Jenis Obat-obatan Herbal untuk Mengatasi Kecanduan Rokok

Dipublish tanggal: Mei 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Jenis Obat-obatan Herbal untuk Mengatasi Kecanduan Rokok

Kebiasaan merokok bisa menyebabkan dampak negatif yang berbahaya bahkan mematikan. Namun sayangnya banyak perokok yang kebal dengan efek buruk tersebut. Bahaya yang justru mengerikan dan membuat perokok memutuskan berhenti adalah pengaruhnya yang bisa menyebabkan impotensi bagi pria. Selain itu bagi wanita yang sering merokok, dapat menyebabkan pembuluh kapiler di wajah rusak sehingga memunculkan penuaan dini.

Nah, bagi Anda yang ingin berhenti merokok, ada cara yang simple dan aman yaitu dengan memanfaatkan obat-obatan herbal. Bahan alam ini sangat mudah diolah dan tidak menyebabkan efek samping. Adapun bahan herbal yang bisa dimanfaatkan untuk menghentikan kebiasaan merokok diantaranya adalah

Kunyit

Curcuma longa atau lebih dikenal dengan kunyit merupakan bahan herbal yang bisa membantu mengatasi masalah kecanduan rokok. Penelitian menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi kunyit setiap hari, kandungan karsinogen dalam tubuh akan berkurang 8 kali lipat. Disamping itu dengan membuat ramuan yang terdiri dari kunyit, daun basil, dan sedikit thyme bisa mengurangi risiko kanker.

Licorice

Banyak yang sudah membuktikan bahwa licorice bisa mengurangi ketergantungan terhadap rokok. Lama-kelamaan perokok yang sudah akut bisa terbebas dari keinginan untuk merokok. Caranya sangat mudah, yaitu dengan menyimpan akar licorice dan menghisapnya sebagai pengganti rokok. Selain itu licorice juga terdapat pada produk tembakau seperti pipa tembakau dan tembakau kunyah.

Meski bahan alami ini relatif aman, namun pemakaiannya dianjurkan untuk kadar sedang saja yaitu sekitar 3 cangkir teh setiap hari. Jika digunakan dalam kadar berlebih selama 6 minggu, dikhawatirkan bisa memicu naiknya tekanan darah, retensi air dan sodium, kehilangan potassium, lethargy, dan sakit kepala.

Semanggi Merah

Selain bisa menyembuhkan tumor, semanggi merah juga bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan kecanduan akan rokok. Kunyah daun semanggi segar untuk membantu mengurangi keinginan merokok. Atau bisa juga dengan mengunyah tumbuh-tumbuhan segar yang mengandung genistein seperti kacang-kacangan dan kedelai. Selain bisa menyembuhkan kebiasaan merokok, bahan herbal tersebut juga bisa membunuh tumor yang kemungkinan muncul saat merokok. Jika tidak nyaman dengan mengunyah daun semanggi merah secara langsung, bisa menggantinya dengan mengkonsumsi teh semanggi merah.

Wortel

Wortel kaya akan kandungan karotenoid yang bermanfaat untuk mencegah kanker. Kandungan karotenoid akan semakin banyak didapatkan jika perokok mengkonsumsi wortel dan sayuran segar lainnya secara langsung bukan dari suplemen. Sifat wortel sebagai antikanker bisa memperkecil risiko terkena masalah kesehatan tersebut terutama kanker paru-paru. Jadi jika Anda belum sepenuhnya berhenti merokok, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi wortel agar terhindar dari penyakit kanker.

Fava Beans

Fava beans bekerja dengan menekan keinginan mengkonsumsi nikotin dengan mengirim rangsangan ke otak. Kandungan I-dopa yang ada di dalamnya kemudian diubah menjadi dopamin yang bisa mempengaruhi kerja otak untuk menghentikan keinginan mengkonsumsi obat-obatan adiktif seperti nikotin. Cara kerja yang serupa bisa ditemukan dalam obat Bupropion. Hanya saja harganya tergolong mahal. Sementara dengan mengkonsumsi Fava beans, hasil yang diberikan sama efektifnya dan lebih murah.

Menggunakan cara alami untuk membantu menghentikan kebiasan merokok adalah cara yang tepat. Tidak hanya lebih terjangkau, bahan herbal tersebut juga mudah ditemukan. Selain itu jauhi asap rokok saat Anda memutuskan berhenti merokok. Dengan berhenti merokok, Anda tidak hanya menyelamatkan diri sendiri dari bahaya yang mengancam dan mematikan. Tapi juga bisa menyelamatkan orang disekitar Anda dari dampak buruk asap rokok.


8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app