GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

Cara Mengatasi Masuk Angin Setelah Kehujanan

Dipublish tanggal: Jan 16, 2020 Update terakhir: Jan 19, 2022 Tinjau pada Feb 20, 2020 Waktu baca: 4 menit
Cara Mengatasi Masuk Angin Setelah Kehujanan

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Cuaca yang berubah ubah bisa memengaruhi daya tahan tubuh dan menyebabkan tubuh menjadi tidak fit atau sakit termasuk masuk angin;
  • Gejala masuk angin yang dirasakan dalam dunia medis berkaitan dengan gangguan pernapasan (flu) dan gangguan pencernaan (maag);
  • Penyebab masuk angin seringkali disebabkan oleh paparan AC, cuaca dingin, ataupun efek kehujanan yang terjadi dalam waktu cukup lama;
  • Cara mengatasi masuk angin setelah kehujanan yang paling penting dilakukan adalah menjaga tubuh tetap hangat dan istirahat yang cukup;
  • Mandi air hangat, minum air putih hangat, oleskan minyak kayu putih, konsumsi makanan dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh;
  • Klik untuk membeli Minyak Kayu Putih atau suplemen vitamin dan mineral di HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Belakangan ini cuaca di Indonesia terutama di Jakarta sedang tak menentu, kadang panas terik lalu berubah menjadi hujan lebat. Kondisi ini tentunya bisa memengaruhi daya tahan tubuh dan menyebabkan tubuh menjadi tidak fit atau sakit. 

Beberapa orang Indonesia seringkali menganggap gejala tidak enak badan seperti pegal, perut kembung, bersin, dan kedinginan menjadi gejala masuk angin, padahal hal tersebut tidak ada dalam istilah medis.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Herbal via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 37

Gejala masuk angin yang dirasakan dalam dunia medis merujuk pada gangguan pernapasan (flu) dan gangguan pencernaan (maag) karena memiliki kesamaan pada gejala yang dirasakan. 

Sebagian orang yang mengalami masuk angin biasanya mengatasinya dengan cara kerokan atau minum ramuan herbal yang dianggap ampuh untuk mengembalikan kondisi tubuh dan membantu menghangatkan tubuh.

Gejala masuk angin sendiri seringkali disebabkan oleh paparan AC, cuaca dingin, ataupun efek kehujanan yang terjadi dalam waktu cukup lama. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh mengalami kedinginan dan menggigil, ditambah lagi dengan kurangnya paparan sinar matahari dan penurunan kadar vitamin D dalam tubuh. 

Efek masuk angin tersebut juga dapat menyebabkan penurunan kemampuan sistem imun sehingga membuat tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan virus.

Baca juga: Jaga Sistem Imun dengan Konsumsi Vitamin dan Mineral

Cara Mengatasi Masuk Angin Setelah Kehujanan

1. Mandi air hangat dan rajin menjaga kebersihan

Cuaca dingin atau habis kehujanan merupakan salah satu penyebab utama masuk angin sehingga ada baiknya untuk mandi air hangat setelahnya. Salah satu cara mengatasi masuk angin adalah dengan mandi air hangat yang dapat membantu menghangatkan tubuh dan membuat tubuh lebih rileks sehingga membuat tidur lebih nyenyak. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Herbal via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 37

Akan tetapi sebelum mandi, ketika sudah berada di rumah istirahatkan tubuh sejenak dan berikan jeda terlebih dahulu agar suhu tubuh dapat menyesuaikan dengan suhu ruangan dan kembali ke suhu tubuh normal. Jika tubuh terkena suhu air yang dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga aliran darah akan terhambat.

Selain itu, cara menjaga kebersihan lainnya adalah dengan rajin mencuci tangan terutama sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan kamar mandi, setelah memegang hewan peliharaan, atau berjabat tangan dengan orang lain. Hal tersebut dapat membantu mencegah bakteri menempel pada tangan yang dapat menyebabkan penyakit.

Baca juga: 6 Manfaat dan Risiko Mandi Air Hangat Bagi Kesehatan

2. Minum air putih dan minuman hangat lainnya

Cara mengatasi masuk angin lainnya adalah dengan meningkatkan kebiasaan minum air putih. Meski tidak merasa haus ada baiknya untuk tetap mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup. 

Jika tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda meriang dan demam, kebutuhan cairan tubuh harus dipenuhi untuk mencegah dehidrasi dan membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat masuk angin. 

Selain minum air putih, Anda juga bisa mengonsumsi teh manis hangat ataupun teh jahe yang terbukti ampuh meredakan gejala flu, batuk, maupun perut kembung. Minuman hangat tersebut juga dapat menaikkan sirkulasi darah, meningkatkan metabolisme tubuh, mengatur asam lambung, dan mengurangi rasa nyeri pada otot dan sendi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Herbal via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 37

Spesifik ke teh jahe, jika mengalami masuk angin setelah kehujanan, Anda bisa mengonsumsi teh jahe. Selain itu, jahe juga memiliki manfaat untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti mual, perut kembung, dan muntah.

Kandungan jahe memiliki senyawa anti inflamasi dan antioksidan termasuk betakaroten, capsaicin, kurkumin, dan salisilat. Antioksidan sendiri juga berfungsi untuk melawan radikal bebas penyebab penyakit.

3. Oleskan minyak kayu putih pada tubuh

Cara mengatasi masuk angin setelah kehujanan, sebaiknya Anda melakukan beragam cara untuk membuat tubuh tetap hangat. Salah satunya dengan mengoleskan minyak kayu putih di sekujur tubuh terutama bagian perut, tangan, dan telapak kaki yang mudah merasa dingin. 

Jangan lupa untuk mengenakan pakaian baju lengan panjang, selimut tebal, dan kaos kaki jika diperlukan. Hindari pula pemakaian AC ketika suhu udara terasa dingin.

Baca juga: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping Minyak Kayu Putih

4. Istirahat dengan cukup

Untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah masuk angin setelah habis kehujanan, maka kebutuhan tidur atau istirahat juga sangat perlu diperhatikan. Jika kurang tidur, fungsi kerja organ tubuh mungkin saja terganggu dan menyebabkan beberapa kondisi seperti sulit berkonsentrasi, mudah lelah dan ngantuk, sulit menjaga emosi, hingga berisiko mengalami obesitas. 

Sementara itu, jika kebutuhan tidur tercukupi maka tubuh memiliki waktu untuk memperbaiki atau meregenerasi sel-sel tubuh agar tetap dapat bekerja secara optimal dan membantu meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga berat badan ideal, memperlancar metabolisme tubuh, serta meningkatkan kemampuan otak. Oleh karena itu, anak-anak dan remaja diharapkan tidur selama 8-10 jam, sementara orang dewasa dianjurkan untuk memiliki waktu tidur selama 7-8 jam setiap hari. 

5. Konsumsi makanan bergizi

Mengonsumsi makanan bergizi dengan nutrisi seimbang sangat penting dalam mengurangi risiko masuk angin. Hal ini dikarenakan kandungan yang terdapat dalam asupan makanan yang dikonsumsi dapat memberikan energi bagi tubuh. 

Ketika musim hujan, Anda bisa memilih makanan hangat seperti sup dan makanan berkuah untuk membantu menghangatkan tubuh.

Selain mengonsumsi makanan sehat, cara mengatasi masuk angin yang penting dilakukan adalah dengan makan tepat waktu. Pastikan bahwa Anda tidak terlambat makan karena perut yang kosong dapat meningkatkan asam lambung terutama ketika musim hujan sehingga tubuh lebih rentan masuk angin. Tambahkan pula vitamin yang mengandung omega 3 dan antioksidan untuk membantu menjaga stamina dan daya tahan tubuh.

Baca juga: Musim Hujan dan Cuaca Dingin Membuat Perut Cepat Lapar

6. Kerokan dengan bawang merah

Kerokan dianggap sebagai salah satu cara mengatasi masuk angin yang ampuh. Kerokan bisa dilakukan dengan menggunakan uang logam atau bawang merah pada bagian punggung yang telah diolesi dengan minyak kayu putih atau baby oil. 

Kerokan dengan bawang sendiri diperkirakan dapat memberikan efek vasodilatasi yang berfungsi untuk melancarkan peredaran darah dan lebih aman digunakan jika dibandingkan dengan koin karena bahan bawang yang lebih halus dan cenderung tidak melukai kulit.

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Common Cold: Symptoms, Treatment, Causes, vs Flu, Duration & Prevention. MedicineNet. (Accessed via: https://www.medicinenet.com/common_cold/article.htm)
Common cold. MedlinePlus. (Accessed via: https://medlineplus.gov/ency/article/000678.htm)
Can Running in the Rain Make You Sick?. Livestrong.com. (Accessed via: https://www.livestrong.com/article/496499-can-running-in-the-rain-make-you-sick/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app