Selain Wanita, Pria Juga Bisa Mengalami Gejala PMS, Lho!

Dipublish tanggal: Jun 11, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 20, 2019 Waktu baca: 3 menit
Selain Wanita, Pria Juga Bisa Mengalami Gejala PMS, Lho!

Siapa bilang kalau gejala sindrom pramenstruasi (PMS) hanya bisa dialami oleh wanita? Buktinya, kaum pria ternyata juga bisa mengalami PMS, lho! Dalam istilah medis, gejala PMS pada pria disebut dengan irritable male syndrome.

Jika biasanya wanita lebih sering dicap memiliki mood yang tidak stabil, sekarang para pria tentu tidak bisa semata-mata menyalahkan wanita saja. Lantas, apa saja gejala PMS pada pria? Berikut informasi selengkapnya untuk Anda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Apa itu irritable male syndrome?

Irritable male syndrome (IMS) adalah kondisi ketika pria mengalami gugup, mudah marah, lesu, sensitif dan mudah tersinggung, hingga depresi. Keadaan ini terjadi akibat penurunan hormon seks pria, khususnya hormon testosteron.

Testosteron adalah hormon pria yang berperan penting dalam kepercayaan diri, kebugaran, energi, dan dorongan seks. Seiring bertambahnya usia, kadar hormon testorsteron mengalami penurunan, biasanya dimulai sejak usia 30 tahunan.

Semakin rendah testosteron dalam tubuh, maka hal ini dapat memengaruhi suasana hati dan cara pria berhubungan dengan pasangan. Pria yang semula tampak kuat bisa berubah menjadi sangat sensitif, pemarah, hingga tak lagi bergairah di ranjang.

Namun di sisi lain, kadar hormon testosteron pada pria umumnya bervariasi dan naik-turun 4 atau 5 kali dalam satu jam. Pria juga memiliki siklus hormon bulanan yang unik, bisa jadi lebih tinggi di pagi hari dan lebih rendah di malam hari.

Oleh karena itu, stres atau perubahan mood tidak melulu menjadi pertanda gejala PMS pada pria. Sebab, hal ini juga bisa disebabkan oleh stres di tempat kerja, kurang tidur, atau permasalahan lainnya.

Baca Selengkapnya: Stres Kerja Diakui Sebagai Penyakit, Ini Kata WHO

Iklan dari HonestDocs
Beli Rozgra - Sildenafil Citrate 100MG via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Rozgra sildenafil citrate 100mg

Tanda dan gejala PMS pada pria

Pada dasarnya, gejala PMS pada pria tidak jauh berbeda dengan kondisi saat wanita mengalami PMS. Tanda dan gejala PMS pada pria meliputi:

  • Mudah marah dan tersinggung
  • Kurang percaya diri
  • Susah konsentrasi
  • Sulit tidur
  • Gampang kelelahan
  • Susah menurunkan berat badan
  • Gairah seks lebih rendah
  • Depresi

Bila dibiarkan terus-menerus, perubahan suasana hati dan libido pada pria dapat mengganggu keintiman hubungan dengan pasangan. Bukan hal yang tidak mungkin bila pasangan Anda ikut-ikutan sensitif dan balik marah pada Anda. Jangankan untuk bercinta, sekadar mengobrol atau bercengkrama berdua saja bisa terasa tidak nyaman.

Baca Juga: Jika PMS Berkelanjutan, Waspadai PMDD

Bagaimana cara mengatasi gejala PMS pada pria?

Kunci terpenting untuk mengatasi gejala PMS pada pria adalah kenali tanda-tandanya sejak awal. Dari sisi pasangan, wanita juga harus mampu memahami suasana hati pria yang sedang tidak stabil.

Alih-alih balik memarahi, dukungan yang tepat dari pasangan dapat membantu memulihkan perasaan pria. Hal ini akan membuat keharmonisan rumah tangga Anda berdua tetap terjaga.

Bila Anda mengalami gejala-gejala IMS yang disebutkan di atas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Pastikan dulu bahwa gejala tersebut merupakan gejala PMS pada pria, bukan gejala penyakit lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Ericfil Tablet 100mg via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Ericfil 100 mg 4s 1

Jika gejala IMS disebabkan oleh penurunan kadar testosteron, salah satu pengobatan utamanya adalah dengan terapi penggantian testosteron. Cara ini dapat membantu mengembalikan vitalitas dan memperbaiki kesehatan Anda yang menurun akibat gangguan testosteron.

Anda juga perlu menerapkan pola hidup sehat untuk mengatasi gejala PMS pada pria, yaitu dengan cara:

  1. Mengendalikan berat badan
  2. Makan makanan sehat dan bergizi seimbang
  3. Hindari makanan tinggi lemak dan gula
  4. Batasi minum alkohol
  5. Rajin olahraga, minimal 30-40 menit setiap hari.
  6. Berhenti merokok
  7. Kelola stres

Dengarkan cerita pasangan Anda saat ia mengungkapkan perasaannya yang bergejolak. Ajak pasangan untuk mengatasi stres bersama, misalnya dengan latihan pernapasan, meditasi, yoga, atau teknik relaksasi lainnya.

Bila pasangan mulai menunjukkan tanda-tanda depresi, segera konsultasikan ke dokter spesialis kejiwaan terdekat. Semakin cepat gejalanya dideteksi, maka semakin cepat penanganannya dilakukan.

Baca Selengkapnya: Depresi Pada Pria

21 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Parazzini F, et al. Magnesium in the gynecological practice: A literature review. Magnesium Research. 2017;30:1.
Verkaik S, et al. The treatment of premenstrual syndrome with preparations of Vitex agnus castus: A systematic review and meta-analysis. American Journal of Obstetrics and Gynecology. 2017;217:150.
Chiaramonte D, et al. Integrative women’s health. Medical Clinics of North America. 2017;101:955.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app