Tak Hanya Gampang Capek, Ini 5 Ciri Tubuh Kekurangan Protein

Dipublish tanggal: Jul 3, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 9, 2019 Waktu baca: 3 menit
Tak Hanya Gampang Capek, Ini 5 Ciri Tubuh Kekurangan Protein

Protein adalah salah satu asupan utama yang wajib dipenuhi setiap hari. Pasalnya, nutrisi ini berperan penting untuk pertumbuhan dan menjaga fungsi organ-organ tubuh agar bekerja dengan baik. Tanpa asupan protein yang cukup, hal ini bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan. Memangnya, apa saja tanda dan gejala kekurangan protein dalam tubuh? Simak ulasannya berikut ini. 

Tanda tubuh kekurangan protein

Protein merupakan salah satu zat nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh. Protein di dalam tubuh berperan sebagai enzim yang mengkatalis reaksi biologis, mengatur metabolisme tubuh, menghasilkan sel darah merah, serta membawa oksigen ke sel darah merah. Selain itu, protein juga berfungsi untuk memproduksi antibodi atau sistem pertahanan tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Protein sebenarnya dibuat secara alami di dalam tubuh. Meski begitu, asupan protein yang berasal dari dalam tubuh masih kurang sehingga dibutuhkan tambahan protein dari luar. 

Baca Selengkapnya: 6 Fungsi Protein Bagi Tubuh yang Paling Utama

Ketika asupan protein Anda lebih sedikit dari yang dibutuhkan, maka tubuh secara otomatis akan menggunakan simpanan protein yang ada di dalam jaringan untuk memasok kebutuhannya. Jika terus dibiarkan, hal ini malah bisa menimbulkan berbagai efek negatif bagi tubuh.

Perhatikan beberapa tanda dan gejala kekurangan protein dalam tubuh, antara lain:

1. Massa otot kecil dan lemah

Protein berfungsi untuk membentuk massa otot dan memelihara otot-otot tubuh. Ketika tubuh kekurangan protein, maka hal ini akan ditandai dengan massa otot yang kecil dan juga lemah.

Anda mungkin pernah melihat seseorang yang ototnya mengendur akibat faktor penuaan. Kondisi ini memang lebih mudah diamati pada pria karena kebutuhan proteinnya lebih banyak daripada wanita. Maka itu, bila otot-otot tubuh Anda terasa melemah disertai nyeri sendi mendadak, maka ini artiya Anda mengalami kekurangan protein.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

2. Rambut mudah rusak

Protein tidak hanya menjadi salah satu penyusun otot, tapi juga penyusun utama rambut dalam bentuk keratin. Keratin sendiri merupakan molekul yang sangat penting untuk menjaga kesehatan rambut. Maka itu, setiap folikel rambut memerlukan asupan protein yang mencukupi agar tetap sehat dan tidak mudah rusak.

Ciri-ciri dan tanda kekurangan protein yang dapat dilihat dalah rambut yang lebih mudah rontok serta rapuh. Hal ini dikarenakan tubuh akan mengurangi asupan protein ke rambut dan mengalihkannya untuk menjaga sistem metabolisme tubuh.

Baca Juga: 25 Penyakit Akibat Kekurangan Protein

3. Kuku yang rusak

Kuku, seperti halnya rambut, terdiri dari lapisan pelindung protein yang juga disebut keratin. Ketika seseorang kekurangan protein, maka akan ditandai dengan kuku yang mudah patah dan rapuh. 

Bercak putih yang muncul pada kuku juga bisa menjadi tanda kekurangan protein. Selain itu,munculnya bintik kuku (hangnails) serta nanah kuku juga akan sering muncul ketika seseorang mengalami kekurangan protein.

4. Tidur tidak nyenyak

Kalau akhir-akhir ini Anda jadi sulit menemukan posisi nyaman untuk tidur dan sulit tidur nyenyak, maka bisa jadi Anda mengalami kekurangan protein. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang dewasa yang mengalami obesitas cenderung lebih mudah mendapatkan tidur yang berkualitas ketika asupan proteinnya tercukupi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Hal ini dikarenakan peran protein yang berfungsi untuk menghasilkan enzim yang dibutuhkan oleh tubuh, salah satunya menjaga kesehatan otak. Ketika asupan protein berkurang, maka otak tidak dapat bekerja dengan maksimal untuk mengatur kadar hormon yang berguna untuk membuat tidur jadi nyenyak.

5. Retensi cairan

Pembengkakan di bagian bawah tubuh akibat retensi atau kelebihan cairan bisa menjadi salah satu tanda kekurangan protein. Pasalnya, protein bekerja dengan cara mengatur kadar garam dan air yang ada dalam pembuluh darah

Ketika jumlah protein dalam tubuh kurang dari yang dibutuhkan, maka jumlah cairan dalam tubuh terutama di bagian bawah tubuh, yaitu pergelangan kaki), akan bertambah banyak. Cairan berlebihan ini kemudian akan terserap ke jaringan di sekitar pembuluh darah kaki hingga menyebabkan pembengkakan.

Baca Juga: Makanan Kaya Protein untuk Nutrisi Harian Tubuh

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The Effects of Protein Deficiency. Verywell Fit. (https://www.verywellfit.com/what-are-the-effects-of-protein-deficiency-4160404)
Protein: Sources, deficiency, and requirements. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/196279)
Protein Deficiency: 7 Signs You're Not Getting Enough Protein. WebMD. (https://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-not-enough-protein-signs)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app