Kesehatan Mental

Gangguan Bipolar - Definisi, Gejala , & Pengobatan

Dipublish tanggal: Mar 4, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Agu 2, 2019 Waktu baca: 3 menit
Gangguan Bipolar - Definisi, Gejala , & Pengobatan

Definisi Gangguan Bipolar

Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder), juga dikenal dengan penyakit mania-depresi, adalah gangguan pada otak yang menyebabkan perubahan perasaan, energi, tingkat aktivitas dan kemampuan untuk menjalani kegiatan sehari-hari.

Gejala Gangguan Bipolar

Ada empat tipe mendasar gangguan bipolar, kesemuanya melibatkan perubahan perasaan, energi dan tingkat aktivitas. Perubahan perasaan memiliki rentang dari sangat gembira, gembira, dan perilaku yang bersemangat (sering disebut episode mania). Episode mania yang lebih rendah disebut episode hipomania.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Gangguan Bipolar I – adalah suatu kondisi apabila episode mania berlangsung setidaknya tujuh hari, atau gejala mania yang sangat parah sehingga orang tersebut memerlukan perawatan medis.

    Biasanya, episode depresi juga dapat terjadi dan berlangsung setidaknya dua minggu. Episode depresi dengan campuran episode mania juga mungkin terjadi.
  • Gangguan Bipolar II – adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya pola episode depresi dan hipomania yang tidak separah episode mania Gangguan Bipolar I
  • Gangguan Cyclothymic (sering disebut cyclothimia) – ditandai dengan banyak periode gejala hipomania dan gejala depresi yang berlangsung setidaknya dua tahun (satu tahun pada anak-anak dan manula). Akan tetapi, gejalanya tidak memenuhi kriteria episode hipomania dan depresi.
  • Jenis Gangguan Bipolar lainnya – ditandai dengan gejala gangguan bipolar yang tidak sama dengan ketiga kategori di atas.

Episode Depresi Berat

  • Perasaan depresi, seperti merasa sedih, kosong, putus asa (pada anak-anak dan remaja, perasaan depresi biasa muncul sebagai perilaku mudah emosi)
  • Kehilangan keinginan atau perasaan senang pada hampir semua aktivitas
  • Kehilangan berat badan yang signifikan padahal tidak menjalani diet, penambahan berat badan, peningkatan atau penurunan nafsu makan (pada anak-anak, kesulitan kenaikan berat badan bisa menjadi tanda depresi)
  • Mengalami insomnia atau tidur yang terlalu banyak
  • Mengalami rasa lelah yang berlebihan dan perilaku yang lamban
  • Rasa lelah dan kehilangan energi
  • Merasa tidak berarti atau perasaan bersalah yang berlebihan
  • Berkurangnya kemampuan untuk berpikir, berkonsentrasi, atau ketidakmampuan membuat keputusan
  • Memikirkan, merencanakan atau mencoba bunuh diri

Mania dan Hipomania

Mania dan hipomania adalah episode yang berbeda, tetapi memiliki gejala yang hampir sama. Mania lebih parah daripada hipomania, dan dapat menyebabkan masalah di tempat kerja, sekolah maupun aktivitas sekolah, bahkan kesulitan dalam berhubungan. 

Mania juga memicu keinginan berpaling dari kenyataan (psychosis) dan membutuhkan perawatan di rumah sakit. Baik episode mania maupun hipomania memiliki tiga atau lebih gejala berikut

  • Merasa sangat gembira
  • Peningkatan aktivitas dan energi
  • Rasa percaya diri yang tinggi (euphoria)
  • Berkurangnya kebutuhan untuk tidur
  • Berbicara terlalu banyak yang tidak normal
  • Berpikiran untuk mengebut
  • Kemudahan untuk terdistraksi
  • Membuat keputusan dengan buruk, seperti belanja berlebihan, mengambil risiko seksual atau berinvestasi secara sembarangan

Penyebab Gangguan Bipolar

  • Perbedaan biologis. Penderita gangguan bipolar mengalami perubahan pada otaknya. Perubahan ini memiliki signifikansi yang belum jelas tapi secara berkala dapat membantu menelusuri penyebabnya.
  • Genetik. Gangguan bipolar lebih umum pada orang-orang yang memiliki hubungan darah dekat dengan penderita gangguan bipolar, contohnya saudara atau orang tua. Peneliti masih meneliti hubungan antara gen dengan gangguan bipolar.

Pengobatan Gangguan Bipolar

Pengobatan yang direkomendasikan antara lain

  • Penstabil perasaan seperti lithium (Lithobid)
  • Antipsikotik seperti olanzapine (Zyprexa)
  • Antidepresan-antipsikotik seperti fluoxentine-olanzapine (Symbyax)
  • Benzodiazepines yaitu obat anti rasa bersalah seperti alprazolam (Xanax) yang dapat digunakan pada penanganan jangka pendek

Psikoterapi

  • Terapi Perilaku Kognitif, yaitu terapi dengan berbincang. Terapis berbincang dengan pasien tentang jalan untuk mengatasi gangguan bipolar. Terapis akan membantu memahamkan jalan pikir pasien. Terapis juga bisa membantu dalam strategi bertahan yang positif
  • Psychoeducation, adalah sejenis konseling yang membantu pasien dalam memahami gangguan ini. Mengetahui lebih banyak tentang gangguan bipolar akan membantu pasien untuk mengatasi gangguan tersebut.
  • Terapi interpersonal dan sosial berfokus pada pengaturan kebiasaan sehari-hari seperti makan, tidur, dan latihan. Menyeimbangkan kebiasaan sehari-hari akan membantu pasien mengatasi gangguan tersebut.

Pengobatan Alami Gangguan Bipolar

Dalam konsumsi obat berikut tetap diperlukan resep dari dokter, karena memiliki kemungkinan mengganggu pengobatan yang saat ini sedang dijalani

  • Minyak ikan. Studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi banyak minyak ikan memiliki kemungkinan yang rendah untuk terkena gangguan bipolar.
  • Rhadiola Rosea. Tanaman ini mampu membantu pengobatan gangguan bipolar moderat. Selain itu, tanaman ini dapat mengobati gejala depresif pada gangguan bipolar.
  • S-adenosylmethionine (SAMe). SAMe adalah suplemen asam amino, yang dapat mengurangi gejala depresi berat dan gangguan perasaan lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat


45 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Soreff, et al. Medscape (2018). Bipolar Disorder. (https://emedicine.medscape.com/article/286342-overview)
Mayo Clinic (2018). Diseases Conditions. Bipolar Disorder. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bipolar-disorder/symptoms-causes/syc-20355955)
NHS Choices (2016). Health A-Z. Bipolar Disorder. (https://www.nhs.uk/conditions/bipolar-disorder/)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app