Cara Aman Menghilangkan Keputihan dengan Daun Sirih

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mar 11, 2022 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Cara Aman Menghilangkan Keputihan dengan Daun Sirih

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Minyak atsiri daun sirih mengandung betle phenol, eugenol, dan chavicol yang bersifat antibakteri dan antijamur serta merupakan antioksidan dan antiradang.;
  • Setelah air rebusan daun sirih jadi, minuman ini dapat langsung diminum 2-3 hari sekali hingga gejala keputihan berkurang;
  • Air rebusan daun sirih sebaiknya benar-benar didinginkan lebih dulu sebelum dibasuh ke area kewanitaan dari arah depan ke belakang;
  • Rebusan daun sirih juga dapat diaplikasikan dengan bantuan tampon agar mengenai bagian dalam organ ke wanitaan;
  • Klik untuk membeli obat saluran kemih dan prostatdari rumah Anda melalui HDMall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Hampir setiap wanita dewasa pernah mengalami yang namanya keputihan atau keluarnya cairan dari organ wanita seperti putih telur atau susu putih. Meskipun hal ini umumnya normal, dalam kondisi tertentu keputihan bisa berubah menjadi penyakit berbahaya. Nah, untungnya, beragam cara alami dapat digunakan untuk mengatasinya, salah satunya menghilangkan keputihan dengan daun sirih.

Sekilas tentang keputihan

Sebetulnya, tidak semua kasus keputihan harus diobati. Hal ini karena keputihan merupakan mekanisme alami tubuh wanita untuk membersihkan area dalam organ kewanitaan. 

Sekresi dengan konsistensi cair atau kental berwarna bening atau agak putih ini jumlahnya meningkat saat masa ovulasi, menyusui atau saat terangsang. Namun, keputihan juga dapat terjaid akibat infeksi jamur, bakteri, dan parasit.

Keputihan itu sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu keputihan yang normal dan tidak normal. Keputihan abnormal disebut juga leukorea patologis, memiliki ciri berwarna lebih kuning hingga hijau, menyebabkan gatal dan bau tak sedap, bahkan kadang juga menimbulkan rasa sakit saat buang air kecil.

Baca juga: 9 Penyebab Keputihan Berwarna Putih Susu

Cara menghilangkan keputihan dengan daun sirih

Sirih merupakan tanaman yang banyak terdapat di Indonesia dan sudah lama dikenal sebagai bahan obat. Daun sirih dipercaya dapat meringankan atau bahkan menyembuhkan keputihan sekaligus menjaga kesehatan organ kewanitaan. 

Manfaat daun sirih untuk menghilangkan keputihan dipengaruhi oleh sifat tanaman yang antijamur, antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Secara ilmiah, minyak atsiri daun sirih mengandung betle phenol, eugenol, dan chavicol yang bersifat antibakteri dan antijamur serta merupakan antioksidan dan antiradang.

Baca juga: 27 Manfaat Daun Sirih Bagi Wanita dan Pria

Untuk menghilangkan keputihan, daun sirih umumnya direbus untuk diambil sari daunnya. Air rebusan inilah yang kemudian diminum atau digunakan untuk membasuh area kewanitaan. 

Secara umum, berikut cara menggunakan daun sirih untuk menghilangkan keputihan:

  • Siapkan 3-4 lembar daun sirih yang masih segar;
  • Potong-potong daun sirih tadi menjadi beberapa bagian kecil;
  • Rebus potongan daun sirih ke dalam 2 gelas air selama 5-10 menit hingga warna air rebusan berubah dan daun mulai layu serta air rebusannya berkurang jadi setengahnya;
  • Saring air rebusan daun sirih tadi dan biarkan hingga suhunya turun.

Air rebusan ini dapat digunakan dengan 3 cara, yakni diminum langsung, dibasuhkan pada area kewanitaan sebagai pembersih, atau diaplikasikan ke area miss-V dengan bantuan tampon.

Lebih jelasnya, berikut panduan menghilangkan keputihan dengan daun sirih:

1. Air rebusan daun sirih diminum langsung

Setelah air rebusan daun sirih jadi, minuman ini dapat langsung diminum untuk menghilangkan keputihan. Minumlah air rebusan sirih ini 2-3 hari sekali hingga gejala keputihan berkurang. Jika tidak selera dengan rasanya, Anda boleh menambahkan madu atau perasan air lemon agar terasa lebih enak.

2. Air rebusan daun sirih sebagai pembasuh

Jika digunakan sebagai pembasuh area kewanitaan, air rebusan daun sirih sebaiknya benar-benar didinginkan lebih dulu. Setelah itu, basuhkan dari arah depan ke belakang untuk menghindari kontaminasi bakteri.

Penggunaannyapun sebaiknya tidak berlebihan, gunakan hanya 1-2 kali seminggu. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya perubahan pH pada area kewanitaan yang dapat berujung pada ketidakseimbangan flora dan bakteri di dalamnya. Alih-alih menghilangkan keputihan, organ wanita bisa menjadi kering karenanya.

3. Mengaplikasikan rebusan daun sirih dengan tampon

Rebusan daun sirih juga dapat diaplikasikan ke area kewanitaan dengan bantuan tampon. Cara ini bertujuan agar air rebusan daun sirih dapat mengenai bagian dalam organ kewanitaan. Harapannya, efek penyembuhannya akan semakin baik.

Caranya mengaplikasikan tampon daun sirih ini cukup mudah. Anda hanya perlu mencelupkan tampon bersih pada air rebusan daun sirih yang sudah disiapkan sebelumnya. Pastikan air rebusan sudah dingin sebelum digunakan. 

Setelah tampon menyerap air sirih, masukkan tampon ke dalam liang organ kewanitaan, lalu diamkan kurang lebih 15 menit sebelum dicabut kembali. Lakukan cara ini 1-2 kali seminggu hingga keputihan membaik.

Jangan berlebihan menggunakan air rebusan daun sirih!

Meskipun air rebusan daun sirih cukup ampuh mengurangi keputihan yang tidak normal, hindari terlalu sering menggunakannya karena malah bisa berdampak buruk. Area kewanitaan yang sering terpapar air rebusan daun sirih dapat terganggu keseimbangan bakteri dan pHnya.

Hilangnya beberapa jenis bakteri baik di organ kewanitaan akan berisiko membuat bakteri jahat berkembang lebih cepat dan mengundang infeksi. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi tersebut bisa menyebar ke organ lain di sekitarnya. 

Maka dari itu, gunakan air rebusan daun sirih untuk menghilangkan keputihan sesuai kebutuhan. Bila keputihan malah semakin bertambah banyak, menimbulkan bau tak sedap, hingga memicu infeksi, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika menggunakan daun sirih belum juga mengurangi keputihan yang terjadi malah kondisinya semakin memburuk. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang lebih baik.


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Bissa, Shivangi & Songara, D. & Bohra, A.. (2007). Traditions in oral hygiene: Chewing of betel (Piper betle L.) leaves. Curr Sci. 92. 26-28.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/290307921_Traditions_in_oral_hygiene_Chewing_of_betel_Piper_betle_L_leaves)
Oktriani, Tuti & Wulandari, Safni. (2018). Betel Leaf Ransing Admission on Decreasing Pathological Flour Albous In Girl Adolescent. Jurnal Kesehatan. 9. 71. 10.35730/jk.v9i2.352.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/334057005_Betel_Leaf_Ransing_Admission_on_Decreasing_Pathological_Flour_Albous_In_Girl_Adolescent)
Kusuma, Sri Agung & Tjitraresmi, Ami & Susanti, Gita. (2017). ANTIBACTERIAL EFFECT OF RED PIPER BETEL LEAF (PIPER CROCATUM RUIZ & PAV.) ETHANOL EXTRACTS TO LACTOBACILLUS ACIDOPHILUS AND L. BIFIDUS GROWTH INHIBITION. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research. 10. 65. 10.22159/ajpcr.2017.v10s2.19490.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/317649542_ANTIBACTERIAL_EFFECT_OF_RED_PIPER_BETEL_LEAF_PIPER_CROCATUM_RUIZ_PAV_ETHANOL_EXTRACTS_TO_LACTOBACILLUS_ACIDOPHILUS_AND_L_BIFIDUS_GROWTH_INHIBITION)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app