Suka Pakai Minyak Jelantah untuk Menggoreng? Waspada 4 Bahaya Ini

Dipublish tanggal: Jul 2, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 3, 2019 Waktu baca: 3 menit
Suka Pakai Minyak Jelantah untuk Menggoreng? Waspada 4 Bahaya Ini

Gorengan merupakan jenis makanan yang sudah sangat akrab dan banyak digemari masyarakat Indonesia. Namun sebelum membeli gorengan di luar, sebaiknya perhatikan dulu kondisi minyak yang digunakan untuk memasak. Awas, ada beberapa yang memasaknya menggunakan minyak goreng hingga berkali-kali dan tidak diganti, bahkan mungkin bisa sampai berhari-hari. Padahal, minyak jelantah yang digunakan berulang kali memiliki risiko buruk bagi kesehatan Anda.

Bahaya penggunaan minyak jelantah saat menggoreng

Semakin sering Anda mengonsumsi makanan yang diolah dengan minyak jelantah, maka semakin besar pula risikonya bagi kesehatan. Berikut sejumlah bahaya minyak jelantah bagi tubuh, antara lain: 

1. Infeksi bakteri

Minyak yang sudah dipakai berulang kali dan tidak diganti bisa menjadi sarang pertumbuhan berbagai bakteri jahat. Salah satunya adalah Clostridium botulinum, bakteri penyebab penyakit botulisme. 

Bakteri ini bisa berkembang biak dengan memakan partikel dan remah-remah sisa gorengan yang ada di panci atau minyak. Bila Anda mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak jelantah, maka Anda akan lebih rentan terkena infeksi bakteri.

2. Meningkatkan risiko kanker

Tanpa disadari, penggunaan minyak jelantah juga menjadi sumber radikal bebas. Ketika Anda menggoreng dengan minyak jelantah, paparan radikal bebas yang akan ikut terserap kedalam makanan yang digoreng. 

Begitu dimakan, senyawa radikal bebas akan masuk ke dalam tubuh lalu menyerang sel-sel sehat dalam tubuh. Dalam jangka panjang, partikel radikal bebas tersebut akan berkembang menjadi karsinogen atau zat pemicu kanker

Semakin sering Anda menggunakan minyak jelantah untuk menggoreng makanan, maka semakin besar pula potensi radikal bebas menumpuk dalam tubuh. Hati-hati, bahaya minyak jelantah tersebut bisa memicu mutasi gen yang memungkinkan sel tubuh Anda bermutasi menjadi sel kanker.

3. Meningkatkan risiko penyakit degeneratif

Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli dari University of the Basque Country di Spanyol, minyak jelantah mengandung senyawa organik aldehid. Ketika senyawa tersebut masuk ke dalam tubuh, aldehid dapat berubah menjadi zat karsinogen seiring berjalannya waktu. 

Tidak hanya itu, bahaya minyak jelantah yang mengandung senyawa organik aldehid juga dapat memicu berbagai penyakit degeneratif kronis seperti penyakit jantung, penyakit Alzheimer, bahkan penyakit Parkinson.

4. Kelebihan berat badan atau obesitas

Kebanyakan orang tidak sadar bahwa minyak jelantah yang sering digunakan untuk memasak mengandung kalori dan lemak trans yang tinggi. Seperti yang sudah diketahui, lemak trans adalah jenis lemak jahat yang dapat memicu berbagai penyakit degeneratif seperti obesitas, penyakit jantung, hingga stroke.

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Food Chemistry tahun 2016, minyak zaitun murni tidak mengandung lemak trans. Namun setelah digunakan untuk menggoreng berkali-kali, minyak zaitun akan mengeluarkan lemak trans yang tidak baik bagi tubuh. 

Asupan kalori dan lemak trans yang berlebihan akan memicu kelebihan berat badan bahkan sampai obesitas. Obesitas sendiri bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius yang tentunya tidak Anda inginkan seperti diabetes dan penyakit jantung.  

Baca Juga: Awas, Ini 3 Bahaya Minyak Goreng Bekas Bagi Kesehatan

Tips menggoreng yang lebih sehat

Setelah mengetahui bahaya minyak jelantah bagi tubuh, Anda mungkin langsung ingin menghindari makan gorengan yang dijual di luar. Tenang, Anda tetap bisa, kok, menikmati gorengan asalkan memastikan minyak yang digunakan tergolong sehat. 

Berikut ini beberapa tips yang perlu dicermati bila Anda ingin menggunakan minyak untuk menggoreng, yakni:

1. Saring minyak terlebih dahulu

Sebelum menggunakan minyak bekas untuk menggoreng, sebaiknya saring dahulu minyak tersebut. Keluarkan remah-remah dan ampas hitam yang ada di dasar penggorengan supaya minyaknya sedikit lebih aman digunakan. 

2. Jangan tunggu minyak sampai terlalu panas

Saat ingin menggunakan minyak untuk menggoreng, perhatikan suhu minyak. Usahakan jangan sampai suhu minyak lebih dari 190º Celsius. Anda bisa menggunakan termometer khusus masak untuk mengukur suhunya.

3. Matikan api kalau sudah matang

Segera matikan api bila makanan sudah matang menyeluruh. Jangan biarkan minyak terlalu lama panas karena bisa mengubah struktur kimia minyak. 

4. Simpan minyak di tempat yang dingin dan tertutup

Setelah selesai menggoreng, biarkan minyak agak dingin terlebih dahulu. Setelah itu, segera pindahkan minyak ke wadah khusus dan tutup rapat. Simpan dalam suhu ruangan untuk mencegah tengik dan memperpanjang daya simpan minyak.

Baca Selengkapnya: Tips Cerdas Memilih Minyak Goreng yang Sehat dan Berkualitas


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Goswami, Garima & Bora, Rajni & Rathore, Mahipat. (2015). OXIDATION OF COOKING OILS DUE TO REPEATED FRYING AND HUMAN HEALTH. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/282701462_OXIDATION_OF_COOKING_OILS_DUE_TO_REPEATED_FRYING_AND_HUMAN_HEALTH)
Leong, Xin-Fang & Ng, Chun-Yi & Jaarin, Kamsiah & Mustafa, Mohammad. (2015). Effects of Repeated Heating of Cooking Oils on Antioxidant Content and Endothelial Function. Austin Journal of Pharmacology and Therapeutics. 3. 1068. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/276155412_Effects_of_Repeated_Heating_of_Cooking_Oils_on_Antioxidant_Content_and_Endothelial_Function)
Ganesan, Kumar & Sukalingam, Kumeshini & Xu, Baojun. (2019). Impact of consumption of repeatedly heated cooking oils on the incidence of various cancers- A critical review. Critical Reviews in Food Science and Nutrition. 59. 488-505. 10.1080/10408398.2017.1379470. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/319921858_Impact_of_consumption_of_repeatedly_heated_cooking_oils_on_the_incidence_of_various_cancers-_A_critical_review)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app