Difteri - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Apr 5, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.030.884 orang

Difteri. Siapa sih orang di Indonesia yang ga kenal dengan nama penyakit ini ? Ya benar, penyakit ini sekarang memang sedang populer banget ya di negara tercinta kita. Penyakit difteri termasuk penyakit yang menular dan cukup serius beredar di masyarakat kita sekarang ini. 

Saking parahnya, Kementrian Kesehatan Indonesia pun telah menetapkan penyakit difteri sebagai Kejadian Luar Biasa atau biasa disebut KLB di negara ini. Penyakit difteri di Indonesia sendiri banyak ditemukan di daerah Jawa Barat dan terus merambat ke berbagai tempat dan daerah lainnya di Indonesia. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Nah untuk kamu yang belum mengetahui pasti apa – apa saja gejala difteri, yuk disimak artikel satu ini karena khusus untuk kamu akan dibahas gejala – gejala yang biasa muncul pada pasien pengidap penyakit difteri.

Difteri dan gejalanya

Penyakit difteri ialah penyakit infeksi akut dan bersifat menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae dan bisa mengancam nyawa si penderita bila tidak segera diobati. 

Penyakit difteri biasanya menginfeksi tubuh di bagian seperti tenggorokan, hidung, telinga dan kulit namun bisa juga menyebar pada jantung dan sistem syaraf bila sudah dalam kondisi parah. 

Pengidap penyakit difteri ini kebanyakan ialah balita maupun anak – anak berusia dibawah 9 tahun karena sistem kekebalan pada tubuh anak jauh lebih lemah dan belum sebaik sistem imunitas pada orang dewasa. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa remaja dan dewasa juga bisa terserang penyakit difteri.

Gejala – gejala difteri biasanya muncul pada penderita setelah waktu dua sampai enam hari si pasien terinfeksi bakteri Corynebacterium diphteriae.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Berikut ini terdapat beberapa gejala – gejala umum yang biasa terjadi dan muncul bagi para pasien pengidap penyakit difteri seperti :

  • Radang dan Sakit Tenggorokan

Gejala awal satu ini memang seperti gejala kamu mengidap panas dalam pada umumnya dimana kamu akan merasakan sakit tenggorokan, radang dan mengalami kesulitan dalam menelan makanan ataupun minuman serta suara yang akan berubah menjadi lebih serak.  Namun yang membedakannya dari gejala radang tenggorokan pada panas dalam ialah bila kamu terinfeksi penyakit difteri maka akan terjadi pembentukan pseudomembran atau lapisan abu abu tebal yang akan menutupi tenggorokan juga amandel kamu.  Selaput abu abu ini terbentuk dari tumpukan sel sel yang sudah mati karena dirusak oleh bakteri dan racun penyakit difteri bercampur dengan kuman difteri. Selain di tenggorokan, selaput ini juga bisa muncul di rongga hidung penderita.  Selaput psedomembran ini pun sangat lekat dengan jaringan yang ada dibawahnya sehingga bila dicabut dengan paksa, maka akan menyebabkan pendarahan.

  • Demam dengan suhu yang tidak terlalu Tinggi Penderita penyakit ini biasanya juga akan menderita demam yang suhunya tidak tinggi-tinggi amat seperti suhu 38 derajat Celcius. Walaupun suhu demam relatif tidak tinggi namun penderita akan merasakan perasaan menggigil sehingga membuat seluruh badan merasa tidak enak dan tidak nyaman. 
  • Pembengkakkan pada Leher

Dikarenakan radang tenggorokan yang menyerang para penderita difteri maka tak heran apabila leher juga akan terlihat membengkak karena limfa atau kelenjar getah bening si pasien yang juga membengkak seiring kesulitan menelan makanan dan minuman pada para penderita.

  • Kesulitan Bernafas

Pasien penderita difteri khususnya anak – anak umumnya akan mengalami kesulitan pada sistem pernafasannya. Ini bisa terjadi karena racun dan bakteri yang ada pada penyakit difteri merusak sel sel baik yang ada pada organ tubuh khususnya di tenggorkan dan hidung si anak termasuk sistem pernafasannya sehingga pasien akan sulit untuk bernafas.  Selain itu akan terjadi perubahan suara pada si pasien seperti suara mengorok karena terjadi penyempitan pada saluran pernafasan.

  • Batuk dan Pilek yang Khas

Pasien penderita penyakit difteri juga akan merasakan gejala seperti batuk batuk yang terus menerus dan sangat keras sehingga dapat menimbulkan perasaan sakit dan nyeri, bahkan di beberapa kasus parah, batuk akan disertai dengan darah.  Selain batuk, pilekpun bisa menjadi gejala yang diidap oleh penderita penyakit difteri.  Di tahap awal terinfeksi pilek akan mengakibatkan hidung beringus normal dan relatif encer, namun bila kondisi makin serius, maka ingus yang dikeluarkan akan semakin kental bahkan sampai bisa bewarna kuning kehijauan dan mengeluarkan darah. Darah keluar karena toksin merusak sel pada hidung penderita .

 

Beberapa gejala lain yang didapatkan yaitu infeksi kulit atau difteri kulit seperti luka, membran coklat kelabu pada kulit, laserasi , luka bakar yang biasa menginfeksi pada daerah tangan dan kaki.

Difteri juga dapat menginfeksi telinga (otitis eksterna), mata (konjungtivitis bakteri disertai luka dan kotoran mata kekuningan), dan saluran kemih (vulvovaginitis).

 

 

Demikianlah beberapa gejala gejala dasar dan umum yang harus kamu ketahui sebagai tanda indikasi penyakit difteri. 

Bila kamu merasakan salah satu dari gejala – gejala tersebut, sebaiknya kamu segera memeriksakan diri kamu ke dokter terdekat untuk mendapatkan pengobatan yang lebih serius dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan dimanapun ya guys.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit