hingga enam minggu kemudian. 

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Kegel exercises: A how-to guide for women. Mayo Clinic. (http://www.mayoclinic.com/health/kegel-exercises/WO00119)
Kegel Exercises: Benefits, Goals, and Cautions. Healthline. (https://www.healthline.com/health/kegel-exercises)
What are the benefits of Kegel exercises?. WebMD. (https://www.webmd.com/women/qa/what-are-the-benefits-of-kegel-exercises)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Manfaat  Melakukan Senam Kegel
Manfaat Melakukan Senam Kegel

Manfaat dari senam ini antara lain memperbaiki kondisi otot panggul bawah yang mengalami penurunan akibat persalinan, penuaan, obesitas, dan operasi.

Buka di app