Ibu Hamil Makan Daging Kambing, Memangnya Boleh?

Dipublish tanggal: Agu 7, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Ibu Hamil Makan Daging Kambing, Memangnya Boleh?

Daging kambing menjadi salah satu sajian lezat, terutama saat hari raya Idul Adha. Namun, bagi Anda yang sedang hamil mungkin jadi ragu-ragu saat ingin mencicipi lezatnya sate kambing, gulai, hingga tongseng. Kira-kira boleh tidak, sih, ibu hamil makan daging kambing? Berikut ulasan lengkapnya.

Bolehkah ibu hamil makan daging kambing?

Selama hamil, Anda wajib menjaga pola makan dengan baik. Pasalnya, apa pun yang Anda makan tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga akan disalurkan pada janin dalam kandungan. Hati-hati, makan asal-asalan bisa membuat bayi Anda kekurangan nutrisi atau bahkan membahayakan kesehatannya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Kabar baiknya, ibu hamil boleh saja makan daging kambing. Bahkan ada banyak manfaat daging kambing untuk ibu hamil, di antaranya:

  1. Sumber protein yang baik. Asupan protein dari daging kambing dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang janin dalam kandungan.
  2. Mengandung kaya zat besi. Kandungan zat besi dalam daging kambing cenderung lebih mudah diserap oleh tubuh. Hal ini bisa membantu meningkatkan hemoglobin sekaligus memaksimalkan pembentukkan sel darah merah. 
  3. Membantu menguatkan sistem imun bayi. Tingginya zat besi dalam daging kambing juga dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan pembelahan sel pada janin. Bayi dalam kandungan dapat tumbuh dengan baik sampai ia lahir.
  4. Membantu mencegah anemia. Daging kambing mengandung vitamin B12 yang berfungsi untuk menjaga kesehatan sistem saraf. Jenis vitamin ini juga penting untuk membentuk sel darah merah dan mencegah anemia.
  5. Memaksimalkan tumbuh kembang bayi. Kandungan tembaga dalam daging kambing dapat membantu menjaga kesehatan bayi Anda sejak dalam kandungan hingga tiba waktunya ia lahir.

Baca Juag: Cara Menjaga Kandungan Agar Janin Tetap Sehat

Bahaya kebanyakan makan daging kambing saat hamil

Memang sah-sah saja kalau ibu hamil makan daging kambing, termasuk pada saat hari raya. Namun tetap batasi jumlahnya, mengingat daging kambing termasuk daging merah yang tidak boleh dikonsumsi terlalu banyak.

Sebelum ibu hamil makan daging kambing, ada baiknya periksakan dulu kesehatan Anda ke dokter. Meskipun kaya protein dan zat besi, daging kambing mengandung kolesterol dan lemak yang apabila dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan kolesterol tinggi.

Alih-alih menyehatkan, makan daging kambing kebanyakan justru bisa memicu darah tinggi (hipertensi) hingga penyakit jantung pada ibu hamil. Apalagi jika berat badan ibu hamil sudah berlebih atau obesitas, maka Anda tidak disarankan untuk makan daging kambing berlebihan.

Selain itu, ada beberapa bahaya lainnya yang mengintai saat ibu hamil makan daging kambing kebanyakan, di antaranya:

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29
  1. Meningkatkan tekanan darah. Daging kambing mengandung natrium yang jika dikonsumsi terlalu banyak bisa membuat tensi darah naik.
  2. Menyebabkan alergi. Kandungan histamin pada daging kambing dapat memicu alergi pada sebagian ibu hamil. Hal ini biasanya ditandai dengan munculnya eksim, asma, batuk, hidung meler, hingga syok anafilaktik.
  3. Gangguan pencernaan. Terlalu banyak makan daging kambing juga bisa membuat perut Anda tidak nyaman, apalagi saat hamil. Daging kambing mengandung tinggi kalori yang bisa memicu gangguan pencernaan.

Baca Selengkapnya: Makan Daging Kambing Bikin Darah Tinggi, Mitos Atau Fakta?


Tips aman makan daging kambing saat hamil

Supaya Anda bisa menyerap manfaat daging kambing dan menghindari risikonya, ada sejumlah tips yang bisa Anda lakukan:

1. Olah daging kambing dengan teknik memasak yang benar

Hindari mengolah daging kambing dengan cara digoreng, dibakar menjadi sate, atau dipanggang. Sebaiknya masak daging dengan ditumis atau dibuat sop kambing supaya lebih sehat dan bergizi.

2. Masak daging hingga benar-benar matang

Ibu hamil tidak dianjurkan untuk makan daging setengah matang. Fungsinya supaya bakteri yang menempel pada daging benar-benar mati dan mencegah risiko infeksi bakteri pada ibu hamil.

3. Lengkapi dengan sayur dan buah

Jangan hanya makan nasi dan daging kambing saja. Supaya lebih sehat dan bergizi bagi ibu hamil, tambahkan berbagai jenis sayur ke dalam masakan Anda. Setelah makan, jangan lupa makan buah supaya asupan vitamin dan mineralnya semakin lengkap untuk tubuh.

4. Perbanyak minum air putih

Selesai makan daging kambing, jangan lupa banyak minum air putih. Selain mencegah dehidrasi saat hamil, hal ini juga penting untuk membilas timbunan lemak dan kolesterol akibat makan daging kambing.

Baca Juga: Bahaya Penyakit Miom Bagi Wanita yang Sering Mengonsumsi Daging Merah Serta Cara Pencegahannya

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What's Safe to Eat When You're Pregnant — And What's Not. Parents. (https://www.parents.com/pregnancy/my-body/nutrition/safe-pregnancy-eating/)
foods to avoid in pregnancy. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/foods-to-avoid-pregnant/)
Eating practices during pregnancy: perceptions of select Maasai women in Northern Tanzania. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5683358/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app