Gejala Penyakit Menular Seksual Trikomoniosis

Dipublish tanggal: Mei 26, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Gejala Penyakit Menular Seksual Trikomoniosis

Wanita sangat rentan terkena berbagai penyakit menular seksual. Anatomi tubuh wanita dimana anus lebih dekat dengan vagina dan uretra, menyebabkan bakteri dan virus dengan mudah dapat masuk melalui vagina menuju ke saluran rahim wanita, sehingga dapat menyebabkan terkena penyakit menular seksual. Oleh sebab itu, para wanita harus lebih memperhatikan kesehatan vagina. Anda harus rutin menjaga kebersihan organ intim Anda.

Untuk menjaga kebersihan vagina Anda dapat membersihkan secara rutin dengan air hangat, bila perlu gunakanlah pembersih kewanitaan hanya untuk membersihkan bagian luar vagina. Dengan menjaga kebersihan vagina, risiko terserang penyakit menular seksual pun akan berkurang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Salah satu jenis penyakit menular seksual yang sering terjadi adalah Trikomoniasis. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis (TV). Infeksi yang disebabkan karena bakteri ini memang tidak begitu fatal, tetapi dapat menimbulkan komplikasi seperti ketidaksuburan dan infeksi jaringan kulit vagina.

Trikomoniasis menular melalui hubungan seksual. Penyakit ini bisa menyerang baik pria maupun wanita, tetapi kebanyakan wanita yang mudah tertular penyakit ini. Penyakit ini dapat diobati, tetapi lebih baik Anda mencegah terserang penyakit menular seksual ini. Karena trikomoniasis akan membuat Anda merasa tidak nyaman dan dapat pula menyebabkan komplikasi. Pendeteksian dini penyakit ini akan semakin mudah untuk dilakukan penyembuhan.

Gejala Trikomoniasis

Trikomoniasis sering kali tidak menampakan gejala-gejala tertentu. Sebanyak 85% wanita tidak menunjukkan gejala terserang penyakit, meskipun sudah terdeteksi trikomoniosis. Gejala umum dari trikomoniasis muncul pada hari ke-5 hingga ke-28 setelah terinfeksi parasit trichomonas vaginalis. Berikut beberapa gejala umum terserang penyakit Trikomonisis.

Keputihan yang tidak biasa
Keputihan merupakan hal yang wajar terjadi kepada wanita terutama sebelum dan setelah menstruasi. Keputihan umumnya berwarna bening atau putih, tidak begitu pekat, serta tidak berbau. Namun, jika keputihan Anda bertekstur lembut hingga sedikit berbusa serta berwarna kuning, hijau, atau abu-abu, Anda perlu waspada karena ini merupakan gejala terserang Trikomoniasis. Gejala ini muncul setelah seminggu terinfeksi parasit.

Vagina gatal
Trikomoniosis juga menyebabkan vagina Anda akan gatal. Anda akan mengalami rasa gatal di dalam dan di sekitar vagina, bahkan bisa sampai lipatan bibir vagina.

Vagina berbau
Bau vagina orang yang telah terinfeksi parasit Trichomonas Vaginalis biasanya berkembang dari bau ringan sampai berat. Bau yang tercium biasanya seperti bau busuk atau amis setelah mandi atau setelah mencuci vagina.

Vagina teriritasi
Jika Anda menggaruk terlalu keras saat vagina Anda gatal, maka akan menyebabkan luka dan iritasi pada vagina. Pada kondisi ini trikomoniosis akan timbul seperti benjolan merah di bawah kulit. Hal ini tentunya akan semakin membuat vagina Anda semakin gatal. Namun Anda harus menahan untuk tidak menggaruknya untuk menghindari penyebaran bakteri.

Nyeri pada perut bagian bawah
Trikomoniosis yang sudah memasuki stadium lanjut menyebabkan benjolan merah menyebar di dinding rahim. Hal ini akan menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual dan nyeri pada perut bagian bawah.

Cara mencegah Trikomoniosis

Trikomoniosis dapat dihindari dengan melakukan hubungan seks yang aman. Hindarilah bergonta-ganti pasangan dan bila perlu Anda bisa menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Selain itu, jagalah kebersihan vagina. Seringlah membersihkan vagina Anda setelah melakukan hubungan seksual maupun saat menstruasi, karena virus dan bakteri akan rentan masuk ke vagina. Bila perlu Anda dapat menggunakan pembersih kewanitaan yang mengandung providone iodine. Hindarilah menggunakan sabun saat membersihkan vagina, karena ini akan menyebabkan ketidak seimbangan PH pada vagina.

23 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Trichomoniasis. Office on Women's Health. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/trichomoniasis.
Meites E, et al. A review of evidence-based care of symptomatic trichomoniasis and asymptomatic trichomonas vaginalis infection. Clinical Infectious Diseases. 2015;61:S837.
Trichomoniasis — CDC fact sheet. Centers for Disease Control and Prevention. http://www.cdc.gov/STD/Trichomonas/STDFact-Trichomoniasis.htm.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app