Hindari Bakteri Salmonella di Makanan, Begini Cara Mencegahnya

Dipublish tanggal: Sep 8, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit

Umumnya, penyebab dari orang mengalami diare atau sakit perut berasal dari konsumsi makanan yang salah. Hal ini dapat terjadi karena adanya gangguan di saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella pada makanan. 

Bakteri ini dapat berada pada makanan mentah atau kurang matang. Oleh sebab itu, Anda perlu menghindari makanan yang telah terkontaminasi bakteri tersebut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Apa bahaya bakteri salmonella yang berada di makanan?

Bakteri salmonella yang berada pada makanan dapat memicu terjadinya penyakit gastroenteritis yang menimbulkan beberapa gejala seperti muntah, mual, diare, kram perut, sakit kepala, demam, dan darah di feses. Gejala ini berlangsung selama beberapa hari.

Bakteri Salmonella yang berada pada makanan saat Anda konsumsi, tidak akan menimbulkan gejala secara langsung. Gejala tersebut akan terjadi mulai 2-3 hari setelah Anda mengkonsumsinya. Namun, hal ini membuat Anda sulit untuk mengetahui makanan apa yang menjadi sumber penyakit. 

Sehingga, Anda harus mengingat-ngingat lagi makanan apa yang sudah Anda konsumsi.

Umumnya, seseorang yang terkena penyakit demam tifoid atau tifus berasal dari bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini mengalir di darah Anda akibat makanan yang telah terkontaminasi bakteri tersebut.

Makanan memiliki resiko terinfeksi bakteri salmonella

Anda dapat menemukan banyak bakteri Salmonella pada bagian usus hewan ternak.  Namun, bakteri ini menyebar melalui feses hewan yang telah terkontaminasi bakteri salmonella melalui makanan manusia. Makanan yang dapat dikontaminasi bakteri ini yaitu:

Daging dan unggas, feses yang terkontaminasi bakteri dapat masuk dalam daging dan unggas saat proses pemotongan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Makanan laut atau seafood, bakteri salmonella masuk melalui air yang terkontaminasi sebelum dimasak. 

Telur mentah, saat indung ayam terinfeksi bakteri salmonella maka telur pun akan ikut terkontaminasi sebelum cangkangnya terbentuk. Sehingga, bakteri salmonella bisa berada dalam telur. 

Buah dan sayur, buah dan sayuran dapat terkontaminasi bakteri salmonella akibat air yang sebelumnya memang  sudah terkontaminasi bakteri tersebut. Selain itu, bisa terjadi saat proses pencucian karena bersentuhan langsung dengan daging atau unggas mentah.

Bagaimana caranya mengetahui makanan terinfeksi bakteri Salmonella?

Tubuh Anda akan mengalami keracunan jika bakteri salmonella masuk dan menginfeksi. Sebab itu, Anda perlu menghindari makanan yang mengandung bakteri salmonella. 

Namun, tentu saja bukan hal mudah untuk mendeteksi suatu makanan apakah terkontaminasi bakteri salmonella atau tidak. 

Mendeteksi bakteri salmonella tidak bisa dideteksi dengan cara mudah dengan cara sekedar dilihat atau mencium bau makanan tersebut. Untuk mendeteksi adanya bakteri salmonella dalam makanan perlu dilakukan uji di laboratorium, tentu saja hal ini tidak dapat Anda lakukan sendiri. 

Namun, Anda tetap bila melakukan beberapa hal di bawah ini untuk mendeteksinya dan mengurangi resiko terjadinya keracunan akibat bakteri salmonella. 

  • Jika Anda memasak telur, Anda harus pastikan benar-benar matang bagian putih atau kuning telurnya.
  • Masaklah daging sampai mencapai suhu 63 derajat celcius. Namun, untuk daging giling harus mencapai 71 derajat celcius dan unggas hingga 74 derajat celcius. Temperatur tersebut dapat mematikan bakteri saat diolah dan mencegah terjadinya infeksi saat dikonsumsi. 
  • Jangan letakan makanan panas dan dingin dalam tempat yang sama, sebaiknya diletakan terpisah.
  • Hindari membiarkan makanan terbuka selama dua jam lebih
  • Pisahkan talenan yang digunakan untuk makanan mentah dan matang
  • Cuci bersih peralatan makan dan memasak setelah digunakan
  • Biasakan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer saat memegang makanan

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
FDA releases draft risk profile on pathogens and filth in spices, takes steps to strengthen spice safety. U.S. Food and Drug Administration. http://www.fda.gov/Food/NewsEvents/ConstituentUpdates/ucm372995.htm.
FSIS releases comprehensive strategy to reduce salmonella. U.S. Department of Agriculture Food Safety and Inspection Service. http://www.fsis.usda.gov/wps/portal/fsis/topics/food-safety-education/get-answers/food-safety-fact-sheets/foodborne-illness-and-disease/salmonella/sap.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app