GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

Cara Menangani Bakteri Membandel dengan Obat Antibiotik

Dipublish tanggal: Agu 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 28, 2020 Waktu baca: 3 menit
Cara Menangani Bakteri Membandel dengan Obat Antibiotik

Obat antibiotik sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk mengatasi penyakit yang sedang diderita, tetapi tidak semua penyakit dapat diatasi dengan menggunakan antibiotik karena ada beberapa jenis penyakit yang tidak perlu diobati menggunakan obat antibiotik, seperti infeksi pernapasan, radang tenggorokan, dan flu.

Jenis obat antibiotik akan sangat efektif untuk membunuh bakteri asalkan obat antibiotik yang dipilih sesuai dengan jenis bakterinya. Namun sayangnya, obat antibiotik dapat menimbulkan kerugian bagi pasien yang sering mengonsumsinya karena dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri yang membahayakan kesehatan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Efek samping yang paling sering terjadi adalah semakin meningkatnya resistensi pada bakteri dan terbunuhnya kuman baik dalam tubuh padahal tubuh juga membutuhkan peran bakteri atau kuman baik dalam kondisi tertentu. Salah satu manfaat bakteri baik dalam tubuh adalah untuk membantu proses pencernaan makanan dan menyerap nutrisi yang dibutuhkan tubuh. 

Baca juga: Cara Meningkatkan Bakteri Baik Dalam Saluran Pencernaan

Cara Menangani Bakteri Membandel dengan Obat Antibiotik

Ada beberapa jenis bakteri yang sulit untuk diatasi. Untuk itu, Anda harus memperhatikan beberapa hal berikut supaya bakteri jahat dalam tubuh dapat teratasi dengan baik dengan obat antibiotik. Berikut ini cara yang dapat untuk dilakukan:

1. Gunakan obat antibiotik sesuai dengan resep dokter

Obat antibiotik yang diberikan oleh dokter sudah memiliki dosis tertentu. Oleh karena itu, dokter selalu menyarankan Anda untuk menghabiskan obat antibiotik yang diberikan. Hal ini bertujuan agar obat yang diberikan dapat segera menghentikan bakteri dalam tubuh.

Apabila obat antibiotik tidak dihabiskan, maka hal ini justru memberikan peluang bagi bakteri untuk berkembang sehingga bakteri dalam tubuh akan sulit dimatikan. Maka dari itu, konsumsilah antibiotik sesuai anjuran dokter.

2. Mengetahui jenis antibiotik yang tepat

Perlu untuk diketahui bahwa tidak semua jenis penyakit dapat diatasi menggunakan obat antibiotik. Sedangkan jenis antibiotik yang ada di pasaran pun juga sangat beragam. Oleh sebab itu, Anda harus mengetahui antibiotik apa yang tepat untuk dikonsumsi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Antibiotik terbagi menjadi 2 jenis berdasarkan kemampuan melawan bakteri, yaitu antibiotik berspektrum luas yang dapat melawan hampir semua jenis bakteri seperti amoxicilin dan gentamicin serta antibiotik berspektrum sempit yang hanya dapat melawan beberapa jenis bakteri seperti penicilin.

Untuk memudahkan Anda agar tidak salah dalam memilih obat antibiotik, maka konsultasikan atau tanyakan kepada dokter. Dokter akan memberikan resep antibiotik sesuai dengan dosis dan jenis penyakit yang diderita.

Baca juga: Manfaat, Dosis, & Efek Samping Amoxillin

3. Tidak semua infeksi membutuhkan antibiotik

Ketika bakteri terdapat dalam tubuh sebenarnya secara alami sistem kekebalan tubuh akan dengan cepat melawan dan menghancurkan bakteri. Tetapi bisa saja sel darah putih yang berfungsi melawan bakteri tersebut tidak mampu mengatasi pertumbuhan bakteri maka bakteri dapat menekan sistem daya tahan tubuh dan menyebabkan infeksi. Oleh karena itu dibutuhkan obat antibiotik sebagai alternatif pengobatan.

Dalam menyembuhkan infeksi bakteri penyebab penyakit, antibiotik memiliki peran yang sangat penting. Walaupun begitu tidak semua penyakit membutuhkan obat antibiotik karena penggunaan obat jenis antibiotik hanya dapat digunakan sesuai kebutuhan dan penyebab penyakit. Selain itu, tidak semua penyakit disebabkan oleh bakteri atau infeksi, tetapi bisa juga disebabkan karena parasit atau virus sehingga peran antibiotik hanya untuk melawan penyakit infeksi akibat bakteri saja.

Sebagai contoh, diare yang disebabkan oleh bakteri seperti Salmonella, E. Coli, atau Staphylococcus dapat diobati dengan menggunakan obat antibiotik. Kondisi ini dapat meningkatkan aktivitas buang air besar menjadi lebih sering dan disertai dengan rasa mual, demam, kram perut, hingga dehidrasi. Oleh karena itu, penderita diare harus minum air putih lebih banyak dan mengonsumsi obat antibiotik sebagai salah satu cara mengatasi diare.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Baca juga: Aturan Mengonsumsi Obat Antibiotik Saat Diare

4. Jangan asal mengonsumsi obat antibiotik

Anda tidak dianjurkan mengonsumsi obat antibiotik secara sembarangan karena hal ini justru dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan diri sendiri. Obat antibiotik juga dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti diare, mengalami batu ginjal, pengentalan darah, gangguan pada mulut, hingga gangguan pada pembuluh darah. Bahkan jika penggunaan obat antibiotik tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik yang membuat bakteri menjadi lebih kuat dan kebal.

Oleh karena itu, ketika pertumbuhan bakteri cukup ditangkal dengan daya tahan tubuh, maka sebaiknya hindari penggunaan antibiotik. Karena jika terus mengonsumsi antibiotik meskipun tubuh tidak sedang membutuhkan maka bakteri tubuh akan bermutasi dan menjadi lebih kuat. Hal ini yang dapat membuat bakteri sulit diberantas menggunakan antibiotik di kondisi berikutnya.

Selain itu, semakin sering Anda menghabiskan obat antibiotik, maka bakteri tubuh akan mengetahui bagaimana antibiotik tersebut bekerja. Jika demikian, maka bakteri dalam tubuh tidak bisa hilang meskipun Anda sudah mengonsumsi antibiotik. Oleh karena itu, gunakan obat antibiotik dengan bijak dan jangan menggunakannya tanpa aturan pakai dari dokter karena justru bisa membuat bakteri menjadi lebih kuat.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Antibiotic resistance. World Health Organization (WHO). (https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/antibiotic-resistance)
Combating Antibiotic Resistance. U.S. Food and Drug Administration (FDA). (https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/combating-antibiotic-resistance)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app