Bulaquine : Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 602.719 orang

Penyakit Malaria, disebabkan oleh protozoa parasit yang disebut Plasmodium, Malaria adalah salah satu penyakit parasit tropis yang paling serius dan kompleks. Umumnya malaria pada manusia disebabkan oleh empat spesies parasit malaria yaitu Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale dan Plasmodium malariae. P. falciparum dan P. vivαx adalah jenis malaria yang dapat menyebabkan kegawat daruratan dan dapat mengancam nyawa.

Diketahui bahwa parasit malaria menjalani siklus hidup yang kompleks pada manusia, yang dimulai melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi, . Dari proses nyamuk menggigit inang,berkembang biak di hati hingga parasit tersebut menyerang eritrosit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Dalam kasus infeksi yang disebabkan oleh P. vivαx, sering kali walaupun seseorang sudah dinyatakan sembuh dari penyakit malaria, tetapi parasit tetap aktif di dalam hati yang pada tahap ini parasit disebut hypnozoites, yang menyebabkan saat seseorang tersebut dalam keadaan yang tidak fit, maka parasit penyebab malaria akan kembali menyerang tubuh orang tersebut.

Pada sebagian besar kasus, orang yang terinfeksi P. vivax tidak mengalami gejala apa pun dalam waktu yang sangat lama setelah penyakit awal mereka tetapi menjadi gejala setelah periode tertentu.

Sejumlah obat mulai dari yang berasal dari alam hingga yang sintetis telah dikembangkan untuk pengobatan malaria. Kina dan artemisinin adalah obat yang dikenal berasal dari asal alam, dan sudah populer digunakan sebagai pengobatan malaria. 

Sejumlah obat antimalaria sintetis seperti chloroquine, mefloquine, primakuin, halofantrine, ainodiaquine, proguanil, maloprim juga seringkali digunakan dalam berbagai pedoman penanganan malaria. Dari semua obat anti-malaria sintetis, chloroquine telah menjadi obat yang paling banyak diresepkan untuk pengobatan malaria dari semua jenis, selama lebih dari 60 tahun terakhir.

Salah satu golongan chloroquine yang paling populer adalah Primakuin. Primakuin adalah satu-satunya obat anti malaria yang dapat digunakan sebagai anti-relaps (mencegah kekambuhan), antimalaria untuk profilaksis pada P.vivax malaria. Namun, obat ini menyebabkan banyak efek samping dan efek yang paling sering terjadi adalah methaemoglobinaemia pada pasien dengan defisiensi G6PD. 

Dosis yang lebih tinggi dari primaquine menyebabkan methaemoglobinaemia (kondisi dimana pasokan oksigen ke tubuh berkurang karena oksigen transport terganggu) pada sebagian besar subjek dan leukopenia (sel darah putih yang rendah) pada beberapa pasien. Namun, ada sebagian kecil populasi kulit hitam dengan defisiensi G6PD yang mengalami anemia bahkan dengan menggunakan dosis harian.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Oleh karena itu, ditemukan lah Bulaquin. Bulaquin memiliki efek samping yang jauh lebih rendah jika dibandingakan dengan primaquine. Pada suatu penelitian di India membuktikan bahwa penggunaan Bulaquin tidak menimbulkan methaemoglobinaemia seperti yang ditimbulkan oleh penggunaan primaquin. Hasil ini membuktikan keunggulan Bulaquin atas Primaquine.

Bulaquin telah dipatenkan oleh Nicholas Piramal India Ltd., Mumbai untuk pemasaran. Nicholas Piramal telah memperkenalkan Bulaquin bersama dengan chloroquine ke pasar sebagai paket kombinasi dengan nama dagang Aablaquine. 

Tujuan dari terapi gabungan adalah untuk mengendalikan P.vivax malaria secara lebih efektif dengan menyediakan obat awal dan setelah itu mencegah kambuh dengan menggunakan paket kombinasi ini. 

Diharapkan bahwa pengenalan paket kombinasi Bulaquin ini harus berkontribusi secara substansial untuk program aksi Malaria Nasional yang sedang berlangsung di India.

Pada kondisi apa Bulaquine tidak boleh digunakan?

Pada kondisi seperti rematik arthritis, penyakit lupusm dan pengobatan yang menyebabkan hemolisis dan pasien dengan gangguan defisiensi G6PD.

Berapa dosis yang dapat digunakan pada Bulaquine?

Dosis untuk orang dewasa adalah 25mg digunakan selama 7 hari. Sedangkan untuk anak-anak belum ada dosis spesifik yang dapat digunakan. Oleh karena itu, penggunaan pada anak-anak sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu. Begitu juga dengan ibu hamil, karena obat ini masih tergolong obat baru, maka belum ada data atau penelitian yang menjelaskan efek samping obat ini pada ibu hamil. Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini pada ibu hamil.

Efek samping apa yang dapat ditimbulkan dari penggunaan Bulaquine

Setiap obat pasti memiliki efek samping. Namun hingga saat ini, belum ada laporan konkrit mengenai efek sampin dari penggunaan obat ini. Begitu juga dengan interaksi dengan obat lain.


Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp