Gejala dan Pengobatan Herpes pada Mata

Dipublish tanggal: Agu 18, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Mar 6, 2020 Waktu baca: 3 menit
Gejala dan Pengobatan Herpes pada Mata

Penyakit herpes adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Tidak hanya menyerang kelamin, penyakit ini juga bisa terjadi pada area mata dan sekitarnya. Penyakit herpes pada mata disebut dengan herpes okular atau herpes simplex keratitis. Kondisi ini juga dapat menyebabkan kebutaan permanen akibat kerusakan kornea mata dan bisa menular ke orang lain. 

Herpes mata yang paling umum terjadi adalah herpes keratitis epitel, di mana virus ini aktif pada lapisan epital kornea mata yang paling tipis. Selain itu, herpes juga dapat mempengaruhi lapisan kornea yang berada lebih dalam yaitu stroma dengan kondisi yang lebih berbahaya dan disebut keratitis stromal.

Iklan dari HonestDocs
Beli Anti Virus via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 23

Penyebab herpes pada mata (herpes okular)

Virus penyebab herpes mata dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Virus varicella-zoster: virus yang sama dengan virus penyebab cacar air dan herpes zoster
  • Virus herpes simplex 1: virus yang menyerang herpes pada mulut dan mata

Kedua virus tersebut bisa menginfeksi mata jika seseorang sudah pernah terinfeksi virus sebelumnya, baik virus cacar air ataupun herpes mulut. Setelah menyerang manusia, virus ini akan menetap di serabut saraf dan akan kambuh ketika ia berpindah ke area lain ketika sistem imun tubuh seseorang menurun, sehingga perlawanan terhadap virus tersebut juga sangat rendah.

Herpes mata sendiri dapat menyerang kornea, kelopak, retina, dan konjungtiva mata. Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit atau air liur, seperti misalnya berjabat tangan dengan penderita herpes lalu Anda mengucek mata tanpa cuci tangan terlebih dahulu, maka penularan virus mungkin saja terjadi terutama jika daya tahan tubuh sedang melemah atau tidak fit.

Baca juga: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Herpes

Gejala herpes pada mata (herpes okular)

Gejala herpes pada mata berbeda pada setiap orang dan tergantung dari jenis virus herpes yang menyerang penderita. Berikut ini 2 jenis dan gejala herpes pada mata:

Gejala herpes simplex pada mata (keratitis herpes simplex)

Gejala pada herpes yang disebabkan oleh virus herpes simplex 1 (HSV-1) adalah sebagai berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12
  • Mata merah dan berair
  • Nyeri pada satu bola mata dan area di sekitarnya
  • Merasa ada kotoran atau pasir di dalam mata padahal tidak ada 
  • Mata sensitif terhadap silau cahaya
  • Kornea mata menjadi bengkak dan berwarna keruh

Gejala herpes zoster pada mata (herpes zoster oftalmikus)

Gejala yang muncul pada herpes di mata yang disebabkan oleh virus varicella-zoster adalah sebagai berikut:

  • Adanya ruam kemerahan di kelopak mata, ujung hidung, dan dahi
  • Sakit kepala disertai demam
  • Rasa nyeri pada satu bola mata dan area di sekitarnya
  • Pandangan menjadi buram
  • Kornea mata keruh dan bengkak

Dokter spesialis mata akan melakukan pemeriksaan menurut gejala yang muncul menggunakan cairan pewarna khusus pada mata yang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan menggunakan cahaya ultraviolet. Tes darah dan pengecekan struktur mata juga mungkin akan membantu memastikan diagnosis penyakit herpes yang mungkin terjadi.

Pengobatan herpes pada mata (herpes okular)

Karena herpes adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, maka pengobatannya akan menggunakan obat antivirus sesuai dengan resep dokter. Berikut beberapa obat yang dapat membantu mengobati herpes mata, di antaranya:

Obat antivirus

Obat antivirus yang diberikan oleh dokter wajib diminum sesuai aturan dan tidak boleh dihentikan atau dilewatkan walaupun gejala sudah terasa ringan karena melakukan hal tersebut dapat memicu kambuhnya infeksi terjadi kembali.

Obat tetes mata kortikosteroid

Saat kornea mata sudah terserang herpes, maka dokter akan memberikan obat tetes mata jenis kortikosteroid untuk mencegah kerusakan pada kornea. Efek samping dari obat ini adalah adanya tekanan pada bola mata, maka sebelum menggunakan obat ini diharuskan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk pemantauan lanjutan karena jika tekanan bola mata meningkat maka dapat menyebabkan glaukoma.

Obat pereda nyeri (obat analgesik)

Ketika mata berangsur membaik, rasa sakit dan rasa nyeri mungkin masih tertinggal pada penderita herpes mata sehingga untuk mengatasinya, diharapkan pasien untuk berkonsultasi pada dokter sehingga akan diberikan obat pereda rasa sakit atau nyeri (analgesik).

Transplantasi kornea

Jika herpes sudah menimbulkan kerusakan pada kornea mata, maka hal ini akan menyebabkan luka pada kornea sehingga penglihatan menjadi terganggu. Untuk mengatasinya, satu-satunya pengobatan hanya dengan melakukan transplantasi kornea mata.

Baca juga: Rekomendasi Obat untuk Penyakit Kulit Herpes

Penyakit herpes pada mata setidaknya bisa dicegah dan dihindari sejak dini dengan menerapkan beberapa cara seperti mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, mencukupi kebutuhan tidur, serta melakukan vaksinasi herpes zoster terutama bagi para lansia.

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Herpetic Eye Disease: Types, Symptoms, Causes & Treatments. Cleveland Clinic. (Accessed via: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8861-herpetic-eye-disease)
Herpes Eye Disease. American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus. (Accessed via: https://aapos.org/glossary/herpes-eye-disease)
Basics of HSV (Herpes Simplex Virus) Keratitis - Contact Lenses. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (Accessed via: https://www.cdc.gov/contactlenses/viral-keratitis.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app