Jenis Penyakit Hipopigmentasi dan Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Agu 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 5, 2020 Waktu baca: 2 menit
Jenis Penyakit Hipopigmentasi dan Cara Mengobati

Jenis penyakit kulit yang sering kali dijumpai yaitu penyakit hipopigmentasi. Penyakit ini yaitu kehilangan warna kulit yang disebabkan karena trauma maupun penyakit. Apabila seseorang menderita penyakit ini, maka akan mempengaruhi seseorang dari lahir maupun dalam masa perkembangan di kemudian hari.

Setiap orang memiliki pigmen kulit yang sangatlah bervariasi, karena bergantung genetika maupun paparan sinar matahari. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Untuk gangguan pigmentasi ini pun bisa mempengaruhi kecerahan kulit maupun kegelapan. Seluruh tubuh bisa saja mengalami kehilangan pigmen maupun warna kulit.

Penyakit hipopigmentasi dapat menyerang siapa pun dari semua ras. Namun orang yang paling sering mengalami penyakit hipopigmentasi yaitu orang yang berkulit gelap. Hal ini disebabkan bercak putih dan warna kulit yang terlihat kontras. 

Nah untuk lebih mengenal penyakit ini, mari kita pelajari jenis-jenisnya. Hipopigmentasi memiliki beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:

Vitiligo

Vitiligo merupakan bercak halus yang terdapat pada kulit disebabkan karena adanya kekurangan melamin. 

Jenis hipopigmentasi ini memiliki pola yang muncul hampir pada seluruh tubuh. Penyakit ini menjadi gangguan autoimun karena sel-sel penghasil pigmen berubah menjadi rusak.

Untuk pengobatannya pun membutuhkan waktu yang cukup lama seperti penggunaan krim atau terapi laser. Adapun cara lain yang dapat ditempuh untuk meminimalisir yaitu dengan penggunaan kosmetik untuk menutupi kondisi vitiligo tersebut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Albinisme

Albinisme merupakan jenis penyakit keturunan karena pigmentasi kulit, mata, dan rambut. Sedangkan untuk albino mempunyai gen abnormal yang telah membatasi tubuh dalam memproduksi melanin. 

Belum ada obat yang dapat mengatasi albinisme. Namun cara untuk menutupi kulit yaitu dengan penggunaan tabir surya. 

Kerusakan kulit akibat luka

Luka pada kulit dapat menimbulkan kerusakan, misalnya seperti luka lecet, infeksi kulit, luka bakar atau yang lainnya. 

Karena adanya kerusakan inilah yang menjadikan kulit kehilangan pigmentasi pada bagian kulit yang terkena luka. Walaupun kondisi ini tidak permanen, karena bisa sembuh dengan sendirinya, namun tetap saja kondisi ini mengganggu penampilan.

Untuk menutupi bagian kulit yang kehilangan pigmentasi akibat luka, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan penggunaan produk kosmetik. Melalui penggunaan produk kosmetik inilah yang akan membantu kulit yang kehilangan pigmentasi menjadi tersamarkan.

Sebelum Anda mengobati penyakit hipopigmentasi, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui, diantaranya:

  • Pengobatan yang bisa dilakukan untuk penderita hipopigmentasi tergantung dari penyebabnya. Namun ada beberapa orang yang mengabaikan hipopigmentasi apabila tidak menimbulkan gejala yang mengganggu.
  • Untuk jenis hipopigmentasi albinisme, tidak ada obat yang bisa mengobatinya. Albinisme cenderung mempunyai risiko terhadap penyakit kanker lebih tinggi dibandingkan dengan jenis yang lainnya.
  • Bagi penderita hipopigmentasi diharuskan lebih berhati-hati pada sinar atau paparan sinar matahari. Pada saat keluar rumah di siang hari, sebaiknya menggunakan tabir surya.
  • Penderita albinisme sebaiknya menggunakan topi yang lebar, kacamata hitam apabila terjadi masalah pada bagian penglihatannya.
  • Untuk mengurangi adanya perubahan pada warna kulit, penderita hipopigmentasi bisa menggunakan krim berupa steroid topikal.

Penyebab pigmentasi tentunya tidaklah sama. Namun yang pasti, kondisi kehilangan pigmentasi kulit disebabkan karena adanya luka. 

Selain itu, hipopigmentasi dapat terjadi akibat penggunaan bahan kimia seperti kosmetik, misalnya laser maupun pengelupasan kimia. Terlebih jika prosesnya tidak dilakukan dengan benar, maka dapat menimbulkan kulit kehilangan pigmentasi.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Hypopigmentation: Causes, Risk Factors, Treatments, More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/skin-disorders/hypopigmentation)
Hypopigmentation: Causes, types, and treatment. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/320243.php)
Hyperpigmentation and Hypopigmentation: Albinism, Vitiligo, and More. WebMD. (https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hyperpigmentation-hypopigmentation)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app