GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

Kenali Gejala Malnutrisi atau Kurang Gizi Sejak Dini

Dipublish tanggal: Agu 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 28, 2020 Waktu baca: 4 menit
Kenali Gejala Malnutrisi atau Kurang Gizi Sejak Dini

Beragam gangguan kesehatan yang terjadi pada tubuh dapat mengurangi kemampuan fungsi organ untuk bekerja maksimal setiap saat. Salah satunya adalah malnutrisi atau kekurangan gizi, di mana gangguan kesehatan ini dapat menjadi salah satu masalah serius sebab tubuh tidak memiliki nutrisi yang cukup. 

Kondisi malnutrisi ini umumnya terjadi pada anak-anak yang bisa dimulai sejak masa kehamilan hingga bayi, padahal nutrisi yang cukup sangat diperlukan terutama pada anak di bawah 2 tahun yang sedang berada dalam masa pertumbuhan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8

Malnutrisi yang dialami bisa saja berlangsung dalam kurun waktu cukup lama tanpa disadari sebelumnya, bahkan gejala awal sulit diketahui secara pasti yang membuat setiap orang tidak begitu peduli dengan kondisi tersebut. Padahal mengenali lebih awal kondisi tubuh yang mengalami malnutrisi sebagai tindakan preventif yang optimal penting dilakukan.

Ciri-ciri malnutrisi atau kekurangan gizi

Secara umum, anak kurang gizi terbagi menjadi 4 jenis, yaitu berat badan kurang (underweight), kurus (wasting), pendek (stunting), dan kondisi kekurangan vitamin dan mineral. Berikut ini kondisi tubuh yang menandakan seseorang mengalami malnutrisi, antara lain:

  1. Penurunan berat badan secara drastis dan hilangnya nafsu makan
  2. Sulit berkonsentrasi
  3. Kulit dan rambut menjadi kering
  4. Mudah merasa lelah yang berlebihan atau abnormal
  5. Luka atau nyeri pada bagian mulut dan gusi
  6. Mengalami penyusutan jaringan lemak
  7. Pembengkakan pada bagian tubuh yang mengakibatkan menurunnya sistem kekebalan tubuh dan melemahnya jaringan otot 
  8. Mudah kedinginan dan suasana hati yang berubah

Penyebab malnutrisi atau kekurangan gizi

Kondisi malnutrisi terjadi akibat berkurangnya kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi dengan lebih baik. Hal ini dipicu karena makanan yang masuk tergolong makanan yang tidak sehat atau tubuh tidak mampu menyerap nutrisi yang terkandung di dalamnya. Berikut ini beberapa penyebab tertentu terjadinya malnutrisi atau kekurangan gizi:

1. Diet ketat 

Secara tidak langsung diet ketat akan membuat tubuh kekurangan asupan kalori yang penting untuk dipenuhi setiap hari. Hal ini tentunya akan mempengaruhi fungsi kerja tubuh dan menyebabkan risiko kekurangan gizi menjadi lebih besar. Pada bayi, gejala malnutrisi juga cukup banyak disebabkan karena kurangnya asupan ASI dari ibu menyusui padahal ASI adalah dasar penting nutrisi bagi anak.

2. Gangguan makan 

Anoreksia Nervosa dan Bulimia menjadi salah satu jenis gangguan makan yang mendukung terjadinya malnutrisi secara signifikan. Pada kondisi Anoreksia Nervosa parah akan ditandai dengan menyusutnya berat badan secara drastis dan kesulitan mengembalikan berat badan pada kondisi semula meskipun telah melakukan beragam cara.

Baca juga: Jenis Gangguan Makan (Eating Disorder)

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8

3. Memiliki penyakit tertentu 

Beberapa penyakit yang dialami juga memungkinkan terjadinya penurunan nafsu makan, seperti penyakit gangguan hati, gangguan pencernaan, kanker, hingga gejala HIV/AIDS. Pada anak-anak, penyakit Crohn juga dapat menyebabkan tubuh sulit menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Selain itu, penyakit jantung bawaan atau infeksi paru juga dapat meningkatkan risiko anak mengalami kekurangan gizi.

4. Kesulitan mencerna

Disfagia dan radang usus menjadi salah satu penyebab terjadinya malnutrisi. Kondisi itu dapat menimbulkan penyerapan nutrisi yang tidak optimal dari beragam jenis makanan yang dikonsumsi setiap hari. Malnutrisi juga bisa terjadi karena terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol sehingga mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi pada tubuh.

5. Gangguan mental 

Skizofrenia dan depresi menjadi salah satu gangguan mental yang dapat berpengaruh pada asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Hal tersebut bisa terjadi akibat adanya dukungan dari dalam jiwa seseorang untuk tidak ingin makan dalam waktu tertentu atau mengonsumsi makanan dalam jumlah yang tidak teratur.

6. Kurangnya pengetahuan soal nutrisi

Pada beberapa kasus yang terjadi di masyarakat adalah terdapat sebuah paham bahwa “tetap makan berarti akan sehat,” namun hal tersebut tidak diimbangi dengan nutrisi seimbang yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini biasanya terjadi akibat ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan soal nutrisi di mana orang tua tidak mengetahui apa saja jenis dan jumlah nutrisi yang dibutuhkan anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.

7. Kurangnya aktivitas fisik

Ternyata tak hanya dari segi asupan yang dikonsumsi, tetapi malnutrisi atau kondisi kekurangan gizi juga bisa disebabkan akibat kurangnya aktivitas fisik (olahraga). Hal ini menyebabkan terlambatnya proses kerja sistem pencernaan sehingga tidak maksimal dalam menyerap gizi.

Tubuh akan kekurangan nutrisi dalam jumlah banyak akibat mengonsumsi makanan secara sembarangan serta faktor usia juga dapat mempengaruhi kebutuhan nutrisi. Kesulitan ekonomi dan kurangnya pengetahuan soal nutrisi juga dapat menjadi salah satu penyebab mengalami malnutrisi yang serius.

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8

Baca juga: Kebutuhan Nutrisi Berubah Seiring Bertambahnya Usia

Cara mengatasi malnutrisi atau kekurangan gizi

1. Mengetahui penyebab malnutrisi

Sebelum melakukan penanganan terhadap kondisi kekurangan gizi atau malnutrisi, Anda harus mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab dan faktor terjadinya malnutrisi. Apakah malnutrisi disebabkan oleh frekuensi makan yang sedikit, jumlah asupan makanan yang kurang, tidak ada gizi yang terkandung pada makanan yang Anda konsumsi, atau bisa juga disebabkan karena kondisi penyakit tertentu.

2. Mengonsumsi makanan kaya nutrisi

Para praktisi kesehatan terutama dokter ahli gizi akan menyarankan Anda untuk mencukupi kebutuhan nutrisi setiap hari dalam jumlah yang seimbang dan bergizi. Meningkatkan jumlah asupan makanan yang mengandung karbohidrat, seperti nasi, kentang, dan pasta, protein (telur, susu), buah dan sayur, serta lemak juga bisa membantu memperbaiki kondisi tubuh. Perhatikan juga frekuensi makan Anda, bisa dengan menerapkan pola makan dengan porsi kecil tapi sering.

3. Konsultasi ke dokter

Malnutrisi bisa dialami oleh siapa saja, beragam usia mulai dari balita hingga lansia. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin ke dokter dapat membantu memastikan asupan kalori dan nutrisi harian yang dikonsumsi sudah tepat. Selain itu, Anda juga disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter gizi untuk memastikan kondisi tubuh agar tetap prima atau segera dilakukan penanganan apabila Anda terindikasi mengalami malnutrisi.

15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Malnutrition: causes and consequences. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4951875/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app