Kosmetik Tak Melulu Percantik

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 1 menit
Kosmetik Tak Melulu Percantik

Kebanyakan wanita berpikir, tampil cantik adalah dengan berkosmetik. Alih-alih upaya untuk tampil menarik justru membawa konsumen ke dalam kondisi yang membahayakan diri.

Selain berdampak negatif  bagi kondisi fisik secara langsung, tak banyak yang menyadari bahan-bahan yang kurang bijaksana dipilih oleh produsen (red; merkuri, rhodamine B, bismuth oksi klorida, titanium dioksida, dan serbuk logam) turut membawa pengaruh bagi psikis. Hendaknya kita secara cerdas memilah produk kecantikan yang tak melulu mempercantik.

Iklan dari HonestDocs
Paket Vaksin Hepatitis B Di NK Health Klinik

Cegah Penyakit Hepatitis B dengan Vaksin. Paket ini termasuk 3x suntik vaksin Hepatitis B, biaya registrasi, konsultasi dengan dokter, dan pemeriksaan tanda-tanda vital.

Dampak Negatif Kosmetik

Berikut kita ulas upaya cantik berdampak tidak baik.

Tato kosmetik berujung petaka

Seiring berkembangnya teknologi, kini muncul tato kosmetik yang mulai dijadikan alternatif . Namun, seperti dikutip “The New York Times”, tato riasan pada wajah memiliki risiko gangguan kesehatan lebih besar daripada pada bagian tubuh lainnya. Beberapa keluhan yang timbul usai tato kosmetik mulai dari radang kulit, luka membengkak yang dikenal dengan sebutan keloid, hingga kondisi kulit melepuh. Terlepas dari kandungan kimianya, resiko terinfeksi HIV/AIDS, hepatitis dan radang akibat penggunaan jarum yang tidak steril turut menjadi ancaman.

Merkuri tak hanya milik kosmik, kini mengorbit di produk kosmetik

Efek merkuri yang dioleskan ke permukaan kulit memang tidak separah efek merkuri yang langsung tertelan, namun perlu diketahui merkuri mudah diserap kulit dan masuk ke dalam darah yang kemudian menimbulkan kerusakan susunan saraf. Berpotensi menyebabkan kanker otak. Beberapa gejala keracunan merkuri yang telah menganggu susunan saraf  antara lain; gemetar, insomnia, pikun yang kerap disangka sebagai gejala alzhaimer, gangguan emosi hingga depresi.

Konsumen harus kritis mendeteksi keberadaan merkuri pada kosmetik. Saat ada produk yang dapat mencerahkan kulit dalam tempo singkat, harusnya konsumen justru waspada. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Rosnini Savitri,“Kosmetik berbahan dasar aman, membutuhkan kurun waktu berbulan-bulan sebelum terlihat hasilnya.”

Ada baiknya kita mulai mengubah perspektif cantik. Elok tak harus karena bersolek. Cantik itu sehat dan bersih. Sikap mensyukuri dan menerima diri apa adanya juga turut membuat wanita terlihat lebih cantik.


Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel selanjutnya
Bahaya Merkuri Bagi Kesehatan Tubuh Berdasarkan Jenisnya
Bahaya Merkuri Bagi Kesehatan Tubuh Berdasarkan Jenisnya

Dengan sifat korosif pada kulit, merkuri dapat membuat lapisan kulit Anda semakin menipis, bahkan membuat kerusakan pada saluran pencernaan, sistem saraf, dan ginjal.

Bahaya Seafood Dan Kandungan Merkuri Di Dalamnya
Bahaya Seafood Dan Kandungan Merkuri Di Dalamnya

Seperti dilaporkan dari Food and Drug Administration (FDA) dan Environmental Protection Agency (EPA), kelompok dibawah ini sebaiknya mengurangi konsumsi berbagai sumber makanan dari laut karena sangat rentan terkena dampak buruk merkuri, yaitu:

Buka di app