Hal yang Perlu Ibu Ketahui Tentang Obat Demam untuk Anak

Dipublish tanggal: Feb 26, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Jul 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Hal yang Perlu Ibu Ketahui Tentang Obat Demam untuk Anak

Bayi tidak boleh sembarangan diberikan obat-obatan apapun (khususnya neonatus). Tidak  seperti pemberian obat demam untuk orang dewasa. Anak bayi umumnya memiliki pilihan obat tertentu yang aman dikonsumsi jika terjadi demam

Ada pentingya sebagai orang tua khususnya ibu untuk mengetahui pengobatan apa saja yang aman dikonsumsi saat bayi mengalami demam.

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Cefspan 100mg cap 1

Regulasi suhu tubuh bayi memang agak sedikit berbeda dengan orang dewasa. Demam pada bayi dapat menjadi salah satu gejala paling menakutkan bagi setiap orang tua, terutama ketika bayi mengalami demam tinggi atau bayi baru berusia beberapa minggu. 

Terlepas dari itu, Anda harus melaporkan adanya demam pada bayi baru lahir yang lebih tinggi dari 38 ° C ke dokter atau penyedia perawatan kesehatan anak.

Memang disarankan untuk pergi ke dokter spesialis anak atau ke tenaga medis profesional untuk menangani demam pada anak khususnya pada neonatus (bayi berumur kurang dari atau sama dengan 28 hari). 

Namun pada saat-saat tertentu orang tua harus mengobati demam yang terjadi pada bayi mereka untuk memberikan penanganan yang tepat pada bayi yang demam, yuk disimak artikel ini lebih lanjut.

Bagaimana cara memilih pengobatan demam pada bayi?

1. Pemilihan obat berdasarkan usia bayi

  • Umur 0-3 bulan 
    Suhu rektal 38 derajat celcius atau lebih tinggi, segera hubungi dokter walaupun tidak terdapat tanda dan gejala lainnya pada bayi.
  • Umur 3-6 bulan
    Suhu rektal sampai 38,9 derajat celcius, bayi diistirahatkan dan beri bayi Anda minum yang banyak (ASI). Tidak perlu obat demam atau penurun panas dan hubungi dokter jika anak Anda rewel, gelisah dan terlihat lemas.
  • Umur 6-24 bulan
    Suhu rektal diatas 38,9 C , beri obat penurun demam Paracetamol untuk anak. Jika usia anak Anda diatas 6 bulan pemberian Ibuprofen juga dapat digunakan. Sebelum menggunakan obat bacalah takaran dosisnya sesuai umur atau berat badan anak Anda. Jangan pernah memberikan obat demam yang mengandung Aspirin.

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

Meso slimming treatment di reface clinic

2. Pemilihan obat berdasarkan gejala yang ditimbulkan
Jika bayi Anda terlihat demam, dengan disertai gejala lain seperti lemas, letih, lesu, dan tidak mau minum susu, bisa jadi bayi Anda mengalami masalah yang serius. Untuk itu, sebelum Anda sempat mengantar bayi Anda ke dokter, ada baiknya jika memberikan penanganan pertama berupa pemberian Paracetamol (penurun panas) atau Ibuprofen (anti radang dan penurun panas).                                                                                                                        

Mana lebih baik, obat penurun panas golongan paracetamol atau ibuprofen?

Dua-duanya sama saja, namun kadang ada yang merasa lebih cocok menggunakan paracetamol dibandingkan ibuprofen atau sebaliknya. 

Tapi biasanya untuk anak yang memiliki riwayat kejang atau panas yang sulit turun, dokter mungkin mengombinasikan 2 jenis obat penurun panas yang diberikan secara selang-seling. Untuk kasus yang diduga demam berdarah dengue, pemberian parasetamol menjadi pilihan. 

Dikarenakan pemberian ibuprofen diduga dapat mengakibatkan turunnya jumlah trombosit.

Bolehkah si kecil diberikan obat milik bayi atau anak lain?

Lihat kondisi si kecil. Prinsipnya boleh saja, terbatas obat untuk pertolongan pertama, misalnya penurun panas, asalkan usia atau berat badan antara bayi satu dengan lainnya tidak jauh berbeda, bisa menggunakan aturan pemakaian yang sama. 

Tapi bila berbeda berat badan maupun usianya tanyakan kepada apoteker Anda. Untuk obat-obat selain obat penurun panas disarankan untuk memeriksakan ke dokter agar pengobatan sesuai dengan kondisi dan dosis yang diperlukan.

Iklan dari HonestDocs
Derma Filler Wajah Di Genese Clinic

Perawatan ini berfungsi untuk meninggikan hidung, membentuk dagu supaya lebih Vshape, membentuk bibir supaya lebih menawan, dan menghilangkan kantung mata. Perawatan ini di lakukan oleh dokter.

Derma filler wajah di genese clinic

Kapan boleh diberikan obat penurun panas ulang setelah pemberian yang pertama?

Pemberian diulang 4 - 6 jam setelah pemberian obat sebelumnya. Jika panas sulit turun, ibu dapat memberikan bayi minum lebih banyak dan mengompres badannya dengan air hangat.

Mana lebih baik, obat penurun panas lewat mulut atau anus?

Sama saja, namun obat yang diberikan melalui anus bereaksi lebih cepat. Tetapi pemberiannya disesuaikan juga dengan keluhan si kecil. Jika bayi muntah, obat akan diberikan melalui anus. Namun jika bayi menderita diare, akan lebih efektif jika obat diberikan lewat mulut.

Bolehkah menghentikan pemberian antibiotik sebelum waktunya?

Tidak boleh karena dapat menimbulkan resistensi/kebalnya kuman terhadap obat. Ibu juga tidak boleh mengganti aturan minumnya, misal: 4x1 menjadi 3x1 karena tiap antibiotik memiliki masa kerjanya sendiri. 

Seandainya si kecil terlewat 1x waktu minum antibiotik, Ibu tetap memberikannya sesuai petunjuk pemakaian dengan selang waktu lebih singkat, misalnya: seharusnya bayi minum obat pukul 9 tapi dipercepat menjadi pukul 6. 

Benarkah pemberian antibiotik pada bayi dapat mengakibatkan gigi kuning saat anak besar?             

Saat Ibu masih kecil, ada jenis antibiotik Tetracycline. Nah, jenis ini dapat menyebabkan gigi kuning saat si kecil besar. Namun jangan khawatir karena sekarang sudah jarang digunakan.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pemberian obat-obatan pada bayi yang demam tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Jika bayi demam tinggi lebih dari 38.9 derajat dan tidak turun lebih dari 3 hari, diharapkan untuk para orang tua tidak merawat sendiri di rumah dan segera pergi ke rumah sakit, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

26 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app