Empagliflozin​: Manfaat, Efek Samping dan, Dosis

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.213.089 orang

Empagliflozin adalah salah satu jenis obat yang digunakan sebagai terapi kombinasi pada penyakit diabetes melitus tipe 2. Obat ini biasanya dikombinasikan dengan obat diabetes melitus lainnya seperti metformin dan insulin. Obat empagliflozin dapat mengurangi kadar glukosa di dalam darah selama 24 jam.

Empagliflozin merupakan obat golongan Sodium- glucose cotransporter 2 atau SLGT2. Golongan SLGT2 bekerja dalam menyerap glukosa dari filtrasi glomerular pada organ ginjal. Efek tersebut menyebabkan penghambatan SGLT2 menurunkan penyerapan sistem saluran kemih dan menurunkan kadar glukosa dengan meningkatkan ekskresi glukosa. Setelah kadar glukosa di dalam darah menurun, ini akan membantu menurunkan berat badan dan tekanan darah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Empagliflozin dapat meningkatkan ekskresi glukosa ke urin, tanpa menimbulkan dampak infeksi. Obat ini sangat efektif apabila dikombinasikan dengan obat metformin atau campuran 3 obat yaitu dengan penambahan metformin dan sulfonylurea. Dalam hasil uji laboratorium ditemukan bahwa adanya penurunan nilai hba1c dalam satu bulan pengobatan rutin empagliflozin. Obat empagliflozin juga dapat dikombinasikan dengan terapi insulin.

Manfaat Empagliflozin

Obat empagliflozin merupakan obat yang digunakan sebagai terapi kombinasi pada penyakit diabetes melitus tipe 2.

Penyakit diabetes melitus menjadi salah satu penyakit tidak menular yang membahayakan. Kebiasaan hidup yang buruk menjadi penyebab utama yang dapat muncul mulai anak-anak dan orang dewasa. Penyebab terjadinya diabetes melitus tipe 2 adalah akibat makanan manis, kurangnya berolahraga, memiliki riwayat genetik terkait penyakit diabetes, obesitas, serta usia 40 tahun ke atas.

Gejala yang ditimbulkan pada diabetes muncul dengan lambat. Banyak orang tidak merasakan bahwa adanya peringatan pada peningkatan gula darah di dalam tubuhnya. Beberapa gejala yang dikeluhkan yang menjadi tanda awal diabetes melitus antara lain:

  • Sering haus
  • Sering lapar
  • Badan cepat lemas
  • Penglihatan kabur
  • Sering sakit kepala
  • Bibir kering
  • Berat badan menurun perlahan meskipun makan banyak
  • Sering kencing (terlebih pada malam hari)

Efek samping Empagliflozin

Efek samping yang ditimbulkan pada pengobatan empagliflozin antara lain:

  • Rasa terbakar saat buang air kecil
  • Sulit menahan buang air kecil
  • Warna air kencing menjadi keruh
  • Nyeri pada punggung
  • Diabeteik ketoasidosis
  • Hipoglikemia
  • Infeksi saluran kemih

Perhatian khusus sebelum pengobatan dengan Empagliflozin

Informasi penting yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat empagliflozin yaitu:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Obat ini tidak boleh dikonsumsi anak-anak
  • Obat ini tidak boleh diberikan pada penderita diabetes melitus tipe 1
  • Obat ini dikontraindikasikan pada ibu hamil dan menyusui
  • Tidak boleh diberikan pada penderita kolesterol tinggi
  • Usia 65 tahun ke atas
  • Memiliki riwayat hipotensi atau tekanan darah rendah
  • Memiliki gangguan ginjal
  • Mengonsumsi obat penurun tekanan darah
  • Tidak boleh diberikan pada pasien yang memiliki riwayat infeksi saluran kemih

Interaksi obat Empagliflozin dengan obat lain

Obat empagliflozin memiliki interaksi dengan obat lainnya seperti:

  • Kombinasi obat metformin
  • Kombinasi obat metformin dan sulfonylurea
  • Kombinasi dengan obat diuretik seperti loop diureitk atau thiazide, meningkatkan resiko dehidrasi dan hipotensi
  • Kombinasi dengan insulin, penurunan kadar glukosa signifikan

Dosis dan cara pemberian obat Empagliflozin

Obat empagliflozin tersedia dalam bentuk tablet dengan sediaan 10 mg dan 25 mg. Pada penderita diabetes melitus tipe 2, dosis 10 mg dikonsumsi sebanyak satu kali sehari. Obat dapat ditingkatkan hingga 25 mg.

Obat empagliflozin juga dapat diberikan pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan resiko gangguan organ jantung dengan dosis awal 10 mg yang dikonsumsi pada pagi hari sebanyak satu kali sehari.

Selama pengobatan, pemeriksaan glukosa darah lengkap seperti Hba1c harus dipantau minimal sebulan sekali untuk melihat efek obat. Kombinasi obat lainnya seperti metformin atau metformin dan sulfonyurea seperti glimepirid dapat menjadi pilihan apabila penyakit diabetes melitus tipe 2 tidak dapat ditangani dengan hanya satu jenis obat (monoterapi).         

Kombinasi tambahan seperti diet ketat nutrisi yang diberikan sehari-hari mulai dari makanan dan minuman, serta olahraga sedikitnya 3 hari seminggu secara rutin.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp