Gejala Gangguan Pendengaran - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 20, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 378.591 orang

Gangguan pendengaran adalah masalah kesehatan yang terjadi di telinga, baik salah satu keduanya. Banyak faktor yang memicu terjadinya gangguan pendengaran. Faktor yang paling banyak berpengaruh adalah usia. 

Seseorang dengan usia berkisar antar 60 tahun keatas mulai menimbulkan gejala gangguan pendengaran. Tetapi tidak hanya usia tua, gangguan pendengaran juga terjadi sejak masa kelahiran atau kongenital. Kondisi ini dikaitkan dengan kelainan pada masa janin

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Gejala yang timbul pada penyakit gangguan pendengaran sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Perlu informasi yang cukup untuk mengenal beberapa kasus gangguan pendengaran dan penanganannya.

Mengenai telinga

Sesuai anatominya, telinga memiliki 3 bagian, antara lain Telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar adalah bagian paling luar yang dapat dijangkau dengan tangan anda, bagian tersebut terdiri dari daun telinga (aurikula), liang telinga sampai membrana timpani. 

Pada telinga tengah, terdiri dari uatu ruang di tulang temporal yang terisi oleh udara dan dilapisi oleh membran mukosa, tulang-tulang lunak (maleus, inkus, stapes, dan osikula). Fungsi telinga tengah adalah menangkap bunyi yang masuk lewat telinga tengah dan mengubahnya menjadi getaran, lalu dikirm ke telinga dalam untuk direspon. 

Masuk ke bagian terdalam, kita mengenal bagian koklea (rumah siput) yang berupa dua setangah lingkaran dan vesitubuler yang terdiri dari 3 buah kanalis semisirkularis.  Di telinga dalam juga terdapat sel-sel saraf auditori yang merespon hasil getaran pada suara menuju otak kita. koklea tampak skala vestibuli sebelah atas, skala timpani di sebelah bawah dan skala media (duktus koklearis) skala vestibuli disebut sebagai membran vestibuli (Reissner’s membrane) sedangkan dasar skala media adalah membran basalis. Pada skala media terdapat bagian yang berbentuk lidah yang disebut membran tektoria, dan pada membran basal melekat sel rambut yang terdiri dari sel rambut dalam, sel rambut luar dan kanalis Corti, yang membentuk organ Corti

Macam-macam Gangguan Pendengaran

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

 

  • Congenital Hearing Loss  Congenital Hearing Loss atau tuli kongenital merupakan kondisi genetik autosomal resesif yang sering terjadi pada 1 dari 2000 kelahiran bayi. Sindrom genetik yang menyertai ketulian pada bayi yaitu:
  • Down syndrome
  • Alport syndrome
  • Waardenburg Syndrome

 Faktor yang memicu hilangnya pendengaran pada bayi baru lahir antara lain:

  • Infeksi Rubella atau herpes
  • Bayi lahir rendah
  • Bayi lahir prematur
  • Jaundice
  • Preeklampsia (tekanan darah meningkat sebelum melahirkan)
  • Bayi kekurangan oksigen

Gangguan pendengaran dapat meyebabkan tuli. Gejala yang ditimbulkan pada tuli kongenital tidak sesepesifik tuli apda orang dewasa. Anak biasanya tidak merespon saat kita memanggil namanya, tidak terganggu akan suara bising, terkadang disertai rewel.  Untuk memastikan diagnosis tuli, dokter akan melakukan pemeriksaan pada pendengaran. Bila diketahui terdapat gangguan pendengaran sejak bayi, dokter melakukan screening dengan OAE atau Otoacoustic Emissions dan Auditory Brainstem Respone Audiometry (BERA). Dengan alat ini sistem akan merespon sensor otak bayi saat dirangsang bunyi.  Pada anak usia lebih besar dapat digunakan pure tone test. Tes ini juga dapat digunakan pada dewasa. Sistem akan memberikan rangsangan suara, saat suara tersebut muncul anda diberitahu untuk menekan tombol atau mengangkat tangan sehingga dokter melihat sampai batas mana anda dapat mendengar suara. Kemudian spesialis THT akan merekam dengan audiogram.

 

NIHL (Noise-Induced Hearing Loss)  NIHL terjadi pada orang yang bekerja di daerah dengan tingkat kebisingan yang tinggi dan dalam jangka waktu yang lama. Contohnya seperti pabrik, airport, konser musik, dan sebagainya. Batas suara yang melebihi 85db memerlukan batasan waktu kebisingan. Mendengar suaran bising > 85db secara berlebihan akan mengakibatkan kebisingan.

Beberapa suara yang menyebabkan NIHL seperti

Noise from heavy city traffic 85 decibels

·         Motorcyles 95 decibels

·         An MP3 player at maximum volume 105 decibels

·         Sirens 120 decibels

·         Firecrackers and firearms 150 decibels

  • Presbiakusis  Presbiakusis adalah kelainan akibat tuli sensorineural atau gangguan telinga dalam dimana terjadi penurunan pendengaran akibat meningkatnya usia. Kondisi ini mulai terjadi pada usia 60 tahun. Presbiakusis tahap kronis perlu menggunakan alat bantu dengar untuk mengendalikan gangguan pada telinga.
  • Serumen prop

Serumen prop adalah sumbatan pada telinga tengah akibat kebersihan telinga yang kurang terjaga. Kotoran semakin lama semakin menumpuk sehingga menutup lubang pendengaran.  Serumen prop yang menganggu perlu disingkirkan dengan melunakkan kotoran telinga yang menghambat dan mengangkatnya dengan teknik ekstraksi

Gangguan Pendegaran akibat infeksi

Infeksi juga menjadi faktor bila tidak disembuhakn dengan sempurna. Mikroorganisme yang menyebabkan infeksi pada telinga yaitu Hemophilus influenza, Pseudomonas, dan Streptococus pneumonia. Beberapa penyakit yang berkaitan dengan ketulian yaitu Otitis media, Otitis media supuratif kronis, dan otitis eksterna. 

Gangguan pendengaran dapat menjadi permanen bila tidak ditangani.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit