Fludrocortisone: Manfaat,Efek Samping,dan Dosis

Update terakhir: May 12, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.007.279 orang

Penyakit Addisons merupakan penyakit endokrin yang langka, atau kelainan hormon yang menyerang sekitar 1 dari 100.000 orang. Penyakit ini terjadi pada semua kelompok umur dan menimpa pria dan wanita secara setara. Penyakit ini ditandai oleh penurunan berat badan, kelemahan otot, kelelahan, tekanan darah rendah, dan kadang-kadang penggelapan warna kulit di bagian tubuh.

Penyakit Addison terjadi ketika kelenjar adrenalin tidak memproduksi cukup hormon kortisol dan dalam beberapa kasus, hormon aldosteron. Untuk alasan ini, penyakit ini kadang-kadang disebut insufisiensi adrenal kronis, atau hipokortisolisme.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Hormon kortisol biasanya diproduksi oleh kelenjar adrenal, yang terletak tepat di atas ginjal. Hormon ini milik kelas hormon yang disebut glukokortikoid, yang mempengaruhi hampir setiap organ dan jaringan dalam tubuh. Pekerjaan hormon kortisol yang paling penting yaitu membantu tubuh merespons stres.

Nah, pada artikel ini akan membahas salah satu pengobatan yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit Addisons. Obat tersebut yaitu obat Fludrocortisone. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai obat Fludrocortisone. Selamat membaca.

Mengenai Fludrocortisone

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Tablet

Kandungan:

Obat glukokortikoid

Apa sih kegunaan obat Fludrocortisone?

Obat Fludrocortisone merupakan obat yang digunakan untuk mengobati kadar glukokortikoid rendah yang disebabkan oleh penyakit kelenjar adrenal pada penyakit Addison dan untuk pengobatan sindrom adrenogenital yang kehilangan garam.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Obat Fludrocortison adalah aktivitas kortikosteroid dengan glukokortikoid dan mineralokortikoid yang sangat kuat. Kerjanya pada tubulus distal ginjal untuk meningkatkan reabsorpsi ion Na dan meningkatkan ekskresi ion K dan hidrogen.

Glukokortikoid dibutuhkan dalam banyak hal agar tubuh berfungsi dengan baik. Hormon ini penting untuk keseimbangan garam dan air dan menjaga tekanan darah tetap normal. Hormon ini juga dibutuhkan untuk memecah karbohidrat dalam diet Anda

Bagaimana cara pemberian dosis obat Fludrocortisone?

Obat Fludrocortisone tersedia dalam bentuk sediaan tablet. Berikut dosis obat Fludrocortisone yang biasa digunakan:

Dosis oral untuk Insufisiensi adrenokortikal primer.
Dewasa: 50-300 mcg setiap hari, biasanya diberikan dalam kombinasi dengan kortison atau hidrokortison. Dosis tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan respons pasien.

Dosis oral untuk Hiperplasia adrenogenital yang kehilangan garam.
Dewasa: 100-200 mcg setiap hari.

Dokter akan memberikan dosis obat sesuai dengan tingkat keparahan dan respon pasien. Jika masih ada pertanyaan yang Anda masih bingung mengenai penggunaan obat ini, tanyakan kembali ke dokter atau apoteker.

Bacalah petunjuk penggunaan obat sesuai yang tertera pada kemasan obat atau resep dokter. Simpan dan letakkan obat pada tempat yang sejuk atau pada suhu ruangan. 

Hindari paparan langsung sinar matahari serta jauhkan dari jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan. Periksa dan perhatikan selalu tanggal pemakaian sebelum mengkonsumsi obat.

Apa saja efek samping penggunaan obat Fludrocortisone?

Seiring dengan efek obat yang dikonsumsi, setiap obat-obatan dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan, yang kadang-kadang menimbulkan efek yang serius. Namun, setiap orang umumnya dapat menimbulkan reaksi yang berbeda-beda terhadap dosis obat yang sama.

Seperti halnya dalam penggunaan obat Fludrocortisone yang juga memiliki beberapa efek samping, sebagai berikut:

  • Signifikan: Supresi adrenal, imunosupresi, sarkoma Kaposi, gangguan kejiwaan, miopati.
  • Sistem saraf: Peningkatan tekanan intrakranial, kejang, vertigo, sakit kepala, insomnia, episode sinkop.
  • Sistem Kardiovaskular: Edema, hipertensi, pembesaran jantung, gagal jantung, tromboflebitis.
  • Sistem pencernaan: Pankreatitis, tukak lambung, esofagitis ulseratif, distensi abdomen.
  • Endokrin: Hiperglikemia, glikosuria, ketidakteraturan menstruasi, penurunan toleransi karbohidrat, manifestasi diabetes melitud laten.
  • Sistem penglihatan: Peningkatan tekanan intraokular, katarak subkapsular posterior, exophthalmos.
  • Gangguan pada kulit: Memar, petekia, ekimosis, gangguan penyembuhan luka, kulit tipis yang rapuh, peningkatan keringat, eritema wajah, atrofi lemak subkutan, striae, purpura, erupsi jerawat, gatal-gatal, ruam, urtikaria, hiperpigmentasi kulit dan kuku, hirsutisme.
  • Sistem imun: Pembengkakan atau penutupan infeksi.

Jika setelah mengkonsumsi obat Fludrocortisone terdapat tanda dan gejala seperti yang telah disebutkan diatas atau terdapat tanda dan gejala lain yang menetap dan memburuk, segera datangi dokter atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Interaksi Obat

Obat ini dapat berinteraksi dengan obat-obatan lainnya termasuk:

  • Bupropion
  • Itrakonazol
  • Ciprofloxacin
  • Clinafloxacin
  • Enoxacin
  • Fosphenytoin
  • Furosemide
  • Gemifloxacin
  • Levofloxacin
  • Licorice
  • Lomefloxacin
  • Moxifloxacin
  • Norfloxacin
  • Ofloxacin
  • Phenytoin
  • Rifampin
  • Rifapentine
  • Temafloxacin
  • Tosufloxacin

Apa saja hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat Fludrocotisone?

Sebelum Anda menggunakan obat Fludrocortisone, beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap obat tersebut atau obat-obatan lainnya.

Obat ini tidak boleh digunakan jika Anda memiliki kondisi medis tertentu. Sebelum menggunakan obat ini, berkonsultasilah dengan dokter atau apoteker jika Anda memiliki infeksi jamur dalam darah Anda (mis., Kandidiasis).

Jangan menambah, mengurangi dan menghentikan dosis obat tanpa ada anjuran dan saran dari dokter.

Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker mengenai riwayat kesehatan Anda, terutama dari masalah perdarahan, pembekuan darah, osteoporosis, diabetes, masalah mata (misalnya, katarak, glaukoma, infeksi mata), masalah jantung (misalnya , gagal jantung kongestif), 

tekanan darah tinggi, infeksi, penyakit ginjal, penyakit hati , gangguan mental / suasana hati (misalnya, kecemasan, depresi, psikosis), mineral darah yang rendah (misalnya, kalsium, kalium), masalah lambung / usus (misalnya, divertikulitis, penyakit tukak lambung, kolitis ulseratif), kejang dan masalah tiroid.

Obat ini memiliki efek samping sakit kepala dan pusing. Oleh karena itu hindari aktivitas seperti mengemudi dan aktivitas berat lainnya saat mengkonsumsi obat Fludrocortisone.

Jangan melakukan imunisasi / vaksinasi tanpa persetujuan dokter Anda, dan hindari kontak dengan orang-orang yang baru saja menerima vaksin polio oral atau vaksin flu yang dihirup melalui hidung.

Sebelum menggunakan obat ini sebaiknya Anda memberi tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda konsumsi baik itu vitamin, herbal, obat dari resep dokter atau tanpa resep dokter. Karena beberapa obat dapat menimbulkan efek samping jika dikombinasikan dengan obat Fludrocortisone.

Jika Anda menderita diabetes, obat ini mungkin membuat Anda lebih sulit mengontrol kadar gula darah. Pantau kadar gula darah Anda secara teratur dan beri tahu dokter tentang hasilnya. Obat atau diet diabetes Anda mungkin perlu disesuaikan.

Obat ini dapat memperlambat pertumbuhan anak jika digunakan untuk waktu yang lama. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk lebih jelasnya.

Selama kehamilan, obat ini harus digunakan hanya ketika jelas dibutuhkan. Diskusikan kembali mengenai risiko dan manfaatnya dengan dokter . Bayi yang lahir dari ibu yang telah menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mungkin memiliki kadar hormon kortikosteroid yang rendah. Beri tahu dokter segera jika Anda melihat gejala seperti mual / muntah terus-menerus, diare parah, atau kelemahan pada bayi Anda yang baru lahir .

Obat ini dapat masuk ke ASI dan mungkin memiliki efek yang tidak diinginkan pada bayi menyusui. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menyusui.

Jika setelah menggunakan obat ini tidak terdapat perbaikan atau terjadi perburukan terhadap kondisi kesehatan Anda. Segera konsultasikan kembali ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Semoga bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp