Kesehatan Mulut dan Gigi

5 Cara Cepat Menghentikan Pendarahan Setelah Cabut Gigi

Dipublish tanggal: Jul 10, 2019 Update terakhir: Agu 4, 2020 Tinjau pada Okt 25, 2019 Waktu baca: 3 menit
5 Cara Cepat Menghentikan Pendarahan Setelah Cabut Gigi

Pendarahan pada gusi merupakan efek yang wajar terjadi setelah proses pencabutan gigi. Kondisi ini sebetulnya tidak membahayakan ataupun memicu komplikasi. Meski tidak terlalu mengkhawatirkan, namun efek ini cukup mengganggu karena darah bisa keluar terus selama beberapa menit. Lalu, bagaimana cara menghentikan pendarahan setelah cabut gigi? Berikut tipsnya.

Cara menghentikan pendarahan setelah cabut gigi

Gusi berdarah biasanya terjadi selang 3-20 menit setelah gigi dicabut, kemudian akan berhenti dengan sendirinya. Namun jika Anda ingin segera meredakan masalah gusi berdarah usai cabut gigi, ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Cabut Gigi via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket cabut gigi hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia d03 cabut gigi

Baca Juga: Efek Bius Setelah Cabut Gigi Bikin Mati rasa, Bagaimana Menghilangkannya?

Beberapa cara cepat menghentikan pendarahan setelah cabut gigi antara lain:

1. Gigit kain kasa yang bersih dan lembap

Sebagai langkah awal, gigit kain kasa dengan tekanan stabil pada lokasi gigi yang dicabut. Hindari terlalu keras menggigitnya karena justru akan membuat aliran darah semakin deras.

Jika kasa sudah dipenuhi oleh darah, segera ganti dengan kasa yang baru atau kapas yang bersih dan lembab. Tak hanya menghentikan pendarahan, cara ini juga dapat mencegah darah tertelan bersama air liur. 

2. Kompres pakai kantong teh

Setelah minum teh, jangan buru-buru buang bekas kantong teh celupnya. Manfaatkan kantung teh hitam atau teh hijau untuk membantu menghentikan pendarahan pada gusi.

Dinginkan dulu kantung teh bekas seduhan sebelum diselipkan pada sela-sela gigi yang dicabut. Setelah itu, gigit secara perlahan pada letak terjadinya pendarahan selama kurang lebih 15 menit. Kandungan asam tanat dalam teh mampu memicu pembekuan darah sehingga pendarahan bisa segera dihentikan.

Iklan dari HonestDocs
Pencabutan Gigi Di Tooth's Kingdom Dental Care

Pencabutan gigi adalah tindakan di mana sebuah gigi atau beberapa gigi diangkat oleh ahli bedah mulut dan wajah-rahang (maksilofasial) menggunakan peralatan kedokteran gigi lengkap. Ini adalah teknik sederhana yang dikenal sebagai bedah mulut, biasanya membutuhkan bius lokal atau umum, dan obat penenang

Istock 181864178 %281%29

3. Tinggikan posisi kepala melebihi letak jantung

Wajar saja kalau Anda merasa mual jika tak sengaja menelan darah dari lokasi cabut gigi. Untuk menghentikan pendarahan pada gusi, salah satu caranya adalah memposisikan kepala lebih tinggi dari jantung ketika duduk ataupun tidur. Cara ini akan membuat aliran darah ke kepala semakin berkurang dan mencegah darah tertelan ke kerongkongan.

4. Hindari berkumur dengan air garam hingga keesokan harinya

Ada baiknya, hindari dulu berkumur dengan air garam setelah cabut gigi, setidaknya hingga keesokan harinya. Pasalnya. berkumur dengan air garam dengan suhu suam-suam kuku justru akan melarutkan gumpalan darah pada lokasi gigi dicabut.

Perlu diketahui bahwa air garam hanya berfungsi untuk menjaga kebersihan area di sekitar cabut gigi. Berkumur dengan obat kumur (mouthwash) juga harus dibatasi karena bisa menghambat proses penggumpalan darah.

Baca Juga: Keampuhan Air Garam untuk Menyembuhkan Gusi Bengkak

5. Hindari melakukan aktivitas yang terlalu berat

Supaya pendarahan pasca cabut gigi segera berhenti, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang teksturnya lunak seperti puding, sup hangat, yogurt, hingga perbanyak istirahat. Ada beberapa kegiatan yang tidak boleh dilakukan setelah melakukan cabut gigi, diantaranya meludah (hingga 48 jam setelahnya), merokok, makan atau minum yang suhunya panas (hingga 24 jam setelahnya), serta jangan mengunyah dan memakai sedotan selama 24 jam ke depan.

Proses penyembuhan setelah melakukan cabut gigi membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 minggu. Sedangkan untuk penutupan luka pada gusi bisa memakan waktu 3-4 minggu. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Pemulihan tulang gigi usia dicabut secara umum akan menghabiskan waktu selama 6-8 minggu, tergantung dari ketelatenan Anda saat merawat dan membersihkan gigi. Jangan segan untuk konsultasi ke dokter jika perdarahan tetap terjadi atau disertai rasa nyeri.

Cara mengurangi rasa sakit dan nyeri usai cabut gigi

Jika soket atau lubang tempat gigi dicabut belum mengering dan terpapar udara luar, biasanya akan menyebabkan nyeri pada saraf dan tulang gigi. Untuk meredakannya, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen.

Apabila pendarahan pada gusi akibat cabut gigi tidak segera berhenti dalam jangka waktu yang lama, segera hubungi dokter. Pendarahan yang aktif tersebut bisa menandakan bahwa terjadi komplikasi, baik karena bawaan proses cabut gigi atau masalah medis lainnya. Penanganan secepatnya harus dilakukan agar masalah gusi berdarah bisa segera dihentikan.

Baca Juga: Tambal Gigi Atau Cabut Gigi? Pilih Sesuai Kondisi

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Massive bleeding after a tooth extraction: Diagnosis of unknown arteriovenous malformation of the mandible, a case report. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5537400/)
Interventions for treating post‐extraction bleeding. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6494262/)
Interventions for managing bleeding after tooth removal. Cochrane. (https://www.cochrane.org/CD011930/ORAL_interventions-managing-bleeding-after-tooth-removal)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app