GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Digoxin adalah Obat Penyakit Jantung

Dipublish tanggal: Agu 14, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Digoxin adalah Obat Penyakit Jantung

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Penyakit jantung atau gangguan jantung tentu dapat mengganggu fungsi kerja jantung dalam memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh termasuk otak
  • Beragam jenis penyakit jantung antara lain kardiomiopati, gagal jantung, aritmia jantung, serangan jantung, hingga penyakit jantung bawaan
  • Untuk mengobati penyakit jantung khususnya gagal jantung dan aritmia jantung, salah satu obat yang bisa digunakan adalah Digoxin
  • Obat Digoxin biasanya dikonsumsi 1 kali sehari atau sesuai anjuran dokter dan dapat diminum dengan atau tanpa makanan
  • Digoxin tersedia dalam kemasan tablet, kapsul, dan injeksi. Beberapa efek samping yang mungkin timbul adalah mual, muntah, diare, sakit kepala, ruam pada kulit
  • Klik untuk mendapatkan Digoxin atau obat jantung lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD

Ada banyak jenis penyakit jantung, antara lain kardiomiopati, gagal jantung, aritmia jantung, serangan jantung, hingga penyakit jantung bawaan. Penyakit jantung tersebut tentunya dapat mengganggu fungsi kerja jantung dalam memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh, termasuk otak.

Dalam mengobati penyakit jantung khususnya gagal jantung dan aritmia jantung, salah satu obat yang bisa digunakan adalah Digoxin. Tetapi penggunaan obat Digoxin harus dengan resep dokter karena tidak boleh sembarang dikonsumsi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Penyakit jantung sendiri bisa terjadi karena beragam penyebab, di antaranya tekanan darah tinggi, kolesterol, faktor genetik, obesitas, pola hidup tidak sehat, dan lain sebagainya. Untuk membantu mengontrol fungsi kerja jantung, penderita gangguan jantung umumnya perlu menjalani operasi jantung atau setidaknya mengonsumsi obat khusus. 

Baca juga: Macam-Macam Penyakit Jantung Yang Perlu Anda Tahu

Digoxin obat apa?

Digoxin adalah obat sakit jantung yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit gagal jantung dan aritmia jantung. Tujuan penggunaan obat Digoxin adalah untuk mengembalikan denyut jantung yang tidak teratur ke tahap irama normal dan memperkuat organ jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

Digoxin termasuk golongan obat glikosida jantung (cardiac glycoside) yang bekerja dalam sel jantung dan dapat mempengaruhi kandungan mineral tertentu seperti natrium dan kalium. Hal ini dapat membantu mengurangi ketegangan pada jantung dan membantu menjaga kestabilan detak jantung yang normal dan kuat.

Manfaat obat Digoxin

1. Gagal jantung

Penyakit gagal jantung atau heart failure adalah salah satu penyakit jantung di mana fungsi kerja jantung mengalami kegagalan karena otot jantung melemah sehingga tidak mampu mengalirkan darah yang cukup ke seluruh tubuh. 

Dengan menjalani pengobatan gagal jantung seperti mengonsumsi obat Digoxin yang dapat membantu memperbaiki fungsi kerja jantung maka kekuatan jantung akan kembali meningkat sehingga ikut mengembalikan kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Baca juga: Penyebab dan Gejala Gagal Jantung

2. Aritmia jantung (fibrilasi atrium)

Fibrilasi atrium adalah satu satu jenis gangguan aritmia jantung. Aritmia jantung sendiri merupakan gangguan pada irama jantung yang tidak beraturan, bisa terlalu cepat atau terlalu lambat. 

Fibrilasi atrium atau atrial fibrilasi adalah kondisi gangguan pada irama jantung yang tidak beraturan dan terbilang cepat. Irama atau detak jantung normal berada di angka 60-100 kali per menit dengan irama yang teratur, tetapi irama jantung pada penderita fibrilasi atrium bisa mencapai 100 kali per menit atau lebih.

Selain bermanfaat mengatasi penyakit gagal jantung, obat Digoxin juga digunakan dalam pengobatan aritmia jantung, tepatnya fibrilasi atrium yang menyebabkan gangguan pada irama jantung terutama percepatan detak jantung. Dengan memperbaiki detak jantung yang tidak beraturan, hal itu juga dapat menurunkan risiko penggumpalan darah serta mencegah kemungkinan terkena serangan jantung maupun stroke.

Seputar penggunaan obat Digoxin

Cara pakai obat Digoxin

  • Obat Digoxin biasanya dikonsumsi 1 kali sehari atau sesuai anjuran dokter
  • Digoxin dapat diminum dengan atau tanpa makanan
  • Digoxin tersedia dalam kemasan tablet, kapsul, dan injeksi
  • Umumnya Digoxin bisa digunakan bersamaan dengan obat lainnya

Efek samping Digoxin

Beberapa efek samping yang umum terjadi dari penggunaan Digoxin adalah:

  • mual dan muntah
  • diare
  • kehilangan nafsu makan
  • sakit kepala
  • pusing
  • ruam pada kulit

Meski begitu, tak semua orang mengalami efek samping di atas. Jika merasa tidak nyaman atau khawatir mengenai efek samping tersebut, coba konsultasikan dengan dokter Anda.

Interaksi obat

Penggunaan obat Digoxin secara bersamaan dengan obat lain seperti neomycin, fenitoin, sulfasalazin, kaolin, pectin, dan obat antasida, dapat menyebabkan interaksi obat. Begitupun dengan pasien yang sedang menjalani radioterapi yang juga dapat menurunkan kadar efektivitas obat Digoxin.

Selain itu, penggunaan obat Digoxin pada penderita penyakit tiroid, penyakit ginjal, miokarditis, dan serangan jantung sebaiknya dipertimbangkan dengan sangat hati-hati atau sebaiknya dihindari. Termasuk pada penderita gangguan keseimbangan elektrolit seperti hipokalemia (kadar kalsium rendah dalam darah) dan hipomagnesemia (kadar kalsium tinggi dalam darah).

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app