Inilah Bahaya Vape Menurut Penelitian

Dipublish tanggal: Mei 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Inilah Bahaya Vape Menurut Penelitian

Akhir-akhir ini Anda sering menemukan penggunaan vape atau vaping yang digunakan oleh kalangan remaja sampai dewasa, baik oleh laki-laki maupun perempuan. Terdapat satu pendapat yang umum diungkapkan oleh para pengguna bahwa vape lebih aman daripada rokok biasa. Benarkan demikian?

Sebenarnya vape adalah rokok elektrik, dimana cara kerjanya tidak memerlukan alat untuk penyulut rokok seperti korek api. Kemudian memang benar jika vape tidak menggunakan bahan dasar tembakau untuk dijadikan sebagai bahan hisapnya, akan tetapi digantikan dengan beberapa perasa yang nyaman di mulut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Fakta selanjutnya bahwa vape tetap memiliki kandungan nikotin yang bahkan sangat tinggi dari biasanya, sehingga masihkah Anda menganggap bahwa vape lebih baik daripada rokok?

Mari Anda ketahui lebih baik tentang vape dan kenapa Anda harus segera berhenti menggunakan vape atau kegiatan vaping. 

Simak penjelasannya berikut ini.

Kandungan nikotin pada vape dudah Diserap tubuh

Hormon adrenalin menjadi salah satu hormon yang bisa timbul setelah Anda mengkonsumsi nikotin dalam jenis apapun, termasuk vape. Sehingga Anda akan merasa memiliki energi dan semangat yang bisa dibilang berlebihan. 

Akan tetapi efek dari hormon adrenal ini akan cepat hilang sehingga Anda memiliki keinginan untuk kembali menghisap vape lagi dan lagi sehingga akan menimbulkan ketergantungan.

Pertimbangkan untuk kesehatan paru-paru anda

Seperti yang telah Anda ketahui, bahwa zat adiktif bernama nikotin menjadi zat berbahaya bagi paru-paru dan menyebabkan peradangan. Kemudian yang paling bahaya adalah nikotin membuat tubuh Anda tidak mampu melindungi diri dari zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Penelitian dari Toxicology and Applied Pharmalogy menyatakan bahwa penggunaan vape berdampak serupa dengan penggunaan rokok dalam jangka pendek. Kemudian selain radang paru-paru, para pengguna vape akan mengalami kerusakan sistem pada otak dan anggota vital lainnya.

Vape bukan alasan yang membuat anda berhenti merokok

Foods and Drugs Association atau Badan POM Amerika belum memberikan persetujuan bahwa vape sebagai salah satu cara yang baik untuk membuat penggunanya berhenti merokok

Apalagi melihat zat adiktif yang terkandung di dalam vape sama sekali tidak menunjukkan adanya jalan keluar atau solusi kesehatan yang lebih baik.  Dengan demikian tidak benar jika vape mampu menghentikan Anda dari kegiatan merokok. 

Karena jalan terbaik untuk segera berhenti merokok adalah merubah gaya hidup secara keseluruhan, adanya dukungan dari orang-orang tercinta dan menjalani beberapa treatment yang ampuh untuk menyembuhkan kecanduan rokok.

Sama seperti rokok, vape juga dapat menimbulkan penyakit kanker

Peluang memiliki penyakit kanker juga semakin besar bagi Anda yang menggunakan vape. Dibuktikan dari salah satu penelitian yang diadakan University of Canada bahwa zat formaldehid yang ada pada vape bersifat merusak dan dapat memicu timbulnya kanker. 

Menurut mereka zat adiktif yang terkandung dalam vape ketika melakukan vaping akan segera masuk ke dalam paru-paru dan diserap dengan sangat cepat. Sehingga peluang memiliki riwayat penyakit kanker akan semakin nyata untuk Anda miliki dalam jangka pendek maupun beberapa tahun kemudian.

Para praktisi kesehatan meminta kepada setiap calon pengguna atau pengguna vape untuk kembali mempertimbangkan kegiatan vaping terhadap efek samping yang akan dialami di masa depan.

Dengan demikian masihkah Anda berpendapat bahwa vape bisa menghentikan dan menyembuhkan ketergantungan rokok? Sepertinya tidak, karena Anda seolah memberikan jalan bagi tubuh untuk mengidap beberapa penyakit mematikan yang sama sekali tidak baik untuk kondisi tubuh.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Can vaping damage your lungs? What we do (and don’t) know. Harvard Health. (https://www.health.harvard.edu/blog/can-vaping-damage-your-lungs-what-we-do-and-dont-know-2019090417734)
Is vaping bad for you?. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/327374)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app