Kebutaan - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Mei 10, 2019 Update terakhir: Apr 30, 2020 Waktu baca: 4 menit

Kebutaan adalah ketidakmampuan seseorang untuk melihat apapun, bahkan untuk melihat cahaya. Jika Anda mengalami buta sebagian, berarti Anda memiliki penglihatan yang terbatas. Misalnya, Anda mungkin memiliki penglihatan kabur atau ketidakmampuan untuk membedakan bentuk suatu objek. 

Kebutaan total berarti Anda tidak dapat melihat sama sekali dan berada dalam kegelapan total. Kebutaan legal mengacu pada kondisi penglihatan yang sangat membahayakan. Apa yang orang lihat dengan mata sehat dari jarak 200 kaki, orang dengan kebutaan legal hanya bisa melihat dari jarak 20 kaki.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Dapatkan Obat Mata Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 12

Cari pertolongan medis segera jika Anda tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk melihat. Minta seseorang untuk membawa Anda ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Jangan menunggu penglihatan Anda kembali. 

Tergantung pada penyebab kebutaan Anda, pengobatan yang segera dapat meningkatkan peluang Anda untuk memulihkan penglihatan Anda. Penanganannya mungkin akan melibatkan tindakan pembedahan atau pemberian obat-obatan.

Apa Gejala-Gejala Kebutaan?

Jika Anda benar-benar buta, Anda tidak dapat melihat apapun. Jika Anda mengalami buta sebagian, Anda mungkin mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  • Penglihatan berawan
  • Ketidakmampuan untuk melihat bentuk
  • Hanya dapat melihat bayangan
  • Penglihatan pada malam hari yang buruk
  • Tunnel vision

Gejala Kebutaan pada Bayi

Sistem penglihatan pada anak Anda mulai berkembang di dalam rahim, tetapi kondisi terebut tidak akan sepenuhnya terbentuk sampai anak berusia sekitar 2 tahun. Pada usia 6 hingga 8 minggu, bayi Anda harus bisa memperbaiki pandangannya pada suatu objek dan mengikuti gerakannya. Pada usia 4 bulan, mata bayi harus sejajar dan tidak diputar ke dalam atau ke luar.

Gejala gangguan penglihatan pada anak-anak dapat termasuk:

  • Menggosok mata terus-menerus
  • Sangat sensitif terhadap cahaya
  • Fokus yang buruk
  • Kemerahan pada mata
  • Keluar banyak air mata
  • Pupil berwarna putih
  • Mata kesulitan untuk mengikuti objek
  • Pergerakan mata yang abnormal setelah usia 6 bulan

Apa Penyebab Kebutaan?

Penyakit dan kondisi mata berikut dapat menyebabkan kebutaan:

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku
  • Glaukoma mengacu pada empat kondisi mata yang berbeda yang dapat merusak saraf optik Anda, yang dapat membawa informasi visual dari mata Anda ke otak Anda.
  • Degenerasi makula menghancurkan bagian mata Anda yang membuat Anda tidak mampu untuk melihat dengan jelas. Kondisi ini biasanya dialami oleh orang tua.
  • Katarak menyebabkan penglihatan kabur. Katarak lebih sering terjadi pada orang tua.
  • Mata malas dapat mempersulit seseorang untuk melihat dengan jelas. Kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan.
  • Neuritis optik adalah peradangan yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan sementara atau permanen.
  • Retinitis pigmentosa mengacu pada kerusakan retina. Kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan hanya kasus ini jarang terjadi.
  • Tumor yang mempengaruhi retina atau saraf optik Anda juga dapat menyebabkan kebutaan.

Kebutaan adalah komplikasi potensial jika Anda menderita diabetes atau terserang stroke. Cacat lahir, cedera mata, dan komplikasi dari operasi mata adalah penyebab umum lainnya dari kebutaan.

Penyebab Kebutaan pada Bayi

Kondisi berikut dapat mengganggu penglihatan atau menyebabkan kebutaan pada bayi:

  • infeksi, seperti mata merah muda
  • saluran air mata yang tersumbat
  • katarak
  • strabismus, atau mata juling
  • ambliopia, atau mata malas
  • ptosis, atau kelopak mata yang jatuh
  • glaukoma bawaan
  • retinopati prematur, yang terjadi pada bayi prematur ketika pembuluh darah yang memasok retina tidak berkembang dengan baik
  • Keterlambatan perkembangan sistem visual pada anak

Siapa yang Berisiko Mengalami Kebutaan?

Kategori orang-orang berikut berisiko mengalami kebutaan yaitu:

  • orang dengan penyakit mata, seperti degenerasi makula dan glaukoma
  • penderita diabetes
  • orang yang mengalami stroke
  • seseorang yang menjalani operasi mata
  • seseorang yang bekerja dengan atau dekat benda tajam atau bahan kimia beracun
  • bayi prematur

Bagaimana Mendiagnosis Kebutaan?

Pemeriksaan mata secara menyeluruh oleh dokter mata akan membantu menentukan penyebab kebutaan Anda atau hilangnya sebagian penglihatan. Dokter mata Anda akan melakukan serangkaian pemeriksaan yang dapat mengukur kejernihan penglihatan, fungsi otot-otot mata, dan bagaimana pupil bereaksi terhadap cahaya. Dokter akan memeriksa kesehatan mata Anda menggunakan slit lamp, yang merupakan mikroskop berdaya rendah yang dipasangkan dengan cahaya dengan intensitas yang tinggi.

Mendiagnosis Kebutaan pada Bayi

Dokter anak akan memeriksa masalah pada mata bayi Anda segera setelah lahir. Pada usia 6 bulan, Anda harus meminta dokter mata atau dokter anak memeriksa anak Anda kembali untuk ketajaman visual, fokus, dan penyelarasan mata. Dokter akan melihat struktur mata bayi Anda dan melihat apakah mata bayi Anda dapat mengikuti benda berwarna atau benda yang terang dengan matanya.

Anak Anda harus bisa memperhatikan rangsangan penglihatan anak Anda pada usia 6 hingga 8 minggu. Jika anak Anda tidak bereaksi terhadap cahaya yang bersinar di mata depan mereka atau fokus pada benda berwarna pada usia 2 hingga 3 bulan, segera periksa mata anak Anda. Anda juga harus memeriksakan mata anak Anda jika Anda melihat adanya mata juling atau gejala lain dari gangguan penglihatan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Dapatkan Obat Mata Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 12

Bagaimana Mengobati Kebutaan ?

Dalam beberapa kasus gangguan penglihatan, satu atau lebih dari hal berikut dapat membantu memulihkan penglihatan Anda:

Jika Anda mengalami buta sebagian yang tidak dapat diperbaiki, dokter Anda akan memberikan panduan tentang cara mengfungsikan penglihatan yang terbatas. Misalnya, Anda dapat menggunakan kaca pembesar untuk membaca, menambah ukuran teks pada komputer Anda, dan menggunakan jam audio dan buku audio.

Kebutaan total membutuhkan seseorang untuk melakukan cara baru dan mempelajari keterampilan baru. Misalnya, Anda mungkin perlu belajar cara:

  • Membaca Braille
  • Menggunakan anjing pemandu
  • Menghafal tombol pada ponsel Anda
  • Mengatur rumah Anda sehingga Anda dapat menemukan berbagai hal dengan mudah
  • Melipat uang dengan cara berbeda untuk membedakannya

Anda juga mungkin perlu memasang pegangan tangan di kamar mandi.

Hal jangka panjang yang perlu diperhatikan

Prospek jangka panjang untuk mengembalikan penglihatan dan memperlambat hilangnya penglihatan yaitu dengan pengobatan yang bersifat preventif. Katarak dapat diobati secara efektif dengan pembedahan dan tidak dapat mengakibatkan kebutaan. Diagnosis dan pengobatan dini juga penting dalam kasus glaukoma dan degenerasi makula untuk membantu memperlambat atau menghentikan kehilangan penglihatan Anda.

 

Untuk mendeteksi penyakit mata dan membantu mencegah kehilangan penglihatan, lakukan pemeriksaan mata secara teratur. Jika Anda didiagnosis dengan kondisi mata tertentu, seperti glaukoma, pengobatan dengan obat-obatan dapat membantu mencegah kebutaan.

Lakukanlah pemeriksaan mata anak Anda pada usia 6 bulan, 3 tahun, dan setiap dua tahun antara usia 6 dan 18 tahun untuk membantu mencegah kehilangan penglihatan. Jika Anda melihat gejala kehilangan penglihatan pada anak Anda, segera konsultasikan ke dokter mata.


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Causes of Temporary Blindness and Short-Term Vision Loss. WebMD. (Accessed via: https://www.webmd.com/eye-health/temporary-blindness-short-term-vision-loss)
Coping with Losing Your Vision. WebMD. (Accessed via: https://www.webmd.com/eye-health/coping-vision-loss)
Vision Loss - Symptoms and Treatment. American Academy of Family Physicians. (Accessed via: https://familydoctor.org/condition/vision-loss/)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app