Kesehatan Fisik

3 Faktor Penyebab Terjadinya Kerusakan Paru Paru Akibat Covid-19

Dipublish tanggal: Apr 21, 2020 Update terakhir: Apr 21, 2020 Waktu baca: 4 menit
3 Faktor Penyebab Terjadinya Kerusakan Paru Paru Akibat Covid-19

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Selain menyebabkan sesak nafas, virus Covid-19 juga dapat menyebabkan kerusakan paru paru secara keseluruhan dan bersifat permanen sehingga akan berdampak pada fungsi sistem pernapasan
  • Kondisi kerusakan paru paru akibat Covid-19 akan bergantung pada beberapa faktor, seperti tingkat keparahan, riwayat penyakit kronis dan kesehatan fisik, serta tindakan penanganan yang dijalani
  • Dikarenakan obat ataupun vaksin Covid-19 belum tersedia, maka pola hidup sehat serta pengelolaan penyakit kronis secara tepat sangat diperlukan untuk membantu mengatasi risiko yang bisa disebabkan oleh virus Covid-19
  • Perawatan dan terapi berkelanjutan mungkin tetap diperlukan bagi penderita Covid-19 yang sudah sembuh. Hal tersebut diperuntukkan dalam membantu memulihkan fungsi kerja paru paru

Seperti yang diketahui, virus Corona (Covid-19) menyerang bagian paru paru dan bisa menyebabkan sesak nafas. Bahkan dalam kondisi yang parah, Covid-19 dapat menimbulkan kerusakan permanen pada paru paru meski telah menjalani perawatan.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan penderita infeksi Covid-19 mengalami pemulihan dan fungsi paru paru bekerja kembali dengan cukup baik. Hal itu bisa terjadi karena beberapa faktor, termasuk tingkat keparahan dan prosedur pengobatan yang dilakukan saat penanganan virus Corona (Covid-19).

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

3 Faktor penyebab terjadinya kerusakan paru paru akibat Covid-19

1. Tingkat keparahan penyakit

Faktor pertama penyebab kerusakan paru paru yang diakibatkan oleh virus Corona (Covid-19) adalah tingkat keparahannya saat virus menginfeksi tubuh. Apakah mengalami gejala ringan atau justru gejala yang parah. Karena dampaknya bisa menyebabkan bekas luka bertahan di jaringan paru paru.

Kondisi tingkat keparahan Covid-19 juga dipengaruhi oleh kemampuan sistem imun untuk melawan infeksi virus. Bagi ibu hamil, anak-anak, dan orang lanjut usia yang umumnya memiliki daya tahan tubuh lemah tentu harus lebih memperhatikan cara pencegahan karena akan lebih rentan terpapar virus Corona (Covid-19). 

2. Kondisi kesehatan fisik

Faktor kerusakan paru paru lainnya juga bisa disebabkan oleh adanya masalah kesehatan yang dimiliki penderita virus Corona (Covid-19), terutama penyakit kronis, seperti penyakit jantung atau penyakit paru obstruktif kronis (Chronic Obstructive Pulmonary Disease/COPD).

Umumnya, orang lanjut usia lebih rentan mengalami kasus Covid-19 yang cukup berat. Hal itu disebabkan kondisi paru paru yang sudah kotor serta sistem kekebalan tubuh yang mulai melemah seiring bertambahnya usia. 

Baca juga: 3 Risiko Komplikasi Virus Corona (Covid-19) pada Paru Paru

3. Tindakan penanganan dan prosedur perawatan

Tindakan penanganan yang tepat selama menjalani perawatan Covid-19 tentu menjadi faktor penentu keberhasilan dan pemulihan penderita Covid-19. Selain itu, kecepatan penanganan juga berpengaruh terhadap perbaikan kondisi paru paru dan mencegah terjadinya kerusakan atau komplikasi yang lebih luas.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Maka dari itu, tindakan pencegahan dan antisipasi sangat perlu dilakukan. Jika mengalami gejala Covid-19 sebaiknya segera menghubungi hotline 119 ext. 9, lalu jelaskan seluruh detail kondisi yang dialami untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak kerusakan paru paru akibat Covid-19?

Untuk mengurangi risiko kerusakan paru paru akibat virus Corona (Covid-19), maka perlu diperhatikan anjuran dan arahan protokol kesehatan yang ada. Jika memiliki riwayat masalah kesehatan terutama penyakit kronis, maka metode pengobatan harus dijalankan secara rutin termasuk saat mengonsumsi obat tertentu.

Apalagi saat ini obat ataupun vaksin Covid-19 belum tersedia. Oleh karena itu, tindakan yang diambil untuk menangani kondisi pasien cenderung berfokus pada pengelolaan gejala yang ditimbulkannya.

Selain itu, asupan nutrisi yang tepat, baik makanan maupun minuman yang dikonsumsi juga berpengaruh pada penurunan risiko komplikasi yang mungkin terjadi akibat virus Covid-19 sekaligus menjadi pembentuk daya tahan tubuh yang lebih kuat.

Cukupi pula cairan tubuh agar tubuh tetap terhidrasi dan membantu mempertahankan jumlah darah dan menjaga keberadaan selaput lendir dalam sistem pernapasan yang akan membantu melawan infeksi serta memperbaiki jaringan yang rusak.

Baca juga: Memahami Dampak Virus Corona (Covid-19) pada Tubuh

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Waktu yang diperlukan untuk memperbaiki dampak kerusakan paru paru akibat Covid-19

Setelah mendapatkan penanganan dan dinyatakan sembuh dari Covid-19, fungsi kerja paru paru perlahan akan mengalami perbaikan, tetapi pemulihan dari dampak kerusakan paru paru tentu memerlukan waktu. 

Dengan penerapan pola hidup yang sehat dan kualitas udara yang mendukung, fungsi kerja paru paru mungkin memerlukan waktu sekitar 3 bulan sampai setahun untuk kembali dapat berfungsi dengan baik. Tak hanya itu, perawatan dan terapi berkelanjutan mungkin tetap diperlukan setelah sembuh untuk membantu meningkatkan pemulihan fungsi kerja paru paru dan sistem pernapasan secara keseluruhan.

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. 
Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. 
Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

Sekilas Mengenai Covid-19

Covid-19 atau penyakit yang disebabkan oleh virus Corona telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Virus tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan dengan gejala demam, batuk, bersin, sakit kepalasesak nafas, nyeri dada, hingga menyebabkan pingsan.

Penularan virus bisa terjadi melalui batuk atau bersin, bersentuhan dengan penderita, serta menyentuh benda yang telah terkontaminasi karena virus dapat bertahan hingga 24 jam di permukaan benda. Untuk mencegah penyebaran virus Corona, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

Baca selengkapnya: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Coronavirus

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
NY Times. What Does the Coronavirus Do to the Body? (https://www.nytimes.com/article/coronavirus-body-symptoms.html)
NY Times. How Bad Will the Coronavirus Outbreak Get? Here Are 6 Key Factors. (https://www.nytimes.com/interactive/2020/world/asia/china-coronavirus-contain.html)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app