6 Penyebab Sistem Kekebalan Tubuh Menurun

Dipublish tanggal: Jul 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
6 Penyebab Sistem Kekebalan Tubuh Menurun

Gaya hidup dapat menjadi faktor yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang dalam melindungi tubuh dari virus, kuman, dan penyakit kronis. Mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan sehat dapat membantu Anda menjaga sistem kekebalan tubuh agar berfungsi dengan baik. Apa saja penyebab sistem kekebalan tubuh menurun?

6 Penyebab sistem kekebalan tubuh menurun

1. Kurang tidur

Jika belakangan ini Anda merasa lebih mudah terserang batuk, flu, atau infeksi lainnya, bisa jadi hal itu disebabkan akibat Anda kurang tidur. Karena sebuah studi membuktikan bahwa Anda yang memiliki waktu istirahat yang cukup dan berkualitas baik mendapat perlindungan yang lebih kuat terhadap penyakit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Tetapi jika Anda tidak memiliki cukup waktu tidur, hal tersebut dapat meningkatkan kadar hormon stres dan menyebabkan lebih banyak terjadinya peradangan pada tubuh Anda. Maka waktu tidur yang cukup antara 7-9 jam untuk orang dewasa dapat menjadi kunci kesehatan yang baik dan berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

2. Tidak olahraga

Cobalah berolahraga secara teratur, seperti berjalan kaki selama 30 menit setiap hari. Hal ini baik untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi, serta mampu mengatasi depresi dan rasa cemas. Jika Anda tidak olahraga secara teratur, kemungkinan besar Anda dapat lebih mudah terserang flu.

Olahraga sendiri dapat meningkatkan hormon endorfin (hormon kebahagiaan yang baik untuk otak) yang dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak, karena faktor olahraga dan tidur berperan sangat penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Selain itu, olahraga juga dapat mengurangi hormon kortisol yang dapat memicu stres dan adrenalin dalam tubuh.

Baca juga: 10 Manfaat Olahraga Rutin Bagi Tubuh

3. Pola makan yang tidak benar

Mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu banyak mengandung gula dapat membatasi sel-sel sistem kekebalan tubuh dalam menyerang bakteri dan efek ini berlangsung beberapa jam setelah konsumsi.

Untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, Anda dapat makan sayur dan buah yang kaya akan nutrisi seperti vitamin C dan E, serta ditambah beta karoten dan seng, termasuk buah beri, jeruk, kiwi, apel, anggur merah, kangkung, bawang, bayam, kentang, dan wortel. Beberapa jenis jamur seperti shitake juga baik untuk membantu menjaga sistem kekebalan tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Makanan lain yang sangat baik untuk sistem kekebalan tubuh termasuk bawang putih segar yang dapat membantu melawan virus dan bakteri. Jika Anda terkena flu atau pilek, Anda juga dapat mengonsumsi semangkuk sup ayam hangat yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.

4. Stres

Ketika Anda mengalami stres dalam waktu yang lama dapat membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit, mulai dari pilek, sakit kepala hingga penyakit kronis. Karena stres yang berlebihan dapat membuat tubuh merasakan aliran hormon stres sehingga menekan sistem kekebalan tubuh.

Untuk menghadapi stres, Anda dapat belajar mengelolanya dengan belajar meditasi, mengistirahatkan tubuh sejenak dari segala penat, bercerita dengan teman atau orang terdekat, hingga berkonsultasi dengan ahlinya untuk menemukan solusi dari masalah Anda. Berdasarkan sebuah penelitian juga, seseorang yang rajin bermeditasi akan memiliki respons sistem kekebalan tubuh yang lebih sehat dan terbentuk antibodi yang lebih kuat dibandingkan mereka yang tidak bermeditasi.

Jika Anda berhasil mengurangi stres maka itu dapat menurunkan kadar hormon stres dan membantu Anda tidur lebih baik dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dalam diri Anda.

Baca juga: Pengaruh Stress terhadap Diabetes dan Gula Darah

5. Merasa sendiri

Sebuah penelitian mengungkapkan memiliki hubungan yang kuat dan baik dengan orang di sekeliling Anda dapat membuat Anda memiliki kekebalan tubuh yang lebih kuat dari mereka yang merasa sendiri karena kesepian dapat meningkatkan produksi protein tertentu di dalam tubuh. Protein ini diproduksi dalam tubuh ketika terjadi peradangan dan berkaitan dengan proses penuaan.

Walaupun ada banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi kesehatan Anda, tetapi memiliki hubungan yang baik dengan orang terdekat di sekeliling Anda menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.

6. Kehilangan selera humor                                                                                 

Mungkin Anda sering mendengar jika tertawa itu baik untuk kesehatan. Hal ini juga dapat mengurangi kadar hormon stres yang ada dalam tubuh, meningkatkan sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi, dan memberikan dampak positif pada sistem kekebalan tubuh Anda.

Kehilangan selera humor sendiri juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor di atas, seperti kelelahan akibat kurang tidur ditambah dengan stres yang dialami. Karena bagian otak yang disebut korteks prefrontal yang memberikan respons atas selera humor paling tedampak akibat kurang tidur sehingga dapat berpengaruh juga pada sistem kekebalan tubuh Anda.

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Patient & family handbook for primary immunodeficiency diseases. Immune Di Deficiency Foundation. https://primaryimmune.org/patient-family-handbook.
Bonilla FA. Primary immunodeficiency: Overview of management. https://www.uptodate/contents/search.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app