HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Diet Alkaline, Efektifkah Untuk Turunkan Berat Badan?

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 27, 2020 Waktu baca: 2 menit
Diet Alkaline, Efektifkah Untuk Turunkan Berat Badan?

Diet alkaline adalah salah satu dari sekian banyak jenis diet yang populer di kalangan selebritis Hollywood. Beyoncé, Victoria Beckham, Jennifer Aniston dan Kelly Ripa adalah nama-nama pesohor yang mengaku menjadi langsing karena diet alkaline. Bahkan dikatakan, diet alkaline dapat mencegah kanker.

Sebelum Anda mengikuti jejak mereka, ada yang perlu Anda tahu dulu tentang diet pH netral ini. Katherine Brooking, MS, RD menjelaskannya untuk Anda. Katherine Brooking adalah pakar diet bersertifikat dan pemegang gelar master nutrisi dari Columbia University. Dia juga menjadi kontributor gizi dan kesehatan di banyak acara TV seperti Today, The Early Show CBS, The Dr. Oz Show, dan Good Morning America Health. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Pendukung diet alkaline mengatakan bahwa ketika tubuh kita kelebihan protein, gula, kafein dan makanan yang diproses, tingkat pH akan terlempar keluar jalur sehingga tubuh kita menjadi lebih asam. Hasilnya, penambahan berat badan dan terkena berbagai penyakit. Penangkalnya? Makan sayuran segar, buah segar dan makanan bersifat basa lainnya seperti produk kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Makanan bersifat asam yang meliputi daging, ikan, unggas, produk susu, makanan olahan, gula putih, tepung putih, dan kafein, tidak dianjurkan.

Ide makan dengan cara tertentu untuk mencapai tingkat pH yang ideal telah ada selama bertahun-tahun, jadi tidak ada yang baru atau inovatif dari diet alkaline. Ada kelemahan dari teori mereka: Tubuh kita menjaga keseimbangan pH  terlepas dari apa yang kita makan! Tubuh memiliki beberapa mekanisme untuk memastikan bahwa tingkat pH tetap terkendali pada tingkatan tertentu. Sebagai contoh, lambung memiliki pH berkisar 1,35-3,5.  Organ pencernaan memang harus asam untuk membantu pencernaan. Darah kita harus selalu sedikit basa, dengan pH 7,35-7,45.

Meskipun demikian, banyak dari mereka bersikeras menguji pH urin beberapa kali dalam sehari untuk memastikan bahwa tubuh mereka tidak terlalu asam. Hal ini membuang-buang waktu dan uang. Sementara diet dan proses metabolisme lainnya dapat mempengaruhi tingkat pH urin Anda, apa yang Anda makan tidak menentukan tingkat pH darah Anda. Lagipula, pH urin Anda tidak memengaruhi penurunan berat badan. Juga tidak ada korelasi antara risiko kanker dengan pH.

Adakah manfaat kesehatan dari diet alkaline?

Ada beberapa kabar baik bagi penggemar makanan alkali. Diet alkaline adalah diet yang bertumpu pada makanan nabati dan mengeliminasi gula sehingga dapat membantu kesehatan Anda, meskipun bukan karena teori pH-nya. Orang yang menerapkan pola makan seimbang dan vegetaria cenderung memiliki risiko penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi dan diabetes yang lebih rendah. 

Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa diet vegetarian dapat menurunkan beberapa jenis kanker. Namun belum jelas apakah tingkat risiko kanker yang lebih rendah ini karena diet saja, atau ada pengaruh faktor gaya hidup lain yang sering berjalan bersama-sama dengan pola makan nabati (seperti tidak merokok).

Mengenai berat badan ... diet kaya biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan sedikit atau tidak mengonsumsi makanan olahan dapat menjadi cara yang baik tetap langsing. Namun Anda masih perlu untuk memperhatikan porsi makan, asupan total kalori dan berolahraga secara teratur. Victoria, Beyonce, Kelly dan Jennifer terlihat lebih cantik dan bugar dari sebelumnya, itu bukan karena teori alkaline mereka saja tapi juga karena pola hidup sehat lain yang mereka terapkan.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Alkaline Water: Benefits, Side Effects, and Dangers. Healthline. (https://www.healthline.com/health/food-nutrition/alkaline-water-benefits-risks)
Alkaline water: Health benefits and risks. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/313681.php)
Alkaline water: Better than plain water?. Mayo Clinic. (http://www.mayoclinic.com/health/alkaline-water/AN01800/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app