Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Gigi Retak : Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Update terakhir: NOV 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 807.603 orang

Apakah Gigi Retak?

Gigi yang retak dapat terjadi akibat mengunyah makanan keras, menggertakkan gigi di malam hari, dan bahkan dapat terjadi secara alami seiring bertambahnya usia. Gigi yang retak adalah kondisi umum dan penyebab utama kehilangan gigi di negara-negara berkembang.

Jenis-jenis gigi retak diantaranya:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Line craze. Line craze adalah retakan super kecil pada enamel (lapisan luar gigi yang kuat). Line craze tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak memerlukan perawatan apa pun.
  • Fractured cusp. Jenis retakan ini umumnya terjadi di sekitar tambalan gigi. Fractured cusp biasanya tidak mempengaruhi pulpa gigi (bagian tengah gigi tempat saraf, jaringan ikat, dan pembuluh darah berada) dan sehingga tidak terlalu menimbulkan rasa sakit.
  • Retak yang memanjang hingga ke garis gusi. Gigi yang memiliki pola keretakan yang memanjang dari atas gigi tetapi belum mencapai garis gusi umumnya masih dapat dipertahankan. Namun, jika retakan meluas ke garis gusi, gigi itu mungkin perlu dicabut.
  • Gigi terbelah. Gigi terbelah adalah retakan gigi yang dimulai dari permukaan atas gigi hingga ke bawah garis gusi. Gigi terbelah menjadi dua segmen. Dengan retakan yang begitu luas, hampir tidak mungkin untuk menyelamatkan gigi Anda secara utuh, dokter gigi Anda mungkin dapat menyelamatkan sebagian dari gigi Anda yang terbelah.
  • Fraktur akar vertikal. Jenis retakan ini dimulai di bawah garis gusi dan bergerak ke atas. Seringkali tidak menghasilkan banyak gejala, kecuali jika gigi Anda menjadi terinfeksi. Jika hal ini terjadi , gigi harus diekstraksi.

Penyebab gigi retak

  • Gigi retak dapat disebabkan oleh berbagai masalah, contohnya:
  • tekanan saat gigi mengunyah
  • tambalan yang berukuran begitu besar sehingga melemahkan integritas gigi
  • mengunyah atau menggigit makanan keras, seperti es, kacang, atau permen keras
  • cedera pada daerah wajah, seperti yang mungkin terjadi pada kecelakaan mobil, cedera olahraga, jatuh, atau bahkan perkelahian
  • perubahan suhu di mulut yang terjadi secara tiba-tiba- misalnya, dari makan sesuatu yang sangat panas dan kemudian mencoba mendinginkan mulut Anda dengan air es
  • usia, sebagian besar gigi retak terjadi pada orang di atas 50 tahun.

Gejala gigi retak

Tidak setiap gigi yang retak akan menimbulkan gejala. Tetapi ketika terjadi keretakan pada gigi, gejala yang biasa ditimbulkan meliputi:

  • rasa sakit saat mengunyah atau menggigit, terutama saat Anda melepaskan gigitan.
  • terlalu sensitif terhadap panas, dingin, atau rasa manis
  • rasa sakit yang hilang timbul, tetapi jarang terjadi terus menerus
  • pembengkakan gusi di sekitar gigi yang sakit

Bagaimana cara mencegah gigi retak?

Meskipun Anda tidak dapat mengobati gigi yang retak di rumah, Anda dapat mencegah terjadinya gigi retak. Gigi yang kuat cenderung tidak akan retak, jadi pastikan untuk mempraktikkan kebersihan gigi yang baik. Sikat gigi dua kali sehari, bersihkan dengan dental floss setiap hari, dan kunjungi dokter gigi Anda setiap enam bulan untuk perawatan gigi berkala.

  • Hindari mengunyah makanan keras.
  • Selalu pakai pelindung mulut jika Anda melakukan olahraga kontak, dan gunakan pelindung mulut saat Anda tidur jika Anda memiliki gangguan gigi menggeretak.
  • Jika Anda merasa gigi Anda retak, bilas dengan air hangat untuk membersihkan mulut Anda menggunakan kompres dingin di bagian luar pipi Anda untuk mencegah pembengkakan. Obat penghilang rasa sakit anti inflamasi, seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB), dapat mengurangi pembengkakan dan rasa sakit. Jika hal ini terjadi, segera buat janji untuk bertemu dokter gigi sesegera mungkin. Menunda perawatan dapat memperparah kondisi Anda.

Pengobatan untuk gigi yang retak

Pengobatan tergantung pada ukuran, letak, gejala, dan apakah retakan meluas ke garis gusi. Tergantung pada faktor-faktor tersebut, dokter gigi Anda dapat merekomendasikan salah satu dari perawatan berikut:

Bonding

Dalam prosedur ini, dokter Anda menggunakan resin plastik untuk mengisi celah, dan mengembalikan tampilan dan fungsi gigi.

Mahkota prostetik

Mahkota gigi adalah alat prostetik yang biasanya terbuat dari porselen atau keramik. Pemasangan mahkota gigi prostetik dapat dilakukan jika terjadi kerusakan pada mahkota gigi. Dengan perawatan yang tepat, mahkota prostetik dapat bertahan seumur hidup.

Perbaikan saluran akar gigi

Ketika retakan sangat luas hingga meluas ke pulpa, dokter gigi Anda, atau spesialis seperti ahli bedah mulut atau endodontist, akan merekomendasikan perbaikan saluran akar gigi untuk membuang pulpa yang rusak dan mengembalikan integritas gigi. Prosedur ini dapat mencegah gigi agar tidak terinfeksi lebih lanjut.

Cabut gigi

Ketika struktur gigi, dan saraf serta akar yang terletak di bawahnya, sudah rusak, mencabut gigi mungkin satu-satunya pilihan yang tersisa untuk Anda.

Tidak melakukan penanganan apapun

Banyak orang memiliki retakan yang kecil pada pada email gigi mereka. Jika retakan ini tidak mempengaruhi penampilan dan tidak menimbulkan rasa sakit, dokter Anda mungkin menyarankan untuk membiarkannya saja.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit