Chagas - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Feb 9, 2019 Update terakhir: Nov 5, 2020 Tinjau pada Apr 18, 2019 Waktu baca: 4 menit

Ciuman maut berujung kematian

Di tahun 2012, Amerika Serikat pernah mengalami invasi wabah penyakit mematikan yang disebut Chagas. Penyakit Chagas ini disebabkan oleh parasit bernama Trypanosoma cruzi yang ditularkan melalui gigitan serangga asal Amerika Latin, Vinhuca, atau lebih sering disebut kissing bug.

Dari penelitian yang dilakukan, serangga kissing bug biasanya menggigit wajah orang ketika sedang tidur, sebenarnya yang berbahaya dari serangga ini, bukanlah gigitannya tetapi kotoran dan urin yang dihasilkan oleh serangga tersebut yanggt;dapat menyebabkan tubuh manusia terinfeksi oleh parasit Trypanosoma cruzi. Penyakit mematikan yang dibawanya merupakan silent killer karena umumnya penderita jarang menunjukkan gejala bahwa ia telah terinfeksi.

Menurut WHO, sekitar 6 hingga 7 juta orang di seluruh dunia diperkirakan terinfeksi Trypansosoma cruzi. Trypansosoma cruzi adalah parasit yang menyebabkan penyakit Chagas. Penyakit Chagas ditemukan terutama di daerah endemik dari 21 negara Amerika Latin, di mana sebagian besar ditularkan melalui vektor ke manusia melalui kontak dengan feses atau urin dari serangga triatomine.

Asal muasal nama Penyakit Chagas

Pada tahun 1909, Carlos Chagas, seorang dokter Brasil, sedang bekerja di Negara Bagian Minas Gerais, Brasil, tempat malaria sedang menghambat pekerjaan pemasangan rel kereta. Ia mengamati bahwa banyak pasien mengalami gejala-gejala yang belum pernah ada pada penyakit yang dikenal waktu itu. Ia juga memperhatikan bahwa rumah-rumah di kawasan itu dipenuhi serangga pengisap darah yang disebut kumbang barber. 

Sewaktu memeriksa isi usus serangga itu, Chagas menemukan suatu protozoa baru. Ia menamakannya Trypanosoma cruzi, untuk menghormati temannya, ilmuwan Oswaldo Cruz. Penyakit baru ini dengan cocok dinamai menurut Carlos Chagas karena lengkapnya penelitian yang ia lakukan, sehingga menghasilkan penemuan penyakit ini.

Kenali tanda dan gejala Penyakit Chagas

Penyakit Chagas muncul dalam 2 fase. Fase akut awal berlangsung selama sekitar 2 bulan setelah infeksi. Selama fase akut, sejumlah besar parasit bersirkulasi dalam darah tetapi dalam banyak kasus, Pada fase awal, orang yang terinfeksi tidak menunjukan gejala yang jelas.Hanya kurang dari 50% orang yang digigit oleh serangga triatomine, menunjukan tanda-tanda awal seperti munculnya lesi pada kulit, bengkakan kelopak mata yang berwarna keunguan. Selain itu, mungkin gejala-gejala lain seperti demam, sakit kepala, kelenjar limpa yang membesar, pucat, nyeri otot, kesulitan bernafas, bengkak, dan nyeri perut atau dada muncul.

Pada fase kronis, parasit bersembunyi terutama di jantung dan otot-otot saluran pencernaan. Hingga 30% pasien menderita gangguan jantung dan hingga 10% menderita gangguan pencernaan (biasanya pembesaran esophagus atau kolon), gangguan saraf juga bisa terjadi. Pada tahun-tahun berikutnya, infeksi dapat menyebabkan kematian mendadak karena gagal jantung yang disebabkan oleh penghancuran otot jantung dan sistem sarafnya.

Pada beberapa sosial media, Chagas disease disebut-sebut sebagai penyakit AIDS ke 2, hal ini kurang tepat, karena berdasarkan cara AIDS menginfeksi tubuh sangat berbeda dengan parasit pada penyakit Chagas bekerja. Pada AIDS, terjadi penurunan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh rentan terhadap infeksi dari mikroorganisme lain, sedangkan pada penyakit Chagas, parasit hanya menyerang otot pada organ-organ vital.

Penyebab dan Penularan Penyakit Chagas

Di Amerika Latin, parasit T. cruzi terutama ditularkan melalui kontak dengan feses / urin dari serangga triatomin penghisap darah yang terinfeksi. Serangga ini adalah vektor yang membawa parasit, biasanya hidup di dinding atau di atap dari rumah yang dibangun dengan buruk di daerah pedesaan atau pinggiran kota. Biasanya mereka bersembunyi di siang hari dan menjadi aktif di malam hari ketika mereka menghisap darah manusia. 

Mereka biasanya menggigit area kulit yang terbuka seperti wajah, dan pada waktu yang bersaman, serangga tersebut buang air besar dekat dengan gigitan. Melalui kotoran serangga ini, Parasit memasuki tubuh melalui bekas gigitan, mata, mulut, atau ke kulit yang terluka.

Selain melalui gigitan serangga secara langsung, Penyakit Chagas juga bisa ditularkan melalui:

  • konsumsi makanan yang terkontaminasi T. cruzi, misalnya, kontak dengan feses atau urin serangga triatomine yang terinfeksi
  • transfusi darah dari donor yang terinfeksi
  • Infeksi dari ibu kepada bayinya yang baru lahir selama kehamilan atau persalinan
  • transplantasi organ menggunakan organ dari donor yang terinfeksi

Diagnosis Penyakit Chagas

Sebagai langkah awal, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan medis, gejala yang dialami danobat-obatan yang sedang dikonsumsi. Setelah itu pemeriksaan fisik perlu dilakukan oleh dokter.

Beberapa tes penunjang lainnya pun perlu dilakukan untuk membantu dokter memastikan kondisi ini, termasuk: 

  • Tes rekam jantung/EKG. Bertujuan untuk memeriksa aktivitas listrik jantung.
  • Tes darah
  • Foto Rontgen dadaBertujuan untuk melihat kondisi jantung dan paru-paru, dengan bantuan sinar-x.
  • USG Jantung. Bertujuan untuk melihat kerja jantung dalam memompa darah, menggunakan gelombang suara.
  • Endoskopi atau teropong. Untuk melihat dengan jelas apakah terdapat kelainan pada saluran pencernaan.

Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengobati Penyakit Chagas dan bagaimana mencegahnya?

Untuk membunuh parasit, penyakit Chagas dapat diobati dengan benznidazole dan juga nifurtimox. Kedua obat ini hampir 100% efektif dalam menyembuhkan penyakit jika diberikan segera ada awal fase akut termasuk kasus penularan dari ibu kepada bayinya. Tapi jika infeksi sudah terjadi dalam waktu yang lama, efektivitas kedua obat ini akan berkurang.

Untuk penggunaan obat ini, perlu dikonsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional lainnya, karena obat ini memiliki banyak efek samping dan kontraindikasi yang dapat berbahaya jika digunakan secara sembarangan.

Tidak ada vaksin untuk mencegah penyakit Chagas. Pengendalian vektor adalah metode pencegahan yang paling efektif di Amerika Latin. Skrining darah diperlukan untuk mencegah infeksi melalui transfusi dan transplantasi organ.

T. cruzi dapat menginfeksi beberapa spesies serangga triatomine, sebagian besar ditemukan di Amerika. Tergantung pada wilayah geografis, WHO merekomendasikan pendekatan berikut untuk pencegahan dan pengendalian:

  • penyemprotan insektisida residu di rumah untuk membasmi serangga pembaa penyakit Chagas
  • Menjaga kebersihan rumah dan menjaga kebersihan dalam mengolah makanan
  • Tindakan pencegahan pribadi seperti memasang kelambu
  • Lebih berhati-hati dalam donor darah atau menerima darah dari donor
  • pengujian organ, jaringan atau sel donor dan penerima
  • skrining pada bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi untuk memberikan diagnosis dan melakukan pengobatan dini

26 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Bern C, Montgomery SP, Herwaldt BL, et al. Evaluation and Treatment of Chagas Disease in the United States: A Systematic Review. JAMA. 2007;298(18):2171–2181. doi:10.1001/jama.298.18.2171. JAMA Network. (https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/209410)
Andrade DV, Gollob KJ, Dutra WO (2014) Acute Chagas Disease: New Global Challenges for an Old Neglected Disease. PLOS Neglected Tropical Diseases 8(7): e3010. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0003010. Public Library Of Science (PLOS). (https://journals.plos.org/plosntds/article?id=10.1371/journal.pntd.0003010)
Explainer: what is Chagas disease? The Conversation. (https://theconversation.com/explainer-what-is-chagas-disease-40047)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app