Kenali Foramen Ovale Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Mar 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 252.761 orang

Apa Itu Patent Foramen Ovale

Patent foramen ovale adalah suatu kelainan jantung yang ditemukan saat bayi dan pada usia dewasa. Penyakit ini muncul sejak lahir akibat gangguan perkembangan organ jantung yang ditemukan sejak bayi keluar dari kandungan. Kelainan jantung ini terhitung cukup sering ditemukan pada bayi. Adanya kondisi ini pada bayi sangat menganggu sirkulasi darah di jantung dan dapat beresiko menimbulkan komplikasi yang serius.

Foramen ovale adalah saluran yang menghubungkan bilik jantung kanan dan bilik jantung kiri. Saluran ini ditemukan pada bayi yang masih dalam kandungan. Saat di dalam kandungan, plasenta berperan besar dalam sistem sirkulasi darah dan pernapasan bayi karena paru-paru belum dapat berfungsi dengan sempurna. Dalam kondisi organ jantung yang normal, foramen ovale akan segera menutup akibat dari tekanan bilik kiri jantung yang memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh.  

Hingga saat ini patent foramen ovale masih beum diketahui penyebab pastinya. Gangguan kongenital dan faktor genetik hanya menjadi unsur utama yang diteliti yang menjadi penyebab umum terjadinya patent foramen ovale. Terjadinya kondisi ini juga disebeabkan oleh lambatnya perkembangan sel-sel dan fungsi jantung yang melambat sehingga foramen ovale baru menutup 1 tahun setelah kelahiran bayi.

Gejala Patent Foramen Ovale

Gejala pada patent foramen ovale terjadi dalam kondisi yang berbeda-beda sesuai dengan usia. Baik bayi ataupun orang dewasa dapat menunjukkan gejala yang khas dan dapat timbul secara tiba-tiba.

Beberapa penderita dengan patent foramen ovale ada yang tidak menimbulkan gejala. Tetapi ini harus diperhatikan apabila keluarga memiliki riwayat penyakti yang sama karena ditakutkan akan terjadi kondisi genetik yang bisa saja menimbulkan penyakit yang lebih berat pada penderita yang memiliki riwayat patent foramen oval di keluarga.

Gejala yang ditemukan pada bayi dengan patent foramen ovale yaitu munculnya warna kebiruan pada tubuh (sianosis) saat bayi sedag menangis atau sedang mengedan untuk buang air besar. Berbeda dengan gejala yang terjadi pada orang dewasa. Gejala yang muncul antara lain

  1. Migrain
  2. Stroke
  3. DVT
  1. Patent Foramen Ovale pada orang dewasa akan muncul migrain yang sangat kronik
  2. Peningkatan tekanan  darah yang bermula dari jantung akan membawa darah dalam jumlah besar sehingga menimbulkan clotting atau gumpalan yang mengalir ke otak dan menyumbat aliran darah di jantung sehingga menimbulkan stroke
  3. DVT atau trombosis vena dalam disebabkan oleh gangguan aliran darah pada kaki sehingga timbul bengkak, kemerahan, dan kesulitan berjalan

Diagnosis Pada Patent Foramen Ovale

Penting bagi dokter untuk mendiagnosis penderita dengan patent foramen ovale. Penderita pada usia dewasa dengan stroke tidak boleh melewatkan pemeriksaan penunjang yang mendiagnosis kelainan jantung. Tahap tersebut diawali dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Setelah itu dilakukan pemeriksaan penunjang dengan bantuan alat medis yang sesuai antara lain:

  1. Echocardiogram
  2. Transesophageal Echocardiogram (TEE)
  3. Transthoracic Echocardiogrm
  1. Pemeriksaan jantung dengan echocardiogram dapat mendeteksi alrian darah di organ jantung dengan gelombang suara.
  2. Alat ini berupa suatu kamera kecil dan selang fleksibel yang dapat dimasukkan melalui tenggorokan (efofagus) hingga menuju ke bilik jantung. Pemeriksaan ini menghasilkan gambar dengan kualitas tinggi terkait kondisi organ jantung beserta kelainannya.
  3. Pemeriksaan ini sama hal nya dengan bubble study yaitu dengan memberikan suntikan  cairan garam dari pembuluh darah dan memeriksa adanya gerakan gelembung udara di bilik kiri jantung.

Penanganan Pada Patent Foramen Ovale

Memperbaiki fungsi organ jantung menjadi terapi utama pada kasus patent foramen ovale pada pasien bayi dan dewasa. Pemberian obat untuk mengurangi gejala juga dapat diberikan pada munculnya gejala patent foramen Ovale pada orang dewasa seperti karena stroke dan migrain. Pemberian obat seperti anti pembekuan darah seperti warfarin dan clopidogrel sering diberikan.

Tindakan berupa kateterisasi juga bertujuan untuk menutup secara manual foramen ovale sehingga tidak terjadi pertukaran aliran darah. Metode ini juga dilakukan pada orang dewasa dengan kondisi kelainan jantung yang memicu gejala stroke. Pembedahan juga ddapat dilakukan apabila penutupan foramen ovale masih tidak berhasil.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit