Kenali Perbedaan Pembalut, Tampon, dan Menstrual Cup

Dipublish tanggal: Jun 21, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Sep 4, 2019 Waktu baca: 2 menit
Kenali Perbedaan Pembalut, Tampon, dan Menstrual Cup

Saat menstruasi, sebagian besar wanita di Indonesia lebih memilih menggunakan pembalut. Namun karena bentuknya yang dirasa terlalu besar dan tebal, akhirnya tak sedikit yang beralih memakai tampon dan menstrual cup. Ketiganya memiliki fungsi yang sama yaitu menyerap darah haid tapi dengan bentuk serta cara pakai yang berbeda. Memang kepopuleran pembalut masih sangat tinggi di negeri ini. Meski begitu sudah banyak wanita perkotaan yang nyaman memakai tampon ataupun menstrual cup sebab lebih ringkas.

Baik pembalut, tampon, maupun menstrual cup masing-masing memiliki kelebihan tersendiri. Tidak perlu bingung pilih yang mana, sesuaikan saja dengan kebutuhan Anda. Untuk mengetahui perbedaan dari pembalut, tampon, maupun menstrual cup, berikut ini adalah penjelasan singkatnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Fungiderm CR 5G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Fungiderm cr 5g 1

Pembalut

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan benda yang satu ini. Penyerap darah haid dengan bentuk panjang ini sudah sangat populer dikalangan wanita Indonesia. Selain bisa menampung volume darah haid yang cukup besar, daya serapnya pun maksimal. Meski begitu Anda harus sering menggantinya maksimal 3-4 jam sekali untuk mencegah infeksi pada vagina.

Bentuk dari pembalut pun beragam dengan panjang yang berbeda pula. Saat malam hari, wanita lebih memilih menggunakan pembalut yang tebal dan panjang. Sementara di siang hari, pembalut tipis menjadi pilihan yang tepat. Pemakaian pembalut pun lebih simple daripada produk lainnya, yaitu dengan cara direkatkan pada celana dalam. Walaupun begitu banyak wanita yang merasa kurang nyaman menggunakan pembalut terutama ketika memakai celana atau rok yang ketat.

Kelebihan dari pembalut adalah daya serapnya yang maksimal. Bahkan ada merk tertentu yang bisa menyerap cairan hingga seharian. Namun sangat disarankan agar Anda mengganti pembalut secara rutin meski cairan haid yang keluar sedikit. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kebersihan vagina agar terhindar dari infeksi jamur.

Tampon

Bahan dasar tampon sebenarnya sama dengan pembalut yaitu bantalan kapas. Hanya saja bentuknya berbeda berupa tabung silinder berukuran kecil dengan tali penarik pada ujungnya. Walaupun ukurannya tidak besar, namun daya serapnya sangat tinggi. Tampon cocok dipakai untuk Anda yang aktif bergerak seharian entah itu bekerja ataupun berolahraga.

Cara pakai tampon adalah dengan dipasang dalam vagina. Bagi Anda yang belum terbiasa, pemasangan tampon akan terasa sulit. Saat memasukkan tampon ke dalam vagina, pastikan kondisi tubuh rileks dan tidak tegang. Apabila Anda merasa ragu, maka otot-otot vagina akan menegang dan menyulitkan saat pemasangan tampon.

Tampon hanya bisa digunakan maksimal 6 jam dan setelah itu Anda harus menggantinya. Pemakaian tampon yang terlalu lama bisa memicu risiko sindrom syok toksik yang disebabkan oleh perkembangan bakteri pada tampon. Sindrom ini berakibat cukup fatal dan bahkan bisa membahayakan jiwa.

Menstrual Cup

Menstrual cup terbuat dari silikon ataupun karet yang berfungsi untuk menampung cairan menstruasi. Pemakaiannya dengan cara diselipkan ke dalam vagina dan bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Ketika ingin menggunakan menstrual cup, posisikan tubuh Anda senyaman mungkin. Kemudian lipat ujung cangkir seperti huruf U dan masukkan secara perlahan kedalam vagina.

Penggunaan menstrual cup dirasa lebih praktis karena tidak perlu sering diganti, bergantung pada jumlah darah haid yang keluar. Tinggal kosongkan saja menstrual cup, lalu bersihkan dan masukkan kembali kedalam vagina.

Ketiga benda untuk menampung atau menyerap darah haid yang disebutkan diatas, bisa Anda pakai sesuai dengan kebutuhan. Gunakan yang menurut Anda merasa nyaman. Jangan lupa selalu bersihkan vagina dan rawat kebersihannya agar bisa terhindar dari masalah infeksi jamur dan bakteri.  

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Menstrual cups vs tampons – here's how they compare. The Conversation. (Accessed via: https://theconversation.com/menstrual-cups-vs-tampons-heres-how-they-compare-120499)
Menstrual Cup Comparison: Pros and Cons. Healthline. (Accessed via: https://www.healthline.com/health/womens-health/menstrual-cup-comparison)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app