Kondisi Batuk Darah

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Kondisi Batuk Darah

Mengalami batuk yang mengeluarkan  darah dapat menjadi penanda adanya masalah serius pada  kesehatan pernapasan atau pencernaan, terutama jika kondisi ini dialami oleh Anda yang masih tergolong muda atau memiliki kondisi tubuh yang sehat. Jika kondisi batuk darah terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut dan punya riwayat sebagai seorang perokok, maka hal ini harus segera diperiksa secara lebih lanjut. 

Istilah medis untuk kondisi batuk darah adalah haemoptysis. Batuk darah dengan warma merah terang atau lendir yang memiliki jejak goresan darah, baik itu pada liur, atau phlem atau lendir merupakan hal yang mungkin terjadi pada siapapun. Darah tersebut seringkali berasal dari paru-paru yang langsung terkoneksi dengan tenggorokan. Kondisi ini biasanya didahului oleh batuk yang berkelanjutan atau infeksi di area dada. Selain itu, darah juga dapat berasal dari pencernaan, yang ditandai dengan warna kehitaman dan campuran makanan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk dan Flu via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 9

Jika Anda mengalami batuk darah, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin. Pemeriksaan semakin mendesak untuk dilakukan jika batuk darah dalam lebih dari beberapa sendok teh.  Anda juga harus segera memeriksakan diri jika Anda mengalami sakit pada area dada, rasa pusing, demam atau kepala pening serta napas yang makin lama makin sesak dan tersengal-sengal. Jika Anda mendadak mengalami penyusutan berat badan dan kehilangan nafsu makan, serta menemukan darah pada urin serta feses, hal ini merupakan pertanda serius Anda perlu langsung memeriksakan diri ke dokter.

Biasanya, kondisi batuk darah merupakan gejala dari suatu penyakit yang sedang terjadi. Untuk memastikannya, akan diperlukan pemeriksaan berupa:
1.Pengecekan sampel lendir untuk mengetahui keberadaan infeksi.
2.Tes darah.
3.Pemeriksaan pemindaian dengan X-ray atau CT scan.
4.Pada beberapa kasus tertentu, mungkin akan dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis, untuk mengetahui dari mana darah berasal. Spesialis biasanya dapat melakukan bronkoskopi, yaitu pemeriksaan menggunakan kamera yang dipasang di ujung selang yang dimasukkan ke jalur pernapasan menuju paru-paru.

Berikut ini beberapa penyebab yang mungkin mengakibatkan munculnya batuk berdarah:
1.Kondisi batuk yang memang sudah berlangsung lama dan termasuk jenis batuk serius.
2.Adanya infeksi di area dada, terutama jika lendir yang dikeluarkan memiliki warna yang memudar atau mengandung nanah, terjadi demam pada tubuh atau adanya rasa sesak pada dada.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Ittrich H, et al. (2017). The diagnosis and treatment of hemoptysis. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5478790/)
Earwood JS, et al. (2015). Hemoptysis: Evaluation and management. (http://www.aafp.org/afp/2015/0215/p243.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app