Jika Jantung Berdebar Saat Tidur, Apakah Itu Normal?

Dipublish tanggal: Mar 9, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Agu 26, 2019 Waktu baca: 3 menit
Jika Jantung Berdebar Saat Tidur, Apakah Itu Normal?

Normalnya pada saat tidur, detak jantung menurun bersamaan dengan laju pernapasan dan tekanan darah. Tapi bagi sebagian orang justru merasakan jantung berdebar saat berbaring istirahat dimalam hari. Mengapa demikian? Apakah jantung yang berdebar saat tidur atau istirahat di malam hari adalah hal yang normal?

Palpitasi Jantung

Pada orang dewasa sehat, detak jantung berkisar antara 60 sampai 100 detak per menit. Bila lebih dari kisaran angka tersebut, biasanya sensasi yang terasa adalah jantung seperti berdebar kencang atau disebut Palpitasi Jantung

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Anda dapat merasakan palpitasi ini melalui debaran jantung, tenggorokan, atau leher. Sensasi debaran jantung ini bisa terjadi karena perubahan ritme kerja jantung atau sebagai respon kesadaran bahwa jantung Anda sedang berdetak.

Palpitasi jantung ini bisa jadi hal yang mencemaskan bagi sebagian orang dan menyebabkan rasa tidak nyaman karena terjadi dimalam hari saat hendak beristirahat. 

Secara umum, palpitasi jantung bukan hal yang membahayakan karena merupakan respon tubuh terhadap aktivitas harian; adanya stress atau kecemasan; terlalu banyak konsumsi alcohol, kafein, atau rokok; dan pada masa kehamilan. 

Namun, pada sebagian kasus, palpitasi jantung menjadi tanda adanya permasalahan kesehatan apabila disertai dengan gejala lain seperti napas pendek/terengah-engah, kepala pusing, nyeri dada, hingga tidak sadarkan diri. Sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan pertolongan segera. 

Penyebab jantung berdebar saat tidur

Penyebab jantung berdebar dimalam hari dapat dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu penyebab yang tidak terkait penyakit jantung dan penyebab yang terkait dengan penyakit jantung. 

Penyebab yang tidak terkait dengan penyakit jantung antara lain: 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

  •  Posisi tidur. Orang yang tidur dengan posisi miring ke kiri atau tengkurap secara tidak sengaja memberikan tekanan pada persyarafan vagus yang berperan dalam pengaturan detak jantung.

    Adanya tekanan eksternal dari posisi tubuh saat tidur ini, bisa menjadi sebab terpacunya impuls elektrik disepanjang jaringan persyarafan. Impuls elektrik inilah yang menyebabkan terjadinya debaran jantung.
  • Emosi yang sangat kuat sebagai respon tubuh terhadap stress, rasa takut, atau kecemasan yang menyebabkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan.
  • Aktivitas fisik yang kuat atau berat.
  • Konsumsi kafein, nikotin, alcohol, atau obat-obatan tertentu yang bersifat stimulant misalnya amfetamin, obat astma, atau suplemen herbal tertentu. Konsumsi zat-zat tersebut dimalam hari dapat menyebabkan peningkatan detak jantung.
  • Permasalahan medis seperti penyakit hipertiroid, gula darah rendah (hipoglikemia), anemia, tekanan darah rendah (hipotensi), demam, dan dehidrasi.
  • Adanya perubahan hormon dalam tubuh seperti pada kondisi kehamilan, menstruasi, atau menopause. Fluktuasi hormone yang terjadi pada kondisi tersebut menyebabkan peningkatan detak jantung.

    Palpitasi jantung yang terjadi secara normal karena perubahan hormon pada kondisi tersebut bukan sesuatu yang berbahaya.
  • Palpitasi dapat pula disebabkan oleh konsumsi karbohidrat, gula, atau lemak sebelum tidur dimalam hari. Terkadang, mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung MSG, nitrat, atau sodium juga dapat meningkatkan terjadinya palpitasi jantung.

Palpitasi jantung saat tidur, juga terkait dengan adanya permasalahan pada kesehatan jantung, misalnya:

  • Serangan jantung. Palpitasi jantung dapat terjadi sebelum adanya serangan jantung.
  • Penyakit arteri jantung (coronary artery disease).
  • Gagal jantung.
  • Kelainan katup jantung
  • Kelainan otot jantung

Pencegahan jantung berdebar saat tidur

Faktor penyebab palpitasi yang tidak terkait adanya masalah kesehatan jantung, dapat dicegah dengan memperbaiki pola hidup. Jika Anda gemar melakukan olahraga, makan menjelang tidur, atau konsumsi kafein yang berlebihan maka sebaiknya mulai merubah kebiasaan ini. 

Apabila Anda menyukai konsumsi kudapan dimalam hari, sebaiknya memilih cereal dengan tambahan susu dengan kandungan lemak penuh (full-fat milk), kacang-kacangan, dan buah-buahan seperti blueberi. 

Kombinasi cereal dengan tambahan kacang dan blueberi dapat membantu memperlambat produksi insulin untuk penyerapan glukosa sehingga mencegah terjadinya hipoglikemia yang menyebabkan debaran jantung dimalam hari.

Bila palpitasi jantung terjadi karena adanya stress atau kecemasan yang Anda rasakan sepanjang hari, coba pertimbangkan teknik relaksasi seperti latihan pernapasan sebelum tidur untuk mengurangi kecemasan. 

Aktivitas lain seperti membaca buku, menonton TV, atau mendengarkan radio sebelum tidur juga berguna untuk mengalihkan fokus Anda dari kecemasan.

37 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Wexler RK, et al. (2017). Palpitations: Evaluation in the primary care setting. (https://www.aafp.org/afp/2017/1215/p784.html#afp20171215p784-b21)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app