Jika Jantung Berdebar Saat Tidur, Apakah Itu Normal?

Dipublish tanggal: Mar 9, 2019 Update terakhir: Mei 7, 2021 Tinjau pada Agu 26, 2019 Waktu baca: 3 menit
Jika Jantung Berdebar Saat Tidur, Apakah Itu Normal?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Detak jantung yang normal umumnya berdetak antara 60-100 dalam satu menit, tetapi jika lebih dari angka tersebut bisa disebut juga dengan jantung berdebar
  • Jantung berdebar atau palpitasi jantung bisa disebabkan oleh beberapa hal yang terkait dengan penyakit jantung ataupun pola hidup yang dijalani
  • Palpitasi dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan apabila disertai dengan gejala lain seperti napas pendek, pusing, nyeri dada, bahkan hilang kesadaran
  • Ada banyak faktor penyebab jantung berdebar (palpitasi jantung), di antaranya aktivitas fisik, stress, perubahan hormon, hingga masalah kesehatan lain
  • Palpitasi jantung atau jantung berdebar yang tidak terkait adanya penyakit jantung dapat dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat
  • Klik untuk mendapatkan obat jantung yang dapat dikirim ke rumah Anda melalui HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD

Normalnya pada saat tidur, detak jantung menurun bersamaan dengan laju pernapasan dan tekanan darah. Tapi sebagian orang justru merasakan jantung berdebar saat berbaring istirahat di malam hari. Mengapa demikian? Apakah jantung berdebar saat tidur atau istirahat di malam hari adalah hal yang normal?

Adanya risiko palpitasi jantung

Pada orang dewasa, detak jantung normal umumnya berkisar antara 60-100 detak per menit. Bila lebih dari kisaran angka tersebut, biasanya sensasi yang terasa adalah jantung berdebar kencang atau disebut palpitasi jantung

Anda dapat merasakan palpitasi ini melalui debaran jantung, tenggorokan, atau leher. Sensasi debaran jantung ini bisa terjadi karena perubahan ritme kerja jantung atau sebagai respon kesadaran bahwa jantung Anda sedang berdetak. Palpitasi jantung ini bisa jadi hal yang mencemaskan bagi sebagian orang dan menyebabkan rasa tidak nyaman karena terjadi dimalam hari saat hendak beristirahat.

Secara umum, palpitasi jantung bukan hal yang membahayakan karena merupakan respon tubuh terhadap aktivitas harian; adanya stress atau kecemasan; terlalu banyak konsumsi alkohol, kafein, atau rokok; dan pada masa kehamilan. 

Baca juga: Sehatkah Jantung Anda? Inilah 5 Indikator Kesehatan Jantung

Namun, pada sebagian kasus, palpitasi jantung berdebar menjadi tanda adanya permasalahan kesehatan apabila disertai dengan gejala lain seperti napas pendek/terengah-engah, kepala pusing, nyeri dada, hingga tidak sadarkan diri. Oleh karena itu, sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab jantung berdebar saat tidur

Penyebab jantung berdebar di malam hari dapat dikategorikan menjadi 2 kelompok, yaitu penyebab yang tidak terkait penyakit jantung dan penyebab yang terkait dengan penyakit jantung. 

Penyebab tidak terkait penyakit jantung

Penyebab jantung berdebar yang tidak terkait dengan penyakit jantung, antara lain: 

  •  Posisi tidur. Orang yang tidur dengan posisi miring ke kiri atau tengkurap secara tidak sengaja memberikan tekanan pada persyarafan vagus yang berperan dalam pengaturan detak jantung. Adanya tekanan eksternal dari posisi tubuh saat tidur ini, bisa menjadi sebab terpacunya impuls elektrik di sepanjang jaringan saraf. Impuls elektrik inilah yang menyebabkan terjadinya debaran jantung.
  • Emosi yang sangat kuat sebagai respon tubuh terhadap stress, rasa takut, atau kecemasan yang menyebabkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan.
  • Aktivitas fisik yang kuat atau berat terutama dalam berolahraga juga dapat menjadi penyebab jantung berdebar lebih cepat dari biasanya. Sesuaikan aktivitas fisik dengan olahraga yang tepat dan tidak berlebihan. 
  • Konsumsi kafein, nikotin, alkohol, atau obat-obatan tertentu yang bersifat stimulant misalnya amfetamin, obat astma, atau suplemen herbal tertentu. Konsumsi zat-zat tersebut dimalam hari dapat menyebabkan peningkatan detak jantung.
  • Permasalahan medis seperti penyakit hipertiroid, gula darah rendah (hipoglikemia), anemia, tekanan darah rendah (hipotensi), demam, dan dehidrasi dapat menjadi pemicu jantung berdebar.
  • Adanya perubahan hormon dalam tubuh seperti pada kondisi kehamilan, menstruasi, atau menopause. Fluktuasi hormone yang terjadi pada kondisi tersebut menyebabkan peningkatan detak jantung. Palpitasi jantung yang terjadi secara normal karena perubahan hormon pada kondisi tersebut bukan sesuatu yang berbahaya.
  • Palpitasi dapat pula disebabkan oleh konsumsi karbohidrat, gula, atau lemak sebelum tidur dimalam hari. Terkadang, mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung MSG, nitrat, atau sodium juga dapat meningkatkan terjadinya palpitasi jantung.

Penyebab yang terkait penyakit jantung

Palpitasi jantung atau jantung berdebar saat tidur juga dapat terjadi akibat adanya permasalahan pada kesehatan jantung, misalnya:

  • Serangan jantung. Palpitasi jantung dapat terjadi sebelum adanya serangan jantung.
  • Penyakit arteri jantung (coronary artery disease)
  • Gagal jantung
  • Kelainan katup jantung
  • Kelainan otot jantung

Baca juga: Digoxin adalah Obat Penyakit Jantung

Pencegahan jantung berdebar saat tidur

Faktor penyebab palpitasi jantung atau jantung berdebar yang tidak terkait adanya masalah kesehatan jantung dapat dicegah dengan memperbaiki pola hidup. Jika Anda gemar melakukan olahraga, makan menjelang tidur, atau konsumsi kafein yang berlebihan maka sebaiknya mulai ubah kebiasaan ini.

Apabila Anda menyukai konsumsi kudapan di malam hari, sebaiknya memilih cereal dengan tambahan susu dengan kandungan lemak penuh (full-fat milk), kacang-kacangan, dan buah-buahan seperti blueberry. 

Kombinasi sereal dengan tambahan kacang dan blueberry dapat membantu memperlambat produksi insulin untuk penyerapan glukosa sehingga mencegah terjadinya hipoglikemia yang menyebabkan debaran jantung di malam hari.

Bila palpitasi jantung terjadi karena adanya stress atau kecemasan yang Anda rasakan sepanjang hari, coba pertimbangkan teknik relaksasi seperti latihan pernapasan sebelum tidur untuk mengurangi kecemasan. 

Baca juga: Dampak Stress Bagi Kesehatan

Aktivitas lain seperti membaca buku, menonton TV, atau mendengarkan radio sebelum tidur juga berguna untuk mengalihkan fokus Anda dari kecemasan. Biarkan tubuh merasa rileks saat menjelang waktu tidur.


37 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Wexler RK, et al. (2017). Palpitations: Evaluation in the primary care setting. (https://www.aafp.org/afp/2017/1215/p784.html#afp20171215p784-b21)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app