Haid Jadi Tak Teratur Karena Pakai IUD?

Dipublish tanggal: Jun 12, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Haid Jadi Tak Teratur Karena Pakai IUD?

Salah satu alat kontrasepsi yang bisa dipakai dalam kurun waktu yang lama adalah IUD atau KB Spiral. Alat kontrasepsi yang berbahan dasar plastik dan berbentuk huruf ‘T’ ini, ditempatkan di rahim guna mencegah terjadinya pembuahan. 

Bagi Anda yang berminat untuk menggunakan alat kontrasepsi jenis IUD ini, sebaiknya ketahui dulu efek samping dari pemakaiannya berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Siklus Menstruasi jadi tak teratur

Pemakaian kontrasepsi IUD berisiko mengganggu siklus menstruasi Anda. Hal ini normal terjadi sebagai bentuk reaksi tubuh Anda atas masuknya benda asing yang mempengaruhi hormon kewanitaan. 

Beberapa bulan pertama, Anda mungkin hanya akan mengalami flek saja. Sebagian wanita ada yang hanya mengalami haid ringan saja, bahkan juga ada yang haidnya tak datang.

Kram Perut dan Jumlah Darah Haid yang Lebih Banyak

Anda terutama sekali akan merasakan kram perut yang berlebihan, ditambah dengan darah haid yang lebih banyak dari biasanya saat menggunakan IUD. Biasanya efek samping ini disebabkan oleh kontrasepsi IUD yang terbuat dari tembaga. Kontrasepsi IUD jenis ini merupakan tipe IUD yang paling lama mencegah kehamilan, bisa hingga 10 tahun lamanya.

Dapat memicu kambuhnya Alergi

Penting bagi Anda untuk mengetahui jenis dari kontrasepsi IUD sebelum menggunakannya, terutama Anda yang memiliki alergi tertentu. Anda tentu dianjurkan untuk memilih IUD hormonal, dibandingkan IUD tembaga jika kebetulan Anda memiliki alergi atas zat tersebut. Konsultasikan dulu kondisi Anda pada dokter atau bidan, sebelum memutuskan menggunakan kontrasepsi IUD.  

Risiko Infeksi pada Organ Kewanitaan Anda

Bagi sebagian wanita, pemasangan kontrasepsi IUD dapat menyebabkan iritasi dan infeksi pada vagina, serviks, dan rahim. Iritasi ini disebut PID atau Pelvic Inflammatory Disease, di mana terjadi peradangan yang menimbulkan rasa sakit pada bagian tersebut. Namun, kabar baiknya, risiko ini biasanya terjadi hanya pada satu bulan pertama setelah pemasangan IUD di rahim Anda.

Kontrasepsi IUD bergeser bahkan keluar dari Rahim

Sebagian kecil wanita yang menggunakan IUD, pernah mengalami kejadian di mana kontrasepsi ini bergeser dari tempatnya, bahkan keluar dari rahim. Pergerakan ini biasanya tak akan menimbulkan komplikasi, namun dapat menurunkan tingkat keefektifan dari kontrasepsi IUD ini. Segeralah berkonsultasi pada bidan atau dokter yang membantu pemasangannya, jika hal ini terjadi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11

Memicu Jerawat, pegal, dan nyeri pada Payudara

Penggunaan kontrasepsi IUD, khususnya IUD hormonal, akan membuat hormon dalam tubuh Anda jadi tidak seimbang. Alhasil, Anda pun rentan mengalami hal-hal yang biasanya terjadi saat PMS seperti jerawat, badan yang pegal, serta nyeri pada payudara. 

Hal ini normal adanya karena merupakan penanda kontrasepsi IUD yang digunakan, sedang melepas hormon dalam rahim.

Rasa sakit Saat pemasangan Kontrasepsi IUD

Bagi Anda yang berniat menggunakan IUD, Anda harus siap dengan kemungkinan munculnya rasa sakit saat pemasangannya. Rasa sakit bervariasi, mulai dari yang sakitnya terasa intens, hingga sakit yang hanya sedikit, bahkan tak sakit sama sekali. 

Biasanya, semakin berpengalaman ahli kesehatan yang memasangkannya, maka akan semakin minimal rasa sakit yang akan Anda rasakan.

Itulah beberapa efek samping yang bisa ditimbulkan dari pemasangan kontrasepsi IUD. Sealam efek samping ini berada di batas normal, tentu tak ada alasan bagi Anda untuk tak menggunakan kontrasepsi IUD. 

Lagi pula, kontrasepsi ini bisa tahan digunakan dalam waktu yang lama, tanpa mengharuskan Anda mengonsumsi pil tertentu. Berniat untuk menggunakan jenis kontrasepsi ini?

18 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Will an IUD make your period go away? (2016). (https://www.bedsider.org/features/937-will-an-iud-make-your-period-go-away)
Tighe C. (2018). That little T: A step-by-step guide to getting an IUD. (https://www.bedsider.org/features/326-that-little-t-a-step-by-step-guide-to-getting-an-iud)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app